Setelah di atas membicarakan mengenai pengertian dan bagaimana peran fintech terhadap inklusi dan literasi keuangan di Indonesia, mari kita mengenal type fintech yang sedang berkembang di Indonesia.

Menurut OJK, diamati berasal dari type penyelenggaranya, type fintech dibagi dua kategori yakni, fintech 2.0 dan fintech 3.0. Fintech 2.0 adalah layanan keuangan digital yang dioperasikan instansi keuangan perbankan. Sedangkan fintech 3.0 menunjuk kepada startup teknologi yang punyai product dan jasa inovasi keuangan. Portal berita yang mengulas Financial technology dalam dan luar negeri, lengkap dengan review Teknologi finansial di Fintech Calonpintar

Berikut sebagian type fintech yang sedang berkembang:

1. Crowdfunding

Crowdfunding atau penggalangan dana merupakan tidak benar satu type fintech yang sedang populer di bermacam negara, termasuk Indonesia. Melalui type fintech ini, penduduk bisa menggalang dana atau berdonasi untuk suatu inisiatif atau program sosial yang mereka pedulikan.

2. Microfinancing

Microfinancing adalah tidak benar satu layanan Fintech yang menyediakan layanan keuangan bagi penduduk kelas menengah ke bawah untuk mendukung kehidupan dan keuangan mereka sehari-hari. Masyarakat kelas menengah ke bawah umumnya masih ada masalah untuk mengakses ke bank, agar fintech type ini hadir untuk mempermudah penduduk mengakses institusi keuangan.

Microfinancing mengupayakan menjembatani permasalahan berikut bersama dengan menyalurkan secara segera modal bisnis berasal dari pemberi utang kepada calon peminjam. Sistem bisnis dirancang agar return berharga kompetitif bagi pemberi pinjaman, namun tetap attainable bagi peminjamnya. Salah satu startup yang bergerak didalam bidang microfinancing ini adalah Amartha yang menghubungkan pengusaha mikro di pedesaan bersama dengan pemodal secara online.

3. Digital Payment System

Jenis fintech ini bergerak di bidang penyediaan layanan berbentuk pembayaran seluruh tagihan layaknya pulsa & pascabayar, kartu kredit, atau token listrik PLN. Dengan type fintech ini, anda nggak usah beli pulsa ke konter handphone ulang untuk belanja pulsa, atau ke kantor PLN untuk beli atau bayar token listrik.

4. E-aggregator

Berbeda bersama dengan type fintech lainnya di Indonesia yang sebelumnya, e-aggregator justru lebih kepada sebuah platform yang bisa digunakan penduduk untuk mencari informasi, maupun mengambil ketentuan mengenai product finansial yang dapat dipilih. Fintech ini umumnya punyai portal resmi, di mana terkandung sederet Info yang terjalin bersama dengan product keuangan.

5. P2P Lending

Jenis fintech yang satu ini sudah pasti udah tak asing. Jenis fintech ini menyediakan layanan pendanaan dan penerimaan pendanaan di satu platform yang sama. Sederhananya, P2P adalah sebuah layanan pendanaan yang mempertemukan antara investor dan yang membutuhkan dana. Layanan berbasis P2P lending ini bisa dibilang memadai banyak diminati.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

Set your Twitter account name in your settings to use the TwitterBar Section.