EL5118 – Pemanfaatan Solusi IT di PT. ICON+

SEPUTAR PT. INDONESIA COMNETS PLUS (ICON+)

Indonesia Comnets Plus (biasa disebut ICON+) merupakan salah satu anak perusahaan PT. PLN (Persero), yang bergerak dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi. Mengandalkan lisensi jaringan tertutup yang dimiliki, berdiri sejak tahun 2000 hingga saat ini PT. ICON+ merupakan partner telekomunikasi dari ratusan perusahaan di Indonesia. Portofolio layanan yang dimiliki PT. ICON+ saat ini tidak hanya layanan jaringan, tetapi juga merambah solusi cloud computing & colocation serta pengembangan aplikasi. Terhitung hingga pertengahan tahun 2017 tercatat sekitar 22ribu service aktif di ICON+.

 

PEMANFAATAN SOLUSI SERVICE ASSURANCE MANAGEMENT DI PT. INDONESIA COMNETS PLUS

Seiring dengan bertambah luasnya coverage layanan jaringan, jumlah perangkat jaringan terpasang akan semakin bertambah. Hingga saat ini ada lebih dari 7000 perangkat jaringan yang terpasang di POP ICON+ seluruh Indonesia. Proses operasional jaringan ICON+ saat ini masih tersentralisasi dengan Network Operating Control (NOC) berlokasi di Gandul. Dengan jumlah perangkat aktif tersebut dan operasional yang masih terpusat, diperlukan sebuah sistem yang dapat membantu NOC ICON+ meningkatkan visibilitas kondisi jaringan. Solusi yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan tersebut adalah Service Assurance Management (SAM).

Diagram Kerja SAM sebagai NMS

Menggunakan solusi SAM, pengecekan kondisi perangkat yang awalnya hanya berbasis ICMP ditingkatkan menjadi SNMP. Visibilitas alarm yang awalnya hanya meng-capture kondisi aktif atau tidaknya perangkat saat ini mampu meng-capture alarm interface, security serta performance. Seluruh alarm yang muncul dari perangkat aktif di jaringan akan di-dump di server kolektor SAM dan dilakukan analisa, dan dengan kemampuan Root Cause Analysis yang dimiliki akan ditemukan main problem dari setiap alarm. SAM juga terkoneksi dengan sistem Incident Management yang sudah ada sebelumnya (yang disebut Fault Management System/FMS), dengan demikian operator NOC yang bertugas dapat meng-inisiasi incident langsung dari antarmuka SAM. Keseluruhan sistem SAM ini dirancang sehingga ICON+ dapat mendeteksi lebih awal problem di jaringan, melakukan recovery lebih cepat sehingga meningkatkan availabilitas layanan kepada pelanggan.

 

PENGUKURAN KINERJA SOLUSI SERVICE ASSURANCE MANAGEMENT

Solusi SAM tahap I dikembangkan dalam waktu 3 bulan (dari target awal manajemen 2 bulan). Dari pengembangan tahap I yang sudah dilakukan, SAM mampu menampilkan alarm dari perangkat jaringan yang tersebar di seluruh area layanan hingga ke antarmuka di NOC dalam waktu kurang dari 1 menit. Biaya pengembangan solusi SAM ini lebih banyak terpusat pada pembelian dan deployment platform solusi serta pembelian license dari vendor. Sedangkan infrastruktur server memanfaatkan resource platform cloud yang sudah dimiliki ICON+.

 

PERMASALAHAN LAIN YANG DAPAT TERSOLUSIKAN DENGAN T.I

Sebagai penyedia jasa layanan, salah satu yang menjadi concern utama ICON+ adalah bagaimana meningkatkan kualitas layanan yang diberikan. Salah satu yang contoh yang dapat dilakukan adalah menyediakan mekanisme pengecekan, pelaporan dan update layanan berbasis aplikasi. Saat ini pelanggan maupun calon pelanggan berinteraksi dengan ICON+ dengan interface yang berbeda-beda. Bagian after sales (Contact Center & Customer Account) untuk pelaporan gangguan serta bagian presales untuk kebutuhan berlangganan. Guna mempermudah pelanggan dalam mendapatkan informasi, ICON+ dapat menyediakan layanan berbasis aplikasi yang menghimpun informasi baik gangguan, status aktivasi layanan baru maupun billing dalam satu antarmuka.

 

SOLUSI T.I YANG DAPAT DIIMPLEMENTASIKAN

Dari permasalahan diatas ICON+ dapat menyediakan sebuah layanan berbasis aplikasi yang nantinya akan menjadi one stop solution informasi bagi para pelanggannya. Aplikasi yang disediakan dapat berupa web service ataupun aplikasi mobile. Aplikasi mobile melalui AppStore dan PlayStore lebih disarankan mengingat kebutuhan pelanggan untuk mendapatkan update informasi on-the-fly. Dalam membangun aplikasi tersebut, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah membangun database pelanggan dan service terpusat. Database ini akan berisi data pelanggan beserta informasi lain yang relevan seperti layanan ter-subscribe beserta status, contact person beserta telepon dan email dan record gangguan. Aplikasi ini nantinya akan terkoneksi dengan beberapa aplikasi yang sudah ada saat ini, yaitu : aplikasi FMS (Incident Management) yang akan memberikan feed update penanganan gangguan yang telah divalidasi secara berkala, aplikasi SalesPro (Provisioning Management) yang akan memberikan feed update status aktivasi layanan baru, serta aplikasi billing (untuk proses billing saat ini masih dilakukan rekapitulasi secara manual).