Perlukah Materi ESport Game Diajarkan Di Sekolah?

Perlukah Materi ESport Game Diajarkan Di Sekolah? Sebelum membahas masalah ini, Mari Kita cari definisi dari eSport sendiri.

E-Sport adalah akronim dari Electronic Sport. ESPORT sendiri memiliki arti olahraga elektronik, Istilah olah raga elektronik ini mengacu kepada sebuah game elektronik. Game elektronik adalah sebuah permainan elektronik yang biasa dimainkan di perangkat elektronik semisal komputer, gadget, smartphone, konsol, dan lain-lain.

Sempat terlintas di benak Saya, Apakah bisa materi esport game diajarkan di sekolah maupun di universitas?

Telah Kita ketahui jika “game” dengan “sekolah”  ATAU “game” dengan “belajar” adalah hal yang berbanding terbalik. Game selalu dibuat menjadi alasan seseorang jadi malas belajar. Pasti Kalian akan dimarahin orang tua Kalian kalau sering main game tapi lupa waktu belajar. Belajar jadi males kalau sudah keasyikan main game.

Lalu apakah PANTAS jika sebuah game dijadikan bahan pembelajaran di sekolah.

Sebuah sekolah seharusnya menjadi tempat bekal untuk anak di masa depan. Apa yang diajarkan di sekolah seharusnya bisa membantu si Anak dalam menunjang karir di masa yang akan datang, saat si Anak sudah lulus dari sekolah.

Lalu dengan materi game atau materi esport, apakah Si Anak bisa mendapatkan karir?

Bisa saja, sekarang itu zamannya game lagi berkembang. Dunia pertandingan eSport juga semakin marak dilaksanakan. Banyak yang berkeinginan mengikuti lomba eSPort karena jumlah hadiahnya yang mencapai nominal jutaan, putuhan juta, ratusan juta, hingga milyaran. Tentu hadiah yang ditawarkan akan membuat banyak orang menjadi tertarik ingin menjadi seorang game profesional.

Mungkin, alasan inilah yang menjadikan sekolah SMA 1 PSKD di Jakarta Pusat, membuka materi eSPORT gaming pertama di Indonesia. Karena mungkin Mereka sadar jika eSport menjadi peluang yang bagus untuk mencapai kesuksesan siswa-siswanya di masa depan. Sekolah lain juga mengadakan ajaran eSport juga seperti di Sekolah Bina Bangsa di Malang. Ya, semoga saja sekolah-sekolah lain atau bahkan universitas juga memberikan pembelajaran eSport game bagi murid-muridnya.

Namun masalahnya adalah, tidak mudah mengikuti lomba eSPort. Kamu harus berlatih memainkan game yang sering dilombakan di eSport. Cara mudahnya adalah, Kamu harus download game gratis yang sering dimainkan di esport seperti: game Dota2, Counter Strike, Point blank, League of Legends, Mobile Legends, Clash Royal, dan lain sebagianya.

Bolehkah Kita Belajar Sambil Mendengarkan Lagu?

Bolehkah Kita Belajar Sambil Mendengarkan Lagu?

Yeah Mungkin pertanyaan diatas sering ditanyakan oleh seorang pelajar / mahasiswa. Sebagian orang mungkin berfikir jika belajar itu membosankan sedangkan mendengarkan lagu itu menyenangkan. Walaupun begitu, belajar itu adalah hal yang penting bagi mahasiswa, apalagi Kita adalah mahasiswa ITB, karena ITB (Institut Tekonologi Bandung) adalah salah satu kampus terbaik dan terpopuler di Indonesia. Jadi teman-teman ITB harus rajin belajar ya.

Karena aktivitas belajar dianggap membosankan, maka akhirnya beberapa orang tersebut mulai mencari sesuatu agar suasana belajar tidak jadi membosankan. Lalu akhirnya Mereka mulai menyalakan mp3 player dan mulai mendengarkan lagu sambil belajar. Biasanya sih Mereka itu mendengarkan lagu yang paling disukai. Namun apakah benar jika mendengarkan lagu saat belajar itu bisa membantu Kita dalam proses belajar? Alih-alih ingin mendapatkan suasana belajar yang nyaman, ternyata belajar sambil mendengarkan lagu itu memberikan dampak yang negatif.

Dampak Negatif Belajar Sambil Mendengarkan Lagu

  1. Belajar jadi tidak bisa konsentrasi.
  2. Bukannya fokus belajar malah fokus mendengarkan lagu.
  3. Bukannya belajar malah tambah ikut nyanyi.
  4. Karena tidak fokus belajar, akhirnya nilai  ujian jadi hancur.

Pendapat tentang belajar sambil mendengarkan lagu itu buruk, bukanlah pendapat pribadi semata, melainkan sudah ada bukti ilmiahnya. Bukti ilmiah ini sudah dibuktikan oleh beberapa ahli.

Sebuah penelitian oleh jurnal Applied Cognitive Psychology,  melakukan percobaan dengan meminta peserta mengingat delapan data dalam urutan. Penelitian ini dikerjakan di lima kondisi berbeda, yaitu lingkungan yang tenang, diperdengarkan musik yang disukai, musik tak disukai, data tidak stabil (urutan acak) dan data stabil.

Dan ternyata hasilnya adalah: kemampuan mengingat peserta buruk saat kondisi mendengarkan musik, baik musik yang disukai maupun yang tak disukai, juga saat dilakukan mengacakan data. Sedangkan ingatan paling bagus terjadi ketika berada pada lingkungan yang tenang dengan data yang tetap atau stabil.

Nick Perham, peneliti dan dosen di School of Psychology, University of Wales Institute di Cardiff,  mempublish di Health24, pada Jumat (6/8/2010). Bahwa,  “Rendahnya daya ingat partisipan pada saat mendengarkan musik dan mengalami data acak terjadi karena adanya variasi di lingkungan akustik. Hal ini merusak kemampuan untuk mengingat urutan data dan pengulangan,”

Nick Perham menjelaskan bahwa untuk mengingat data juga diperlukan kemampuan untuk mempertahankan kontrol informasi dalam jangka pendek, yaitu melalui pengulangan memori.

Tetapi hal itu tidak akan terjadi saat lingkungan belajar atau tempat untuk mengingat mengalami variasi akustik atau perubahan bunyi, seperti dengan latar belakang musik.

Nick Perham merekomendasikan: “Ketika Anda belajar dengan tujuan untuk mengingat, maka carilah lingkungan yang tenang,”

Nah hayo, sudah ada bukti ilmiahnya jika belajar sambil mendengarkan lagu itu tidak baik. Apakah Anda masih melakukan kegiatan belajar sambil memutar lagu? Sebaiknya Anda hentikan sekarang juga. Belajar ya belajar, mendengarkan lagu ya mendengarkan lagu, jadi jangan digabungkan.