Author Archives: hafshah najma ashrawi

Evaluasi Tugas Feature News : Revitalisasi Gedung ITB

Evaluasi Tugas Feature News : Revitalisasi Gedung ITB

ITB Journalist Apprentice – Day 6

Pertemuan IJA selasa itu diisi oleh pemateri Kak Ria Ayu Pramnudita (Pemimpin Redaksi Kantor Berita ITB, Teknik Kimia 2010) dan Kak Vernida (Manajer Proyek Kantor Berita ITB, Teknik Fisika 2010). Inti materi dari pertemuan hari itu adalah membahas tugas kelompok kami yang berupa feature news. Tema feature news kita pada saat itu adalah Revitalisasi Gedung-gedung di ITB. Saya mendapat partner untuk meliput bersama Nabila Febitsukarizky Bunyamin dan tugas pertama kita meliput berita feature news adalah Revitalisasi Gedung Seni Rupa ITB. Berikut saya lampirkan berita yang kami kirimkan setelah mewawancarai Bapak Agus Ekomadyo (Dosen Arsitektur) dan Bapak Muslinang (Ketua Proyek Pengembangan JICA)

Dari artikel yang kami kirimkan tersebut, memang terdapat beberapa penggunaan kata yang salah atau bahkan tidak perlu. Kalau masalah penulisan memang itu mmerupakan evaluasi bagi saya karena yang melakukan wawancara ke Bapak Muslinang adalah Dede dan malam itu Dede ada latihan Paduan Suara Mahasiswa ITB.  Jadi untuk menebus dosa tidak ikut wawancara (saya ada kuliah siang itu), tugas menulis berita diserahkan kepada saya. Maklum narasumber kami cukup sibuk walhasil kami baru bisa melakukan wawancara pada hari Jumat. Hari Sabtu dan Minggu tentu saja sudah ‘sengaja’ saya agendakan untuk osjur. Saya cukup kalut mengerjakan artikel tersebut tetapi alhamdulillah sebelum tengah malam sudah selesai dan saya kirimkan ke Kak Dita. Evaluasi dari Kak Dita cukup membangun, langsung tepat ke inti kesalahan dan bagaimana memperbaikinya. Inti dari feature news adalah menangkap hal-hal yang tidak bisa ditangkap oleh flash news, ambil sisi lain dari sebuah berita. Maka dari itu kelompok kami memutuskan untuk mengangkat tema atap sirap yang banyak orang mungkin tidak sadar apa makna di balik jenis atap yang sudah lama menjadi ikon bangunan  ITB tersebut.

Anyway, saya mendapat banyak pelajaran dari tugas kali ini. Saat mewawancarai Bapak Agus Ekomadyo, saya memang merasa cupu pengetahuannya untuk bidang arsitektur (hahah padahal saya kan juga masuk fakultasnya SAPPK) tapi Bapak Agus cukup ramah dan berbicara dengan santai. Mata saya cukup terbuka dan beliau menyarankan untuk meliput mengenai dua bangunan ITB lain yang direkomendasikan untuk mendapat penghargaaan. Bangunan tersebut adalah Lab Mekanika Fluida dan Lab Hidraulika. Bangunan tersebut memiliki struktur arsitektur yang terungkap (semacem Aula Barat ITB yang legendaris ) dan ITB berusaha untuk mempromosikan kedua bangunan tersebut ke semacam organisasi pemberi penghargaan untuk bangunan bersejarah. Yah ITB sedang melakukan revitalisasi yang menurut saya cukup besar-besaran, dan konservasi bangunan bersejarah tersebut harusnya dipublikasikan. ITB itu concern loh mengenai bangunan-bangunan bersejarah yang ada di dalamnya, sehingga tidak heran kalau revitalisasi ini juga sekaligus memfokuskan pada ‘maintenance’ yaitu perawatan terhadap bangunan-bangunan tersebut.

Ragam Feature News dalam Kantor Berita ITB

Ragam Feature News dalam Kantor Berita ITB

ITB Journalist Apprentice-Day 5

Hari selasa 6 November itu, kami para peserta magang kantor berita berkumpul di ruang rapat USDI Comlabs sekitar pukul 17.30. materi hari itu adalah mengenai profile news, obituari, berita penelitian, dan campus life.

PROFILE NEWS

Pemateri hari itu untuk feature news : profile news adalah kak M. Hanif (Teknik Geofisika ’09)

Deskripsi

Berita profil memiliki sifat sifat : mencerminkan kebenaran dengan sastra, opini berdasarkan fakta; meliputi latar belakang peristiwa, sebab akibat, interpretasi, dan penjelasan fakta

Menyertakan opini yang didasarkan dengan fakta

Bersifat menyentuh perasaan

 

Aspek Khas

Tiga aspek yang harus disentuh oleh sebuah feature news adalah : prestasi narasumber, impian narasumber, dan biografi sumber. Dengan adanya ketiga aspek diatas, kita dapat membuat sebiah feature news yang membuat pembaca dari berita fitur tersebut lebih dekat dengan narasumber

 

Struktur

  • Lead

Merupakan pembuka yang mengungkapkan inti sari berita. Lead dari sebuah feature news dapat berupa lead ringkasan, lead bercerita, lead deskriptif, lead kutipan, lead pertanyaan, lead penggoda.

  • Body

Tempat dimana kita bisa mengekspresikan tulisan kita. Sebisa mungkin tetap didasarkan pada fakta.

  • Closing

Mengikat ujung-ujung berita yang lepas dan menuju kembalI ke lead. Penutup sebuah berita dibagi menjadi beberapa tipe yaitu penutup penyemangat, penutup klimaks, dan penutup kronologis

 

OBITUARY NEWS

Menjelaskan kematian seorang tokoh namun fokusnya pada kehidupa dari sang tokoh.

Struktur untuk berita obituari sama dengan struktur profile news.

 

Karakter dari berita obituari adalah ada unsur WH dan ada penjelasan mengenai kapan dan penyebab dari kematian.

 

BERITA PENELITIAN

Untuk menulis berita penelitian, reporter terlebih dahulu harus mencari topik penelitian dan narasumber terkait. Sumber berita dapat berupa web ITB, TU Fakultas, Web lain, ataupun dosen-dosen yang terkait. Sesudah itu dilanjutkan dengan studi penelitian dan interviewing.

 

Tips-tips membuat berita penelitian antara lain pelajari terlebih dahulu penelitiannya. Karena narasumber pasti akan lebih tertarik berdiskusi dengan seseorang yang sudah mengerti konten diskusinya, bukan pembicaraan satu arah. Selain itu ceritakan proses penelitiannya, manfaat, dan penghargaan yang pernah didapatkan oleh narasumber. Tuliskan artikel sejelas mungkin dan sajikan data yang mendukung, setelah itu barulah konfirmasiartikel yang sudah dibuat dengan narasumber untuk mendapatkan proofread.

 

CAMPUS LIFE

Merupakan artikel yang berisikan kebiasaan/budaya yang dalam hal ini kantor berita ITB memfokuskan pada pembahasan mengenai budaya kampus ITB. Ceritanya bersifat ringan dan santai, terkadang malah terkesan tidak terlalu penting sehingga tidak menjadi sorotan media lain. Fungsi dari profile news yang bergenre campus life ini adalah sebagai variasi atau ‘penyegar’, terkadang dapat pula berfungsi ‘memanusiakan’ ITB. Maksud dari pernyataan tersebut adalah berita campus life mengambil sisi lain dari dunia kampus ITB yang tidak hanya berisi kegiatan-kegiatan perkuliahan dan akademik, namun juga banyak terdapat kegiatan-kegiatan menarik dan menyenangkan seperti pagelaran budaya atau pengabdian masyarakat.

 

 

Feature News dalam Lingkup Kantor Berita ITB

Feature News dalam Lingkup Kantor Berita ITB

 

Journalist Apprentice – Day 4

Jam setengah 9 pagi hari itu, 3 November 201 Saya bersiap menuju gedung Annex untuk mengikuti pelatihan jurnalistik ITB Journalist Apprentice keempat. Karena saya akan izin sekitar jam 10 maka saya datang lebih dahulu, setelah sebelumnya kumpul angkatan untuk membahas persiapan MPAB. Pemateri hari itu adalah Kak Dita (TK ’10) yang akan membahas tentang feature news dan evaluasi mengenai tugas flash news pertama kami.

Fungsi dari feature news (berita fitur) adalah membuat sebuah berita menjadi menarik dan relevan.

Ciri pokok dari feature news adalah :

  • In depth news : mengulas berita secara lebih dalam. Contohnya flash news dapat dikembangkan menjadi feature news
  • Mengulas mengapa dan bagaimana. Karena kedua tersebut dapat membuat sebuah feature news menjadi lebih menarik dan menjelaskan lebih dalam.
  • Penting untuk memilih sudut pandang , galilah human interest
  • Membuat hal yang ringan menjadi menarik
  • Timeless : sebuah feature news akan bersifat relevan kapan saja. Karena sifatnya yang tidak terikat waktu dan dapat dibaca berulang-ulang.

Berita fitur di kantor berita ITB terdiri dari profil, penelitian, obituari, dan campus life.

Karakteristik berita fantara lain :

  1. Terdiri dari 500-700 kata
  2. Biasanya bertipe naratif
  3. Tenggat waktu lebih longgar jika dibandingkan flash news
  4. Gaya bahasa lebih bebas

Bagaimana caranya membuat feature news?

  • Semuanya tentang sudut pandang

        Visi kantor berita : menunjukkan ekselensi ITB melalui pemberitaan yang sesuai dengan kebutuhan dan masih  dalam koridor etika jurnalisme.

  • Bahas sisi lain dari flash news
  • Beritakan kebenaran, bukan kabar burung atau gossip

Dapat juga digunakan untuk kesempatan mengklarifikasi kejadian-kejadian yang menyangkut nama baik ITB

  • Lihat sisi positif dari setiap kejadian

         Misalnya adalah berita mengenai plagiarisme, diberitahukan pula perbaikan-apa saja   yang sudah pihak ITB lakukan untuk mencegah hal tersebut terjadi

Langkah membuat berita atau penyusunan berita :

  • Brainstorming
  • Penentuan tujuan (temukan hal menarik untuk diangkat )
  • Riset mengenai topik yang diangkat
  • Pembuatan judul dan teras berita yang menarik perhatian
  • Menggunakan gaya bahasa yang menarik
  • Pemberian kesimpulan yang esensi

sumber : catatan pribadi



Wawancara dan Lingkup Publikasi Kantor Berita ITB

Wawancara dan Lingkup Publikasi Kantor Berita ITB

Review ITB Journalist Apprentice – day 3

Rabu 24 Oktober 2012, Ruang Rapat Comlabs .berlari-lari ke kampus bagian belakang setelah selesai responsi praktikum Analisis Sosial Kependudukan.  Materi  IJA hari ini rupanya adalah tentang Wawancara dan Lingkup Publikasi di Kantor Berita ITB . pemateri kali ini adalah Kak Fikri, manajer peliputan Kantor Berita ITB.

Wawancara

Wawancara dapat dibagi menjadi dua kategori berdasarkan prosesnya yaitu lisan dan tertulis. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Untuk wawancara lisan, kelebihannya adalah mengetahui ekspresi dan suasana pada saat mewawancarai narasumber, sedangkan kekuranganya adalah terdapat batas waktu. Untuk wawancara tertulis, kelebihanya adalah narasumber bisa menyesuaikan dengan waktu senggangnya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan, sedangkan kekuranganya adalah interviewer tidak bisa merasakan atmosfer atau suasana wawancara, ada pula kemungkinan pertanyaan dibalas dalam waktu yang lama.

Menurut urgensinya, wawancara dapat dibagi menjadi wawancara kilat dan wawancara terencana.  Wawancara terencana adalah wawancara yang sebelum prosesnya pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada narasumber sudah terlebih dahulu dipersiapkan. Sedangkan wawancara kilat/ spontan jika tanpa persiapan terlebih dahulu. Terlepas dari kekurangan dan kelebihannya, masing-masing tipe wawancara akan lebih tepat jika penggunaannya disesuaikan dengan kondisi yang ada.

Pedoman Wawancara

  • Riset awal , narasumber tentu akan lebih tersanjung jika sebelumnya interviewer mengetahui pengetahuan dasar tentang konten wawancara.
  • Tetapkan apa yang ingin diketahui, sehingga wawancara nantinya memiliki arah dan pertanyaannya tidak melantur ke arah-arah yang tidak berhubungan dengan konten pokok wawancara.
  • Hindari adu pendapat.
  • Dengarkan dan tetap jaga eye contact. Usahakan mencatat poin-poin penting tanpa meninggalkan kesan kita terlalu fokus dengan catatan kita.
  • Perlihatkan rasa antusias.
  • Pastikan kelengkapan hasil wawancara, tidak ada salahnya memastikan hasil wawancara agar nantinya tidak terjadi kesalahpahaman setelah berita di-publish.

Etika Berwawancara

  • Perkenalkan diri dengan sopan
  • Jelaskan maksud dan tujuan wawancara
  • Datang tepat waktu jika sudah membuat janji
  • Hormati permintaan narasumber
  • Tidak mendiskreditkan pihak tertentu
  • Meminta izin jika ingin menggunakan alat perekam atau mengambil gambar

Bagaimana Caranya Membuat Pertanyaan Tepat ?

  • Menanyakan pertanyaan yang relevan dengan topik wawancara atau kontekstual
  • Memiliki pengetahuan dasar akan konten wawancara
  • Menekankan pada satu topik saja
  • Singkat, padat, dan langsung ke persoalan
  • Utamakan bertanya ‘why’, karena jawaban atas 5W+1H lainya lebih mudah didapat
  • Mangajukan pertanyaan yang konseptual dan sebisa mungkin dipahami oleh masyarakat umum
  • Mengajukan pertanyaan tentang masa depan

Persiapan dan Mekanisme Peliputan

Persiapan secara teknis dapat dengan memerika ulang kamera, recorder, atau buku catatan. Sesudah itu mengambil foto yang menggambarkan beritanya. Memastikan nama narasumber / orang lain juga merupakan suatu keharusan sebelum melakukan wawancara.

Mekanisme peliputan

 

Sumber peliputan bisa didapat dari milis mahasiswa, agenda rektor, milis dosen, media publikasi, jaringan informasi sosial, dan relasi.

 

Lingkup (coverage) Tulisan/Publikasi dalam Kantor Berita ITB

Kantor Berita ITB memiliki 4 produk berita, yaitu berita dalam bahasa indonesia berita dalam bahasa inggris, social media, dan agenda.

Lingkup pemberitaan di Kantor Berita ITB adalah acara-acara apa saja yang bisa menjadi bahan pemberitaan. Walau sebagian besar merupakan liputan mengenai acara-acara rektorat dan ITB,  tidak menutup kemungkinan kantor berita meliput acara badan lain selain ITB yang berhubungan baik secara langsung maupun tidak langsung dengan ITB.  Lingkup Publikasi tersebut antara lain sebagai berikut :

  • Kegiatan resmi Rektorat ITB

Misalnya berita tentang rilisnya peratura akademik baru, keputusan rektor / warektor, MoU antara ITB dengan badan organisasi lain, kunjungan badan/ organisasi/ sekolah/ institusi lain ke ITB.

  • Kegiatan unit-unit di bawah Rektorat

Misalnya liputan tentang career-day, atau kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh unit sarana prasarana, biro kepegawaian, PMO, UPT Bahasa, International student office yang biasanya berkaitan dengan beasiswa.

  • Kegiatan di bawah ITB selain eksekutif

Kegiatan-kegiatan tersebut mencakup kegiatan yang diadakan atau diikuti oleh Majelis Wali Amanat, Senat Akademik, Majelis Guru Besar, Satuan Kekayaan dan Dana, Satuan Pengawas Internal, Satuan Penjaminan Mutu.

  • Kegiatan yang bersifat akademis

Misalnya sidang dari sekolah pascasarjana, kuliah umum, atau simposium.

  • Badan lain bukan ITB tetapi berhubungan

Misalnya liputan tentang kegiatan Ikatan Alumni (pusat dan daerah) atau IOM (Ikatan Orangtua Mahasiswa)

  • Himpunan

Liputan tentang seminar, kuliah umum, talkshow, lokakarya yang diadakan Himpunan Mahasiswa Jurusan di ITB.

  • Prestasi oleh insan ITB

Liputan atau feature news tentang prestasi yang diperoleh insan ITB di perlombaan dan kompetisi di berbagai bidang.

  • Prestasi ITB sebagai Institusi Perguruan Tinggi
  • Isu-isu yang berkembang dalam masyarakat atau berhubugan dengan masyarakat ITB
  • Isu-isu yang berkembang dalam masyarakat Bandung, Jawa Barat, atau Indonesia
  • Profil insan ITB
  • Berita ITB yang dipublikasikan oleh media massa lain
  • Berita duka ( orbituari dosen atau eksekutif )

 

 

Flash News – Photo Journalism

Flash News – Photo Journalism

ITB Journalist Apprentice – Day 2

Hari Sabtu, 20 Oktober pagi itu saya berangkat menuju gedung Annex untuk mengikuti pelatihan jurnalistik. Yap hari itu bertepatan dengan hari Wisuda bulan Oktober ITB. Benar-benar hari yang sangat indah untuk sekitar 3000 sarjana muda ITB. Suasana kampus hari itu benar-benar semarak, semoga suatu saat nanti saya bisa merasakan wisuda seperti itu     ( ´ ▽ ` )ノ . Balik lagi ke Journalist Apprentice, materi hari ini adalah tentang Flash News dan Photojournalism. Pemateri untuk materi Flash News adalah Kak Divie dan untuk materi Photojournalism adalah kak Gilang.

Flash News

Adalah berita aktual mengenai liputan suatu acara yang dikemas secara ilmiah namun sekaligus menarik, idealnya terdiri dari 300-400 kata. Finishing dari flash news oleh reporter  maksimal 1×24 jam setelah kejadian dan selanjutnya  akan dievaluasi dan difinalisasi oleh pimpinan redaksi.

Dalam membuat flash news lingkup Kantor Berita ITB, terdapat aturan-aturan seperti

– Fokus ke materi acara

– Tonjolkan ke-ITBan

– Kemas secara ilmiah dan menarik.

Ketika ketiga syarat tersebut dipenuhi, maka tentu akan dihasilkan flash news yang menarik, informatif, dan sesuai dengan kebutuhan.

 

Flash news terdiri dari 4 komponen utama yaitu :

Judul Berita

Judul berita berfungsi mencerminkan isi tulisan, mempromosikan berita, dan pengarsipan. Judul berita merupakan first impression bagi pembaca, sehingga diperlukan pemilihan kata yang tepat untuk judul berita. Syarat dari judul berita adalah singkat, representatif, dan menarik. Menentukan judul berita bisa dilakukan sebelum ataupun setelah penulisan berita. Kelebihan dari penulisan judul sebelum penulisan berita adalah pengembangan tulisan lebih terarah. Sedangkan dengan penentuan judul setelah penulisan berita, kelebihannya adalah membuat judul lebih representatif.

Bagaimana membuat judul berita yang baik ?

Caranya antara lain adalah dengan eliminasi kata , standar Kantor Berita ITB adalah maksimal 12 kata. Lebih dari itu disarankan untuk mengeliminasi kata-kata yang dianggap kurang penting.

Kedua, gunakan kata-kata yang mengundang ketertarikan.

Ketiga, gunakan EYD yang baik dan benar, jika menyingkat di judul sebaiknya dijelaskan kepanjangan dari singkatan tersebut di teras berita.

Keempat, hindari penggunaan bahasa inggris.

 

Tidak jarang Kantor Berita ITB menggunakan standar penulisan judul [x] : [y]. Penulisan tersebut dapat digunakan untuk flash news ataupun feature news, tujuanya adalah untuk memperjelas konten berita dan narasumber/ acara utama. Contoh berita yang saya kutip dari itb.ac.id adalah :

Teras / Lead Berita

teras berita mengandung pernyataan-pernyataan 5W+1H , namun diutamakan untuk menyertakan when, where, who, dan what . Intinya, teras berita meliput informasi-informasi penting dari konten sebuah berita.

Untuk standar Kantor Berita ITB, umumnya teras berita dimulai dengan ‘BANDUNG, itb.ac.id – ….’ . seperti berita yang saya kutip dari itb.ac.id :

Subjudul

Subjudul bersifat tentatif. Fungsinya adalah untuk membagi isi berita menjadi beberapa pokok pembahasan. Subjudul terdiri dari minimal dua paragraf dengan satu paragraf minimal terdiri dari satu kalimat utama dan tiga kalimat pendukung.

Isi Berita

Isi berita dan judul berita harus sesuai . isi berita adalah hal-hal yang menarik dan relevan

 

Photojournalism

Adalah berita yang diceritakan dalam sebuah gambar, karena terkadang sebuah gambar dapat bercerita lebih dari seribu kata :’)

Elemen-elemen Photojournalism :

  • Timeliness (rentang waktu)
  • Objektivitas
  • Naratif (ada yang diceritakan)

Komponen dari berita foto adalah foto dan caption. Pada caption dimasukkan juga narasi tentang 5W+1H .

Rule of Third

Adalah teori yang menyatakan bahwa, jika pusat objek yang akan kita foto diletakkan pada pertemuan antara garis-garis (intersect) maka akan membuat proporsi foto tersebut lebih ‘seimbang’ dan terlihat lebih natural jika dibandingkan dengan peletakan objek di tengah .

ISO

Adalah sensitivitas terhadap cahaya, berikut adalah foto yang saya ambil untuk pengerjaan tugas ITB Journalist Apprentice

Keterangan : ISO 200

 

 

Keterangan : ISO 800

ISO tinggi : makin peka cahayanya, makin banyak noise-nya, biasa digunakan untuk low light atau foto yang membutuhkan high speed.

ISO rendah : penyerapan cahaya kurang peka, noise warnamakin sedikit karena sifatnya yang tidak peka, baik untuk daylight shot

Shutter Speed dan Aperture

Shutter speed adalah kecepatan lensa mengambil gambar. Semakin cepat mengambil gambar atau semakin kecil shutter speed-nya, semakin kecil kemungkinan hasil gambar menjadi blur. Aperture adalah bukaan pada kamera dan hal ini berpengaruh pada banyak sedikitnya chaya yang diterima. Semakin besar bukaan aperture, semakin banyak cahaya yang diterima.

Sumber : catatan pribadi

Referensi : http://oktavianaria.blogspot.com

Dasar-dasar Jurnalistik

Dasar-dasar Jurnalistik
   Journalist Apprentice- Day 1

Hari Sabtu, 13 Oktober 2012. Ruang rapat comlabs – kantin comlabs

Hari pertama dimulainya ITB journalist apprentice, kegiatan tahunan dari kantor berita ITB berupa program magang  di mana mahasisa/i ITB dapat memperoleh pelatihan-pelatihan jurnalistik selama tiga bulan, dan berlatih menjadi jurnalis. Alhamdulillah saya berhasil lolos seleksi dan diterima sebagai peserta Journalist Apprentice 2012 bersama limabelas orang lainya dari berbagai jurusan di ITB. Setelah perkenalan awal, pada pertemuan pertama hari itu kami diberi materi-materi dasar tentang jurnalistik . Horee !

Sejarah dan Definisi Jurnalistik

Pada zaman Romawi Kuno, dikenal Actadiurna  yang merupakan sebutan untuk pengumuman yang disampaikan oleh utusan kerajaan untuk rakyat. Sampai saat ini dipercaya sebagai produk jurnalistik pertama.

Journal berasal dari bahasa Prancis yang berarti catatan harian, dengan begitu kegiatan jurnalistik dapat diartikan sebagai kegiatan mencari berita yang pada prosesnya melibatkan media massa. Kegiatan jurnalistik dapat pula diartikan sebagai kegiatan mencari, mengolah, menyimpan, dan menyebarluaskan berita apapun dengan menggunakan media massa.

Pers dan Fungsinya

Pers atau perusahaan pers adalah lembaga sosial, wahana komunikasi massa yang turut melakukan kegiatan jurnalistik. Dalam keseharianya,  perusahaan pers sering disamakan artinya dengan kantor berita padahal kedua pihak tersebut memiliki perbedaan mendasar dalam hal peran. Kantor berita mencari dan menulis berita  yang juga menjadi informasi untuk perusahaan pers lainya, dapat dianalogikan dengan narasumber dari berbagai sumber informasi. Contohnya adalah kantor berita ITB yang cukup sering dikutip atau dilansir oleh berbagai website informasi lain.

Pers mempunyai beberapa fungsi antara lain :

  1. Memenuhi hak masyarakat untuk mendapatkan informasi
  2. Menegakkkan nilai-nilai demokrasi
  3. Menyebarluaskan pendapat umum

Dalam keberlangsungannya, terdapat hak-hak yang dimiliki baik oleh pihak pers ataupun pihak yang berhubungan dengan pers. Seperti :

Hak tolak            : hak yang dimiliki pers atau wartawan untuk tidak mencantumkan  narasumber yang berkaitan

Hak jawab          : hak yang dimiliki oleh orang yang bersangkutan untuk menuntut tanggung jawab atas kebenaran dari berita yang telah di-publish.

Hak koreksi        : hak yang dimiliki oleh orang yang bersangkutan untuk mengoreksi Isi dan media massa wajib melakukan koreksi setelah dilaporkan ada pihak yang menuntuk hak jawab dan hak koreksi

Orang yang melakukan kegiatan jurnalistik disebut wartawan. Wartawan sendiri merupakan profesi, bukanlah pekerjaaan. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa dalam lingkup jurnalistik terdapat kode etik yang harus dipenuhi. Selain itu, profesi memerlukan keahlian sedangkan pekerjaan tidak.

Elemen-elemen Jurnalistik

Menurut Bill Kovach (1997) , terdapat sembilan elemen dalam jurnalistik. elemen-elemen tersebut disimpulkan oleh Bill Kovach setelah melakukan survei kepada sekelompok Masyarakat tentang hal-hal  yang harus ada pada diri seorang wartawan dan apa keinginan masyarakat sendiri. Survei tersebut dilandasi keprihatinan Bill saat itu pada keadaan dunia jurnalistik yang cenderung menjurus ke arah ‘jurnalisme kuning’. Elemen-elemen tersebut antara lain

1. Elemen kebenaranan : Kewajiban pertama jurnalisme adalah kebenaran. Sudah menjadi tugasnyalah untuk menyampaikan kebenaran kepada masyarakat tanpa berpihak kepada kepentingan tertentu (disinterested pursuit of truth), malah ciri ini lah yang membedakan jurnalisme dengan media komunikasi lain. Namun, ditekankan bahwa kebenaran yang dimaksudkan tidak berarti absolut.

2. Elemen loyalitas kepada warga (citizens) :Fungsi jurnalisme seperti pemberian informasi, penghiburan, dan pengawasan hampir semuanya ditargetkan untuk warga (citizens). Walau terdapat  jurnalisme yang memang dituntut untuk melayani kepentingan-kepentingan konstituenya seperti perusahaan, pemilik saham, pengiklan, tetapi loyalitas yang paling utama haruslah diberikan kepada warga.

3. Elemen Disiplin Verifikasi : Disiplin verifikasi adalah salah satu ciri jurnalisme yang dapat membedakanya dengan media komunikasi lain seperti infotainment, propaganda, seni, atau hiburan. Jurnalisme bersifat apa adanya tanpa unsur manipulasi atau persuasi. Dapat dibuktikan dengan adanya pencarian saksi-saksi atau permintaan komentar dari banyak pihak agar berita yang dihasilkan jauh dari sifat subyektif.

4. Elemen Independensi : Independensi semangat dan pikiran harus dimiliki seorang jurnalis. Tidak terlalu membela kepentingan pihak tertentu sehingga berita yang dibuat kredibel dilihat dari akurasi, verifikasi, kepentingan untuk publik yang lebih besar, dan keinginan untuk memberi informasi.

5. Elemen Pemantau Kekuasaan : Jurnalisme berfungsi pula sebagai pemantau jalanya pemerintahan. Dengan adanya pers, pejabat dan para pemimpin didorong untuk tidak melakukan hal yang buruk dan menggunakan kekuasaanya dengan adil.

6. Elemen Diskusi Publik : Jurnalisme harus berfungsi sebagai penggagas rasa ingin tahu masyarakat dan kritik masyarakat, yang pada akhirnya membawa pada penilaian dan pengambilan sikap oleh masyarakat melalui forum publik, apapun media sosialnya.

7. Elemen Menarik dan Relevan : Jurnalis harus mampu mengubah berita penting menjadi semenarik dan serelevan mungkin. pembaca tidak akan bosan membaca berita dengan komposisi berita yang da penulisan yang baik.

8. Elemen Komprehensif dan Proporsional : Judul yang sensasional dan isi berita yang terlalu emosional bukanlah suatu produk jurnalistik yang baik. Isi berita harus proporsional , sedangkan yang dimaksud dengan komprehensif adalah sifat menyeluruh dimana jurnalis harus mencari fakta-fakta lebih jauh dan disusun dalam sebuah konteks sehingga terlihat keterkaitanya masing-masing.

9.  Elemen Hati Nurani : Setiap jurnalis harus memiliki visi sendiri dalam menulis, atau  etika dan rasa tanggung jawab. Berkaitan dengan hal kebenaran, dengan memiliki hati nurani tentu seorang jurnalis akan memiliki panduan moral dalam  etos kerjanya.

10. Elemen Jurnalisme oleh Masyarakat : Seiring dengan perkembangan teknologi, warga masyarakat dapat membuat berita atau jurnal berisikan pemikiran, opini, berita di blog masing-masing yang dikenal dengan citizen journalism. Selain blog, terdapat jurnalisme online, jurnalisme komunitas, dan media alternatif lain. Elemen kesepuluh ini ditambahkan oleh Bill Kovach dan Tom Rosenstiel dalam revisi bukunya, The Elements of Journalism. What Newspeople Should Know and The Public Should Expect yang diterbitkan bulan April 2007.

Produk Jurnalistik

 News       : informasi dari segala penjuru. Dalam bahasa Inggris,  sebenarnya News  merupakan singkatan North, East, West, dan South yang merepresentasikan kabar atau berita yang didapat dari seluruh penjuru mata angin

Vrita         :laporan mengenai suatu kegiatan yang masih hangat atau baru saja terjadi. Definisi lainya adalah berita tercepat mengenai kejadian yang faktual/ menarik dan menyangkut kepentingan orang banyak.

Views       : laporan mengenai opini kita terhadapa suatu kejadian atau berita tertentu.

Selain itu, terdapat dua produk jurnalistik lainya yaitu foto berita dan video berita, keduanya bersifat mendukung berita utama.

Unsur  dan Nilai Berita

Unsur-unsur berita merupakan 5W + 1H yang merupakan kepanjangan dari what, when, where, who, why, dan how. Apa inti dari berita, kapan kejadian berlangsung, dimana peristiwa terjadi, siapa saja pihak yang terlibat, alasan atau motif di balik suatu kejadian merupakan hal-hal yang harus ada dalam suatu berita. Ditambah dengan how yang didefinisikan sebagai bagaimana kronologis kejadian tersebut terjadi.Nilai berita merupakan hal-hal yang bisa diangkat menjadi berita. Nilai-nilai tersebuat antara lain aktual, faktual, penting/menarik, kedekatan, profil terkenal, kejadian luar biasa, prestasi, dan konflik

Jenis dan Sumber Berita

Berita langsung                   : laporan peristiwa terbaru. Bersifat cepat, lugas, tegas, dan apa adanya.

Feature                                  : laporan yang mengedepankan sisi lain dari suatu peristiwa .

Sumber berita dapat dikategorikan menjadi dua jenis yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer jika kita bertemu langsung dengan narasumber berita lalu melakukan wawancara/tanya jawab, dan sekunder jika mengutip yang tentunya memiliki aturan-aturan tersendiri.

Akhir kata, yang dapat saya simpulkan adalah materi IJA ini sangatlah membuka wawasan saya tentang dunia jurnalistik, selain membuka wawasan tentunya semakin menarik minat saya untuk lebih mengenal dunia jurnalistik. Jurnalisme kuning, kode etik jurnalisme, elemen jurnalistik merupakan hal yang baru bagi saya dan saya yakin masih banyak hal yang belum saya ketahui. Elemen – elemen dalam jurnalistik juga kembali membuat saya berfikir betapa peran media massa sangat besar pengaruhnya bagi masyarakat. Bahkan, media pers atau media massa seringkali disebut sebagai pihak ketiga terkait peranya yang mampu membentuk opini dan menggerakkan pikiran masyarakat luas. Kekuatan seperti itu tentunya harus diimbangi dengan tanggung jawab yang besar, yang ditekankan lagi dalam elemen-elemen jurnalisme seperti kebenaran, hati nurani, dan independensi. Sebelum terjun menjadi jurnalis profesional, tentu harus memahami dasar-dasar menjadi jurnalis yang baik . Sudah siapkah menjadi jurnalis yang baik ?

Sumber : catatan pribadi

Referensi : www.visitkata.com

www.lgsp.wordpress.com