Ber-Sosial Media berakhir di penjara

Sosial media seperti facebook dan twitter saat ini digunakan hampir oleh seluruh kalangan masyarakat . Penggunaan sosial media yang tidak dilandasi pemahaman yang baik malah dapat menjerat seseorang ke balik jeruji besi hanya karena satu buah status atau postingan photo.


Salah dalam menggunakan Facebook bisa menyeretmu kebalik jeruji besi


Berita yang heboh di tv baru-baru ini, seorang pengipas sate di tahan karena menghina presiden jokowi dan menggunakan konten berbau pornographi. Terlepas dari pekerjaannya sebagai tukang kipas sate, hal ini dapat terjadi karena kurangnya pemahaman mengenai hukum dan batasan-batasan dalam dunia maya.

Kurangnya pemahaman tersebut bukan hanya terjadi pada tukang kipas sate, tapi juga pada masyarakat pada umumnya. Hal ini dibuktikan dari beberapa kasus penangkapan yang terjadi, ada guru yang di penjara karena menghina bupati , ada juga kasus lainnya yang kemarin aku lihat dibahas di tv, selain itu juga kegiatan caci maki serta saling menjelek-jelekkan yang terjadi selama/sebelum pemilu presiden kemarin. Hal ini patut menjadi perhatian pemerintah indonesia, perlu pencerdasan mengenai hal ini , mengenai hukum dan aturan-aturan yang harus di taati dalam dunia internet, sehingga jangan sampai terjadi lagi penangkapan kepada seseorang yang buta hukum hanya karena kicauan mereka didunia maya/internet.

Aku sendiri yang sudah lama menggunakan sosial media, memang tidak pernah mendapatkan penyuluhan ataupun pemberitahuan mengenai undang-undang dunia maya. Namun selama ini yang membatasiku (menjadi pembatas dan aturan) dalam sosial media hanyalah norma-norma umum dalam masyarakat. Misalnya bertutur kata yang baik, jadi tidak menggunakan kata cacian ketika update status atau berkomentar, dll.

Peran pemerintah dalam mencerdaskan masyarakat seharusnya perlu ditingkatkan lagi, menurutku perlu di adakan event-event khusus di facebook dan twitter serta sosial media lainnya yang menargetkan pengguna indonesia. Dalam event tersebut disisipkan nilai-nilai hukum sehingga masyarakat bisa lebih mengenal batasan-batasan yang membatasi mereka dalam dunia cyber tersebut.

Atau bisa juga menggunakan media iklan di koran maupun tv untuk menyampaikan aturan-aturan tersebut. Aku masih ingat iklan pemerintah di tv yang menjelaskan masalah pajak , iklan  pemerintah tentang bahaya rokok , dll. Kan tidak ada salahnya jika pemerintah juga membuatkan iklan yang membahas mengenai dunia maya serta aturan-aturannya.

Dilihat dari total pengguna sosial media di indonesia yang jumlah nya jutaan atau mungkin puluhan juta (aku juga kurang tau pastinya) ini patut menjadi perhatian pemerintah. Jika ada jutaan orang yang menggunakan caci maki dan penghinaan dalam satu tahun, apa mungkin mereka semua bakal dipenjarakan ? penjarapun mungkin akan penuh…

Well , itu aja sih unek-unek dari aku. Aku sendiri tidak memiliki peran apa-apa dalam mencerdaskan masyarakat, tapi jika pemerintah memang peduli , dan mau peduli , mungkin saja aku dan beberapa orang lainnya akan tergerak untuk turut berpartisipasi dalam pencerdasan masyarakat mengenai batasan-batasan di dunia cyber ini.

Supported by :  daftar facebook

Profile photo of yudha

About yudha

i'm handsome .. hehehe... hahaha... HAHAHAHAHA...AHAHAHAHAHA..
This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *