ITB Patut Perhitungkan Kampus ini Dalam Kontes Robot

PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA SEMAKIN MENGGELUTI AJANG KONTES ROBOTIKA

Kontes Robot merupakan ajang bergengsi bagi kampus yang memiliki teknologi maju di Indonesia. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa ITB sebagai salah satu Kampus teknologi terbaik dan tertua di Indonesia telah menorehkan berbagai prestasi dalam Kontes Robot di tanah air baik yang diadakan pemerintah maupun pihak swasta. Namun dalam perkembangan ilmu pengetahuan teknologi (adanya era Revolusi Industri 4.0) yang semakin pesat saat ini, perguruan tinggi lain sudah mulai mengembangkan teknologi robotika dan mulai menorehkan nama dan prestasinya di ajang nasional. Simak Daftar Kampus-kampus Indonesia yang berjaya di ajang bergengsi Kontes Robot nasional.

1. Universitas Teknokrat Indonesia

Universitas Teknokrat Indonesia yang berlokasi di Kota Bandar Lampung berdiri pada tahun 2017 (sebelumnya merupakan Sekolah Tinggi dan Akademi). Walaupun berusia masih cukup muda, Universitas Teknokrat Indonesia telah menjadi salah satu perguruan tinggi swasta terbaik di Lampung dan sudah memiliki segudang prestasi terutama di bidang Teknologi Informasi dan Robotika dengan mengandalkan tim Robot yang dikenal dengan sebutan Krakatau FC.

Prestasi yang ditorehkan Robot Sepak Bola Indonesia karya cipta Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia telah berhasil memboyong 3 piala dalam ajang bergengsi Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid, yang digelar 7-8 Oktober 2020. Pada event yang diselengarakan pusat prestasi nasional Kementrian Riset Teknologi dan pendidikan tinggi (Kemenristekdikti) RI dan Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut, Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) memborong juara dari semua kategori yakni KRSBI Humanoid Menggiring Bola, KRSBI Kategori Lari, dan KRSBI Kerjasama robot.

Dalam bidang Teknologi Informasi dan Robotika  mahasiswa UTI telah dilatih untuk bisa mengembangkan kemampuan dalam bidang mekanika, manufaktur, elektronika, pemograman, artificial intelligent, image processing, komunikasi digital, strategi, kemampuan meneliti dan menulis artikel. Selain itu mahasiswa UTI juga sangat concern terhadap sikap disiplin, toleransi, sportifitas, kerjasama, saling menghargai, kontrol emosi dan kemampuan softskill lainnya.

Dengan sistem pelatihan  dan training yang baik, serta ditunjang dengan riset memadai Universitas Teknokrat Indonesia telah mengukir prestasi di ajang-ajang berikut:

1. Juara Asean Robot Kapal Selam Kategori Explore.
2. Juara I Kontes Robot Sepak Bola Indonesia (KRSBI) Humanoid.
3. Juara I Kontes Robot Seni Tari Indonesia (KRSTI) Regional 1.
4. Juara Umum dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) 2019 Regional 1,
5. Juara Nasional Robot Kapal Selam Indonesia

2. Universitas Gadjah Mada

Sudah tidak diragukan lagi, Universitas Gadjah Mada (UGM) masuk ke dalam list ini. Sebagai Universitas Top-1 di Indonesia, UGM telah menggeluti bidang Robotika sejak lama dengan tim Gama Force nya. Gama Force disiapkan untuk mengikuti perlombaan Kontest Robot Terbang Indonesia (KRTI) yang diselenggarakan oleh Dikti setiap tahunya.  Gama Force terbentuk pada tahun 2013 untuk mengikuti lomba KRTI di Bandung dengan tuan rumah ITB. Pada mulanya Tim ini hanya terdiri dari Mahasiswa Jurusan Mesin UGM.

Dalam lomba KRTI tahun 2013, Tim Gama Force belum membawa hasil yang memuaskan. Tahun 2014, lomba KRTI diadakan di Pasuruan dengan tuan rumah PENS, Tim Gama Force memperoleh penghargaan Sistem Terbaik. Dikarenakan prestasi yang tidak kunjung membaik, akhirnya Tim Gama Force mengambil inisiatif untuk mengajak jurusan lain seperti Jurusan Elins (Elektronika dan Instrumentasi), Jurusan Teknik Fisika, Jurusan Teknik Geodesi, Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Jurusan Teknik Industri dan Jurusan Teknik Elektro D3 UGM. Berkat penggabungan berbagai disiplin ilmu tersebut, pada tahun 2015, Gama Force berhasil memperoleh juara Umum dalam ajang Kontest Robot Terbang Indonesia yang diadakan di Lanud Gading,

3. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

Prestasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di bidang robotika tak perlu dipungkiri lagi. ITS memiliki Robotics with Intelligent System atau dikenal dengan sebutan tim IRIS. Sepak terjangnya selama empat tahun mengikuti  Kontes Robot Indonesia (KRI) terbilang cukup gemilang, hal ini membuktikan ketekunan IRIS sebagai tim robot ITS untuk terus berinovasi di bidang Robotika.

Berawal pada tahun 2016, ITS membentuk tim IRIS untuk mengikuti kompetisi bergengsi KRI pada kategori Kontes Robot Pemadam Api Indonesia (KRPAI) Divisi Beroda. Menurut keterangan Krisna Pramudya Dharma selaku ketua tim IRIS, pada lomba perdananya dalam KRI, tim IRIS masih belum bisa membawa pulang piala kemenangan. Sebagai tim yang masih sangat belia kala itu, kegagalan tersebut tak meruntuhkan semangat tim IRIS untuk meraih kemenangan yang mereka dambakan

Namun, perjalanan tim IRIS menuju kesuksesan tak semudah membalikkan telapak tangan. Pada tahun 2017 tim IRIS harus tersingkir di fase delapan besar KRSBI. Sementara itu, di tahun 2018 mereka harus puas dengan posisi runner up. Hingga akhirnya, titik tolak keberhasilan tim IRIS terjadi pada tahun 2019. Tak tanggung-tanggung, pada tahun 2019 tim IRIS berhasil meraih juara pertama sekaligus juara desain dan strategi terbaik di KRSBI Beroda yang diselenggarakan Dikti.

Generasi Milenial: Jadi Model dan Mahasiswa Kenapa Tidak?

Menyukai Modeling sebagai Hobi

Menggabungkan hobi modeling dan pendidikan dalam kehidupan sehari-hari tidaklah menjadi penghalang. Terbukti Joya Iffyni Alayka salah satu mahasiswi Universitas Teknokrat Indonesia yang memiliki hobi di dunia modeling ini dalam membagi pengalamannya dalam membagi waktu antara hobi dan pendidikan.

Simak Tips Menjadi Model dan Mahasiswa berikut

Joya menjelaskan, belajar di Universitas Teknokrat Indonesia ini menyenangkan. Ia mengatakan, suasana pembelajaran seperti itu sangat dibutuhkan. Apalagi selama masa pandemi di mana semua mata kuliah dijelaskan dosen dengan cara daring. “Enggak masalah daring juga. Asal dosen dan semua mahasiswanya siap, pembelajaran bisa berjalan dengan baik,” kata dia.

Joya menuturkan, dosen di Universitas Teknokrat Indonesia sangat kompeten di bidangnya. Dengan begitu, penguasaan materi oleh dosen sangat baik. Karena itulah penerimaan mahasiswa juga maksimal. Pihak kampus memberikan peluang seluas-luasnya kepada mahasiswa untuk mengembangkan bakat dan hobinya. Termasuk dalam dunia fotografi baik menjadi fotografer maupun model, apalagi itu juga ikut menambah pengalaman dalam dunia kerja.

Selain itu, dosen-dosen juga diberikan keleluasaan dalam hal penyelenggaraan pembelajaran secara daring.  Segala aktivitas mahasiswa di luar yang positif berdampak pada nama baik almamater sehingga sepenuhnya semua aktivitas mahasiswa akan terus mendapatkan dukungan selagi masih bisa menyeimbangkan antara studi dan hobi.

Dalam menggeluti dunia modelling, perlu diperhatikan juga bahwa mahasiswa harus bisa mengatur dan memahami kiat-kiat dalam menggeluti dunia modelling. Simak kiat-kiat berikut:

1. Penampilan Menarik

Salah satu syarat menjadi model catwalk yang sudah diketahui orang banyak yaitu memiliki wajah menarik dan tubuh proporsional. Sudah menjadi hal lumrah di mana model baik pria maupun wanita harus identik dengan wajah cantik rupawan beserta tubuh yang ideal.

2. Kepribadian dan Karakter

Menjadi seorang model yang ideal harus didukung dengan kepribadian dan karakter yang kuat. Kepribadian di sini merupakan hal penting di mana seorang mahasiswa harus bisa menjaga tutur bicara perkataan, gestur tubuh, dan kesesuaian sikap dalam berkomunikasi. Sedangkan karakter akan memberikan kesan unik sehingga karir model akan menjadi lebih tahan lama karena keunikan karakter tersebut.

3. Disiplin dan Kerja Keras

Tidak bisa dipungkiri bahwa disiplin dan kerja keras dalam dunia model maupun kampus menjadi kunci kesuksesan. Tidak banyak model sekaligus mahasiswa bisa menjalankan tugas secara bersamaan. Namun dengan kedisiplinan dan kerja keras mahasiswa itu akan mencari cara agar terus dapat mengelola waktu dengan baik, mempelajari hal-hal baru yang berguna bagi karir modelingnya dan memberikan yang terbaik untuk setiap event-event yang diikutinya.