my thoughts about : newsroom

August 16th, 2013 § 0 comments § permalink

“And if there’s any fall out, I’ll be standing right next to you and in front. I’ll always be standing right next to you and in front.”
– Will McAvoy, Newsroom Season 1 (2012).

Kalau dalam post sebelumnya saya membahas soal film favorit saya sepanjang masa, maka boleh dibilang Newsroom merupakan TV series favorit saya sejauh ini. Bagi yang belum tahu, Newsroom yang adalah sebuah serial drama yang ditulis sekaligus diproduseri oleh Aaron Sorkin, berkisah tentang Will McAvoy, seorang anchor di program News Night untuk televisi kabel fiksional ACN. Meskipun fokus cerita ada pada McAvoy, tetapi secara keseluruhan Newsroom menggambarkan aktivitas produksi berita sekaligus konflik-konflik yang terjadi di News Division ACN, terutama di program News Night with Will McAvoy. Seperti judulnya, Newsroom, latar utama dalam kisah ini adalah ruang produksi berita dan sekitarnya.

Saya pertama kali mengetahui tentang Newsroom dari sebuah tweet yang memuat link trailer untuk episode pilot Newsroom tahun lalu. Dalam trailer itu tampak seorang Will McAvoy dalam sebuah diskusi panel menjawab pertanyaan seorang mahasiswi; “Why is America the greatest nation in the world?”

Yang walaupun pada awalnya direspon asal-asalan oleh Will akhirnya dijawab dengan “No. It isn’t.”

Jawaban Will selengkapnya tidak akan saya tuliskan di sini. Silakan nonton langsung saja eposide pilotnya. Tetapi bagi saya sendiri, jawaban Will mengingatkan saya akan jawaban Nick Taylor kepada anaknya tentang pertanyaan yang mirip dalam film yang diadaptasi dari novel Thank You For Smoking.

That trailer got me hooked.

Belakangan saya baru tahu kalau Newsroom merupakan serial yang sangat dinanti-nantikan banyak orang. Terutama oleh para penggemar Aaron Sorkin yang dulu juga memproduseri dan menulis serial berjudul The West Wing yang terkenal di USA sana.

Setelah akhirnya menamatkan Newsroom season pertama waktu itu, saya sendiri langsung menjadi penggemar Aaron Sorkin. Newsroom mungkin bukan serial yang sempurna, tetapi komposisi drama, humor, dan elemen-elemen lain di dalamnya cukup membuat saya menyukainya. Karakter-karakter dalam Newsroom memorable. Mulai dari Will McAvoy yang keras, temperamen, tapi sangat loyal kepada orang-orang di sekitarnya; Mackenzie McHale yang blak-blakan, tegas, tapi juga lucu dan punya soft spot terutama untuk Will; Maggie Jordan yang pekerja keras, agak idealis, meskipun sering plin-plan; hingga Don Keefer yang kelihatannya cuek-cuek dan egois tapi sebenarnya cukup sweet, bijak dan sangat understanding; serta karakter-karakter lainnya yang sama-sama menarik dan punya quirks tersendiri.

Selain karakternya yang memukau, Newsroom juga punya jalinan cerita yang menurut saya apik. Meskipun ACN adalah televisi kabel fiksional, tetapi berita-berita yang ada dalam program News Night dibuat berdasarkan kejadian-kejadian betulan yang ada di pemberitaan Amerika sana. Dari kematian Osama Bin Laden, kebijakan Obama, hingga penembakan congresswoman Gabrielle Giffords, Aaron Sorkin berhasil menggubah produksi berita-berita tersebut dibumbui dengan drama yang terjadi di antara crew News Night, petinggi-petinggi ACN, dan pihak-pihak lainnya ke dalam tontonan yang bisa membuat kita geregetan,tertawa terbahak-bahak, tegang, hingga terharu.

Para penonton Newsroom mungkin masih ingat scene di mana Will memberikan pendapatnya kepada seorang penolak pendirian Islamic community center di Ground Zero. Atau ketika Reese Lansing marah-marah kepada Will dan Mackenzie karena mereka tidak mau mengumumkan kematian Giffords sebelum diverifikasi oleh dokter atau source resmi yang berada di rumah sakit. Atau adegan di mana Sutton Wall meledak kepada Will McAvoy setelah diberondong pertanyaan-pertanyaan mengenai gay rights dan pendapatnya tentang Rick Santorum. Dan yang dilematis; ketika Sloan menolak untuk berbohong mengenai kesalahannya di televisi tentang level radiasi nuklir di Jepang dan adu mulutnya dengan Charlie yang dashyat. Adegan-adegan tersebut tidak jarang membuat saya pribadi ikut berpikir tentang persepsi kita tentang salah dan benar. Tentang apa yang penting dan tidak penting. Tentang bagaimana kita harus memperlakukan sesama manusia. Aaron Sorkin tidak mencoba menggurui, tetapi ia menyodorkan seorang Will McAvoy yang juga struggling untuk hidup di dunia yang nyatanya adalah area abu-abu. Apalagi ketika ia bekerja sebagai seseorang yang harusnya memberikan kabar yang benar dan netral kepada publik, tapi di sisi lain memiliki beban moral untuk mengedukasi masyarakat tentang bagaimana seharusnya kita menyikapi fenomena-fenomena yang terjadi di sekitar kita.

Struggle Will juga dibuat lebih pelik dengan adanya urusan yang belum selesai dengan Mackenzie, eksekutif produser News Night, orang yang sangat dipercayai Will sekaligus ujung tombak News Night selain dirinya, tetapi juga adalah mantan kekasihnya yang dulu sempat berselingkuh. Di sini digambarkan bahwa hubungan Will dengan Mackenzie juga adalah wilayah abu-abu yang membingungkan. Di satu sisi ia masih punya perasaan kepada Mackenzie, tetapi di sisi lain ia merasa terkhianati dengan kelakukan MAckenzie dulu yang masih belum bisa ia sepenuhnya maafkan. Mackenzie sendiri mengakui bahwa justru setelah perselingkuhannya yang singkat itu ia jadi sadar bahwa ia benar-benar mencintai Will. Sepanjang Newsroom hubungan Will dan Mackenzie jadi sangat menarik dan agak lucu. Bagaimana mereka berdua berusaha menjadi kolega yang sama-sama dewasa, tapi kadang-kadang lepas kendali dan kekanak-kanakkan karena masa lalu mereka.

Menonton serial ini mungkin juga akan membuat kita membayangkan bagaimana sebenarnya proses produksi berita. ACN digambarkan sebagai saluran televisi kabel yang independen sehingga memang pendapat para produser menjadi tonggak utama mereka Рmeskipun kelihatan juga bahwa para pemilik saham terus berusaha mempengaruhi isi berita. Will digambarkan sebagai tokoh yang kontroversial akibat pendapat-pendapatnya, tetapi setidaknya ia berusaha untuk jujur mengemukakan apa yang ia pikirkan sebagai seorang warga negara. Tetapi bagaimana dengan yang lainnya? Apakah sosok Will ini memang ada, atau ia hanya fantasi ideal seorang Aaron Sorkin? Apalagi perlu ditekankan juga, menanggapi kritikan atas serial ini, bahwa Newsroom bukanlah film dokumenter. Semua proses yang terjadi di Newsroom News Night with Will McAvoy tentu tidaklah semuanya demikian di dunia nyata.

Jangan lupa juga dialog-dialog yang cerdas, witty, dan tidak jarang menyentuh. Para pengoleksi quotes pasti akan rajin mengikuti serial ini dengan catatan siap di tangan.

Newsroom memang punya kekurangan-kekurangan juga. Kadang-kadang, meskipun sudah jatuh cinta pada karakternya sekalipun, kita masih bertanya-tanya memangnya beneran ada seorang Sloan Sabbith yang cerdas, tegas, dan serba bisa. Masih ada juga kritikan tentang karakter-karakter perempuannya yang terkesan di’bodoh’kan. Belum lagi soal Newsroom ‘world‘ yang dibilang mengawang-awang dan terlalu menonjolkan ke-liberal-an sang Aaron Sorkin, kreator serial ini – sesuatu yang katanya memang adalah ciri khas Sorkin.

Tapi terlepas dari itu semua, saya masih merekomendasikan Newsroom bagi siapa saja yang menggemari serial yang agak serius tapi tidak kehilangan humor-humor cerdasnya. Terutama bagi yang tertarik melihat isu-isu dari sudut padang orang-orang di Amerika sana. Di negara asalnya, Newsroom sudah memasuki season kedua. Mudah-mudahan season kedua ini semenarik season pertama. Sejauh ini sih saya masih suka.

 

“It’s a person. A doctor pronounces her death, not the news.”
– Don Keefer, Newsroom Season 1 (2012)