Kuliah gratis dan dapat biaya hidup lagi !

Semua orang tentu akan mengangguk jika ditawarkan kuliah gratis diperguruan tinggi terbaik, ditambah lagi diberi biaya hidup . Apakah hal demikian memang benar-benar ada dikehidupan nyata , atau hanya ada dalam sinetron-sinetron yang hanya fiktif belaka ?


Mungkinkah saya bisa kuliah gratis dan dapat biaya hidup sekaligus ?


I can tell that there is such a thing like that.

Bagi sobat yang sedang berada dikelas 3 SMA sekarang, menentukan jurusan dan universitas yang akan dituju adalah suatu keharusan.

Akan ada banyak pertimbangan yang sobat lakukan dalam memilih suatu universitas, beberapa diantaranya adalah reputasi universitas tersebut, biaya kuliah disana, dan biaya hidup didaerah tempat universitas tersebut berada.

Bagi sobat yang tingkat ekonominya berada diatas rata-rata, penghasilan orang tua yang lebih dari cukup, maka hal biaya tentu tidak akan menjadi problem utama. Namun untuk sobat yang tingkat ekonominya sedang ataupun menengah kebawah masalah biaya akan menjadi faktor pertimbangan yang sangat kuat.


Ada potongan kisah yang ingin aku highligt, sehingga aku pisahkan disini, yaitu tentang kuliah gratis dan dapat biaya hidup.


Perkenalkan namaku Muhammad yudha, Lahir di Muara Bungo, tanggal 02 mei 1994.

Aku adalah anak pertama dari 5 bersaudara. Terlahir di keluarga sederhana, “Mama-ku” bekerja sebagai PNS (Tata Usaha) di salah satu SMP di kabupaten bungo. “Papa” sudah meninggal dunia sejak aku masih SMP (Semoga Allah memberikan tempat terbaik untuknya di Surga, menerangkan dan melapangkan kuburnya, memudahkan hisab-nya, menerima amal baiknya dan mengampuni kesalahannya)

Aku mengenyam bangku pendidikan sejak SD sampai SMA di Kabupaten Bungo .

(In case, you don’t know) Kabupaten Bungo adalah salah satu Kabupaten yang terdapat di Provinsi Jambi. Jaraknya sekitar 5 jam perjalanan dari provinsi jambi. Bukan daerah yang terpelosok dan juga bukan daerah yang benar-benar maju. Pendidikan di daerahku masih tertinggal (menurutku) jika dibandingkan kota besar lainnya, tertinggalnya dari segi prasarana dan alat bantu pendidikan. Kalau dari segi tenaga pengajar, guru-guruku adalah yang terbaik.

Sekolah ku SMAN 1 Muara Bungo, adalah salah satu SMA yang berada di kawasan ramai penduduk. Aku sendiri tinggal dikawasan pasar yang berjarak sekitar 1 KM dari SMA 1 tersebut. Di SMA inilah aku menemukan cita-citaku. Beberapa orang guru yang mengajarku, selain mengajar mereka juga memberi motivasi. Dari sinilah aku berani menggantungkan cita-cita yang tinggi.

Saat itu aku ingin menjadi seorang BJ Habibie, menjadi seorang engineer di bidang aeronotik. Aku pun membulatkan tekadku, dan berniat mengambil studi “teknik penerbangan”. Berbekal tekad dan internet connection, aku lalu surfing mencari universitas yang ada jurusan/prodi Teknik penerbangan. Akupun jatuh hati dengan ITB (Institut teknologi bandung), Fakultas teknik mesin dan dirgantara, Prodi Aeronotika dan Astronotika (Teknik penerbangan)


Saat aku ingin memilih ITB , ada satu hal besar yang menjadi penghalang.


Saat itu (tahun 2011), uang masuk ITB sekitar 50 juta dan biaya perkuliahan 5 juta persemester. Yang jadi “MASALAH” adalah aku berasal dari keluarga sederhana dengan tulang punggung keluarga satu-satunya adalah mama yang bekerja sebagai PNS, aku juga punya 4 orang adik yang saat itu 3 orang sudah bersekolah (Adikku yang pertama sudah SMA , yang kedua sudah SMP dan ketiga masih SD sedangkan yang paling bungsu masih belum sekolah) belum lagi biaya makan dan keperluan lainnya. Perhitungan kasar saja gaji mama tidak akan cukup untuk Semuanya.


Aku sendiri tidak bisa membayangkan betapa beratnya beban mama jika harus membayar biaya kuliahku, biaya makan dan biaya hidupku, serta harus menyekolahkan adik-adik ku dengan gaji seorang TU (tata usaha) di SMP.

Aku sempat patah semangat disini. Mama lalu memberiku semangat dengan mengatakan bahwa jika aku lulus di ITB, mama mau menggadaikan SK pegawainya di Bank untuk dapat membayar semuanya. Mama memintaku agar jangan khawatir, dan meyakinkanku bahwa Allah pasti akan memberi jalan bagi orang-orang yang mau berusaha.

She is the best mother (semoga mama selalu sehat dan diberikan perlindungan oleh Allah SWT)

Sejak saat itu aku semakin giat belajar, dan semakin sering mencari-cari informasi tentang ITB.


Subhanallah…Ada peluang ….


Ya, saat menjelang bimbel, aku membuka situs Snmptn.itb.ac.id, yang berisi tentang informasi untuk masuk ITB. Setelah membaca setiap halaman yang penting menurutku, aku mendapati bahwa ITB memberikan pengurangan terhadap uang masuk yang 50 juta tersebut. ITB memberikan SUBSIDI, dengan pilihan subsidi 25%, 50%, 75%, dan 100%.


Aku lalu mendownload form permintaan pengurangan biaya, dan mengambil pilihan subsidi 100%.

Setelah itu aku mengisi spreadsheet yang meminta data personal, data orang tua dan data keuangan serta asset yang dimiliki. Setelah mengisi dengan lengkap dan mengirimkan semuanya sesuai prosedur, aku merasa ada harapan untuk tidak membebani mama. Jika aku bisa mendapatkan subsidi 100%, maka aku tidak perlu membayar uang masuk sebesar 50 jt tersebut. Dan hanya perlu membayar uang semesteran sebesar 5 jt saja.

Setelah sebulan bimbel secara intensive, akupun mengikuti SNMPTN ujian tertulis.

SINGKAT CERITA …. Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba… the judgement day .. eh.. hari pengumuman hasil SNMPTN maksudku.

Sekitar jam 6 sore menjelang maghrib, aku, mama dan adik-adiku duduk harap-harap cemas didepan sebuah notebook berwarna hitam. Suasana semakin mendebarkan karena lamanya akses untuk bisa masuk ke situs SNMPTN tersebut (Karena saking banyaknya pengunjung kali ya). Ketika bisa di akses dan login mama langsung memelukku saat melihat hasil pengumuman tersebut. Aku dinyatakan lulus di ITB. Ekspresi bahagia di wajah mama hari itu tidak akan pernah aku lupakan.

Akhirnya waktu untuk “mendaftar ulang” pun menjelang. Aku, mama dan adikku yang paling bungsu + pamanku (adik mama) + ibu (panggilanku untuk kakak perempuan mama) pergi ke bandung. Tapi Kami singgah dulu dijakarta di rumah keluarga (Adik mama yang lain , mama adalah anak ke 7 dari 9 bersaudara). Sekitar Jam 10 pagi waktu itu , aku login lagi ke akunku di website ITB. Disana, aku mendapatkan kabar gembira untuk yang kedua kalinya. Aku bisa kuliah di ITB dan mendapatkan subsidi 100%, sehingga uang masuk ITB yang 50 juta menjadi 0 rupiah .


Subhanallah, Maha suci Allah, Tuhanku yang mengabulkan permintaanku untuk yang kesekian kalinya.


SINGKAT CERITA LAGI… Aku sudah mulai kuliah di fakultas teknik mesin dan dirgantara (FTMD) .

Di ITB untuk tahun pertama kami harus kuliah di Fakultas yang sama, ditingkat 2 awal semester 3 barulah masuk ke prodi yang dipilih. Setelah beberapa bulan kuliah (Masih di FTMD, belum masuk Prodi AE) beberapa orang teman memintaku untuk datang ke LK (lembaga Kemahasiswaan) . Saat aku sampai di-LK, aku melihat namaku dipapan pengumuman sebagai salah seorang penerima beasiswa BIDIK MISI. Beasiswa tersebut menanggung uang kuliah (SPP per semester) dan memberi bantuan biaya hidup sebesar 950.ooo perbulan.

Uang kuliah GRATIS + dapat living cost perbulan , dengan uang tersebut aku tidak lagi minta uang ke mama.

Subhanallah…Aku bahkan belum meminta kepada-Mu wahai Robb, dan sekali lagi aku mendapatkan kemudahan dan Rizky yang tak disangka-sangka.

Jadi yang ingin aku highlight disini adalah aku seorang anak yang berasal dari keluarga sederhana (Dari kota kecil yang mungkin belum pernah kalian dengar namanya), Bermimpi menjadi seorang habibie, bisa kuliah di Institut teknologi bandung (Prodi Aeronotika dan Astronotika/ Teknik penerbangan) tanpa membayar serta mendapatkan biaya hidup perbulannya.


Begitulah sobat, pengalamanku dalam mendapatkan kuliah gratis dan diberi bantuan biaya hidup. Kisahku diatas, aku tujukan buat semua orang, yang yakin akan suatu proses yang dinamakan dengan “ikhtiar”, yakin bahwa Allah SWT akan meng-ijabah semua do’a jika ada niat baik tersimpan didalamnya dan didasari oleh kemauan yang keras dan usaha yang seimbang.

Buat sobat yang sekarang berada dikelas 3, jangan menyerah dengan keterbatasan ekonomi. Ada banyak kisah lain dari teman-temanku yang lain yang mendapatkan beasiswa sama sepertiku , yang kisahnya jauh lebih membahana badai 😀 dan sangat menginspirasi.

Kuliah gratis dan dapat bantuan biaya hidup , why don’t you try ?

Profile photo of yudha

About yudha

i'm handsome .. hehehe... hahaha... HAHAHAHAHA...AHAHAHAHAHA..
This entry was posted in Pengalaman and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

10 Responses to Kuliah gratis dan dapat biaya hidup lagi !

  1. Waw, kisah yang sangat mengesankan, postingan yg bagus.
    #Amazing
    Tapi saya masih kelas 1 SMA 🙂

  2. sasa says:

    saat seleksi bidik misi rumahnya dikunjungi oleh panitia bidik misi gag?

    • Profile photo of yudha yudha says:

      Kebetulan aku ga sepenuhnya bidikmisi ( beasiswa aku BIUS) , rumah aku sih di JAMBI , untuk teman2 yang dipulau jawa biasannya dikunjungi , tapi waktu itu aku ga dikunjungi (mungkin karena jauh)..

  3. andi says:

    kak, waktu itu tes snmptn lulus ftmd ngerjain soal per mapel kira2 bener berapa?

    • Profile photo of yudha yudha says:

      yang jelas waktu itu TPA full dan insyaallah yakin 90% benar lah.. terus bahasa indonesia jawab semua , bahasa inggris separo , matematika dasar hampir semua , biologi hampir semua , FISIKA cuma 4 soal ,matematika IPA paling cuma 10 soal.

      itu yang dijawab yang benar2 yakin, atau yang punya peluang benar tinggi , jangan nyia-nyiain point dengan asal jawab.

  4. Fitofarmaka says:

    Mengesankan dan membanggakan bisa kuliah gratis plus dapat bea hidup pula,.. selamat mas yudha,.. semoga kesempatan ini menjadi pemicu semangat belajar anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *