360º Manual Vs 360º Camera Tech

Menilik teknologi yang ada pada Google Street View mulai dari pengambilan gambar, sampai pada kamera itu sendiri. Google menggunakan teknologi kamera yang sangat unik, mereka membuat sendiri teknologi ini dengan nama Google Street View Camera. Kamera ini sendiri mereka pasang pada beberapa alat transportasi. Tentunya dapat diketahui juga nominal yang dikeluarkan untuk sebuah kamera seperti Google Street View Camera.

Namun dengan keterbatasan biaya kita dapat menciptakan sendiri foto panorama, baik 360º datar maupun 360º bola seperti yang mbah Google lakukan, tapi tentunya dengan usaha yang sangat keras, mari kita bayangkan pengambilan 10 spot menggunakan kamera biasa dengan kamera memang peruntukan panorama

Kamera biasa
Pada kamera biasa (DSLR, Pocket, Smartphone camera, Handphone Camera), pengambilan sudut2 sangat  menentukan proses berikutnya, dalam satu teknik pengambilan gambar 360º membutuhkan kurang lebih 36 kali pengambilan dengan asumsi masing-masing spot pengambilan sudut 10º, untuk menentukan sudut 10º dapat kita gunakan rumus kira-kira :D, atau memberi tanda pada TRIPOD sudut-sudut tersebut, apabila kita mengambil 10 spot maka dibutuhkan 360 Gambar. Kemampuan masing-masing kamera biasa berbeda-beda, pada beberapa kamera pocket atau Handphone sudah dilengkapi fitur photo panorama, jadi kita tingga mengikuti proses pengambilan gambar yang ada pada alat tersebut. Berbeda dengan kamera DSLR atau poket yang tidak mendukung proses panorama, proses STITCHING ini yang menjadi andalan dalam penggabungan.

Teknik pada kamera biasa pun akan terkendala apabila melakukan pengambilan gambar pada area yang terdapat banyak aktifitas manusia, untuk menghasilkan kesatuan gambar panorama sebisa mungkin sedikit aktifitas yang kita tangkap dalam kamera.

Panorama 360º bola ini yang menimbulkan usaha yang besar dalam pengambilannya, karena kita harus mengambil semua sudut dari atas sampai bawah dengan pola spiral, masing masing posisi vertikalnya kita bagi kurang lebih dalam 6 sudut, jadi perhitungannya 180º posisi vertikal dibagi 6 akan mengasilkan 30º, jadi dalam pengambilan gambar 360º ini kita melakukan 36 kali gambar horisontal dikalikan dengan 6 kali posisi vertikal, tetapi pada pengambilan gambar atas dan bawah tidak harus sebanyak 36 kali, dapat disesuaikan dengan jenis lensa yang digunakan, semakin besar sudut camera lensa* semakin sedikit gambar yang akan kita ambil

*Perhitungan 36 ini diambil dengan menggunakan lensa 18-120

Google Street View Camera
Kamera ini dalam satu jepretan dapat mengambil semua sudut 360º bola, atas bawah, kanan, kiri, depan belakang, sangat membantu untuk pengambilan panorama yang lebih banyak.

360º Reflector
Reflector ini berfungsi memantulkan gambar 360º Parabolic, yang dihubungkan pada moncong Lensa, pada reflector ini dapat membantu dalam menghasilkan gambar panorama dengan kuantitas yang banyak

Boscha, observatorium terbesar dan satu-satunya di Indonesia

Berkesempatan setelah 30 tahun sejak lahir, baru pertama kali menginjakan kaki di Observatorium Boscha. Boscha sendiri didirikan oleh seorang pengusaha dari Belanda bernama Mr. Boscha tahun 1923. Memang teknologi yang dipakai sudah usang, tetapi performa nya masih bagus untuk digunakan sebagai media penelitian.

Dalam project ITB VIRTUAL TOUR observatorium ini dapat dinikmati secara virtual oleh pengguna secara umum, sehingga kita dapat mengetahui seperti apakah “TEROPONG” ini?, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk mendalami atau mendapatkan informasi lebih lengkap dengan mengunjungi observatorium ini.

Boscha Virtual Tour akan segera diluncurkan, silahkan nantikan kedatangannya

Virtual Tour ITB *Behind the story*

Melihat Google Art Project untuk National Gallery, teknologi fotografi yang bagus untuk dicontoh dan diterapkan untuk Virtual Tour ITB. Virtual Tour ITB baru mencakup galeri luar ruangan, dan masih banyak kekurangan, karena belum mampu mengambil gambar “KERAMAIAN” atau “AKTIFITAS” civitas ITB yang sangat dinamis.

Virtual Tour ITB sendiri diambil menggunakan teknik Horisontal 360º Fotografi, yang dimaksudkan adalah mengambil gambar 360º dengan posisi CAMERA vertikal, satu titik diambil masing-masing 10º perpindahannya, jadi output pengambilan gambar untuk satu titik adalah sebanyak 36 gambar. Disarankan menggunakan Tripod untuk memastikan titik sumbu perputaran tidak berubah.

Selanjutnya output gambar ini DIOLAH dalam photoshop untuk dilakukan STITCHING (penggabungan gambar), yang dapat digunakan menggunakan Aplikasi pengolah gambar berbayar ataupun gratis.

Sudah ada beberapa spot yang diambil dalam Virtual Tour ITB, dan kebanyakan masih dalam SUASANA sunyi, karena terkendala pergerakan MANUSIA dalam pengambilan gambar.

Kembali pada Google Art Project, mari kita cari tahu bagaimana mereka mengembangkan project tersebut.