Donor Darah

Sebenarnya donor darah ini dilakukan pada tanggal 11 April lalu, bisa dibilang agak basi, namun tentunya kalau pelajaran dan manfaat yang didapat tidak akan pernah bisa basi dong 😉

Mengapa saya tulis ini? Karena selain ingin memaparkan manfaat donor darah, saya juga cukup merasa berkesan, inilah donor darah pertama saya, padahal acara semacam ini sudah sering sekali saya lihat, apalagi di sekitar lingkungan fakultas saya dan fakultas tetangga, nama acaranya ‘Donor Darah 4 Labtek’. Akhirnya, bersama 2 teman saya setelah mengerjakan pekerjaan di lab, tempat donor darah itu dituju.

Sebelum mendonorkan darah, tentunya dilakukan cek kesehatan dahulu, seperti berat badan, kadar hemoglobin darah, dan golongan darah tentunya, juga dilakukan wawancara tentang kesehatan saat itu, misalnya seperti tidur berapa jam, sudah sarapan atau belum, dalam waktu dekat minum obat atau tidak, dan sebangsanya. Dari tahapan ini sebenarnya kita sudah memperoleh keuntungan, yaitu kita mendapatkan konsultasi kesehatan gratis, dan tahu apa saja yang harus kita perbaiki dalam menjaga kesehatan jikalau pada saat itu kita dinyatakan tidak sehat. Belum lagi kalau yang belum tahu golongan darah, disitu kan diperiksa gratis, hehe… *tapi masa iya sih udah kuliah ga tau golongan darah sendiri*.

Untuk menjadi pendonor, berat badan kita minimal harus 50 kg, tidak sedang mengonsumsi obat, tidur minimal 5 jam semalam sebelum donor, sudah makan, dan tidak sedang menderita pusing, sakit kepala, dan sebangsanya. Oh iya, bagi wanita, yang haid dan hamil juga tidak boleh. Jika merasa tidak memenuhi itu, sebaiknya jangan mendonorkan darah, demi kesehatan diri saat itu.

Dan inilah pengalaman saya, ketika itu Alhamdulillah saya memenuhi persyaratan. 2 orang teman saya yang rajin ke donor darah malah saat itu sedang tidak memenuhi syarat. Kadar Hb mereka terlalu rendah. Jadi diantara ber-3, hanya saya yang mendonorkan saat itu. Hal ini juga membuat saya teringat untuk tidak lupa bersyukur, ya bersyukur, berarti saat itu saya dalam keadaan sehat sekali. Kemudian saya disuruh duduk di kursi yang mirip dengan kursi untuk bersantai di pinggir kolam renang atau pantai 😀 namun di pinggirnya banyak alat-alat untuk menunjang proses pengambilan darah.

Saat mata menikmati pemandangan pohon-pohon dadap merah di sekitar 4 labtek, terasa bahwa jarum sudah masuk ke pembuluh darah dan saat saya lihat, darah sudah mengalir masuk ke dalam labu. Oke, tinggal duduk bersantai, melanjutkan menikmati pemandangan, atau tangan yang satunya sambil twitteran misalnya, atau dadah-dadah sama teman yang di sekitar situ (ngapain nih), atau sambil ngeceng-ngeceng juga bisa.

Menurut pengetahuan saya, darah yang diambil itu sekitar 450 mL, tetapi waktu saya tanya kemarin, diambilnya sekitar 400 mL saja. Ya kira-kira mungkin segitu lah ya. Dan seriusan, diambil darah seperti itu tidak menyakitkan seperti digigit dan disedot vampir #yakali *kayak yang ada aja*. Selain dimasukkan dalam labu, beberapa mL darah kita juga diambil untuk pemeriksaan lebih lanjut seperti pemeriksaan hepatitis, HIV, dan sebagainya. Di sinilah keuntungan lainnya, kita bisa mengetahui jika ternyata kita terkena suatu penyakit serius, karena ini memang prosedur standarnya. Ya amit-amitlah ya kita punya penyakit-penyakit seperti itu.. hiii… Naudzubillah…

Selesai diambil darah, kita tetap disuruh duduk sejenak di situ untuk berjaga-jaga kalau terasa pusing. Jika merasa tidak pusing, kita bisa langsung saja ke pos pengambilan kartu donor dan mendapatkan makan minum gratis! 😀 Selain makanan dan minuman gratis, kita juga mendapatkan suplemen penambah darah untuk beberapa hari. Hmmm… lumayan banget tuh, gratis, dan keuntungan yang diperoleh banyak sekali jika menjadi pendonor. Apa saja, ini dia:
1. Kita mendapat pemeriksaan dari dokter secara gratis, sudah dijelaskan di atas,
2. Dengan mendonorkan darah, sumsum tulang belakang akan terstimulasi untuk memproduksi sel-sel darah merah baru. Sejumlah darah yang hilang itu akan digantikan dengan yang baru. Fresh. Gres. Ibaratnya seperti kita menggunakan barang baru, pasti segalanya terasa enak bukan, berbeda dengan memakai barang lama atau barang bekas,
3. Dapat menurunkan resiko penyakit jantung dan stroke, karena dengan mendonorkan darah, kadar zat besi dapat terjaga. Zat besi berlebihan dalam darah dapat bereaksi dengan senyawa kolestrol dan hasil reaksinya dapat menumpuk pada dinding arteri sehingga dapat menyumbat. Hiii mengerikan…,
4. Dapat mendeteksi penyakit serius sejak dini, seperti yang telah disebutkan di atas,
5. Dapat membantu diet. Lho kok bisa? Ya, karena dengan mendonorkan darah sekitar 450 mL tersebut, sekitar 650 kalori terbakar. Wooow lumayan banget kan, kalau teratur donor darah, dijamin singset deh badan tuh :p ,
6. Dapat kesehatan psikologis juga. Benar-benar terasa sekali memang, karena setelah mendonorkan darah, rasanya itu puaaaas sekali, karena kita tahu bahwa kita akan menolong orang yang membutuhkan dan orang bisa terselamatkan dengan apa yang kita kasih itu,
(sumber bacaan: http://www.rsi.co.id )
Oh ya, satu lagi yang terpenting:
7. Mendapat pahala 🙂 Tapi tentunya harus ikhlas dalam menjalaninya ya 🙂

Wah, selain bermanfaat bagi yang menerima donor, ternyata lebih banyak lagi manfaatnya untuk si pendonor ya. Seriusan lho, setelah donor darah saat itu rasanya besoknya ingin mendonorkan lagi, hehehe. Tetapi tentu itu tidak boleh, karena jarak minimal untuk pendonoran darah selanjutnya adalah 70 hari, atau sekitar 2,5 bulan atau 3 bulan lah amannya. Benar-benar terasa lho manfaatnya… 🙂 Saya menulis ini pun bukan untuk menyombongkan diri atau riya karena telah mendonorkan darah, tetapi karena saya juga ingin teman-teman dan para pembaca merasakan juga manfaat-manfaat yang super dari donor darah, seperti yang saya dan pendonor lainnya rasakan. Baru pertama kali saja saya sudah seperti ini, apalagi jika rutin setiap 3 bulan sekali ya. So, tunggu apa lagi buat donor darah?? 😉

3 thoughts on “Donor Darah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *