Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Apakah memrogram harus mengetik?

November 25th, 2011 | pebbie

Share/Bookmark

Salah satu alasan saya mendalami bidang informatika adalah karena saya suka memrogram (membuat program). Saya sendiri lebih suka menggunakan istilah memrogram daripada membuat perangkat lunak (develop software). Istilah memrogram punya makna yang tidak dibatasi oleh software tapi bagi saya punya makna bermain menyusun mewujudkan hal-hal yang sebelumnya hanya bisa hadir dalam bayangan. Pemaknaan ini buat saya penting, salah satu keuntungannya adalah kalau ditanya “apa yang kamu kerjakan?” bisa dijawab dengan “mewujudkan impian”. Bagi saya, tidak ada pekerjaan lain yang lebih menyenangkan daripada itu.

Beberapa hal yang membatasi adalah selama ini program ditulis sebagai teks, memang ada beberapa metode lain yang sudah dilakukan oleh orang diantaranya memrogram melalui diagram, atau dalam kasus robotik ada cara memrogram robot dengan cara memperagakan contoh.

Akibat dari wujud program yang berupa teks maka pada umumnya perangkat yang dibayangkan untuk memasukkan atau mengubah teks adalah keyboard. Biarpun perangkat genggam sekarang pada umumnya sudah memiliki layar sentuh tetapi untuk memasukkan teks maka tetap harus ada keyboard.

Saya membayangkan bahwa memrogram bisa jadi tidak harus menggunakan keyboard *yang sering membuat pegal atau membutuhkan postur tertentu untuk menggunakannya dengan efisien*. Salah satu usaha yang sedang saya lakukan adalah membimbing mahasiswa tugas akhir untuk mempermudah pekerjaan memrogram menggunakan perangkat genggam. Dalam pikiran saya sekarang, saya membayangkan berbagai alternatif cara memrogram. misalnya dengan memanfaatkan tabletop(*) sehingga proses memrogram bisa dilakuakan secara kolaboratif, atau memrogram melalui gerakan tangan memanipulasi kode yang diproyeksikan ke layar melalui proyektor (**) atau mungkin berupa hologram. Bermimpi lebih lanjut lagi, saya membayangkan bagaimana agar semua orang termasuk yang mengalami keterbatasan (penglihatan, gerakan tangan) juga dapat menikmati ‘indahnya’ memrogram seperti yang saya alami dan membuka kesempatan bagi mereka untuk dapat memrogram dan berkolaborasi dengan orang yang sehat.

*: saya sempat menghubungi profesor di cambridge UK mengenai hal ini namun sepertinya tidak ditanggapi serius. sepertinya kesempatan baik untuk mengungguli cambridge pada masalah ini 🙂
**: saya dalam tahap mempersiapkan hal ini lewat tugas akhir pengenalan gerakan menggunakan kinect, berikutnya perlu estimasi fokus pandangan (gaze/eye tracking) melalui kamera

Sistem Informasi Intelijen

November 25th, 2011 | pebbie

Berdasarkan pembagian tugas mata kuliah di rapat KK 10 November kemarin, semester besok saya mendapat tugas mengajar mata kuliah baru (bagi saya) yaitu SII (Sistem Informasi Intelijen). Kelas ini dulunya diampu oleh Ibu Ayu Purwarianti dan membahas tentang Data Mining, namun ternyata materi tentang data mining sudah dibahas di kuliah Business Intelligence sehingga isi kuliahnya perlu diubah dan saya ditugaskan untuk mengisinya.

Saya sendiri rencananya akan mengisi mata kuliah ini dengan topik Visualisasi Informasi. Sungguh disayangkan pada program studi Sistem dan Teknologi Informasi dipelajari berbagai macam proses dan pemanfaatan informasi tetapi tidak pernah dibahas secara khusus mengenai bagaimana menyajikan informasi secara efektif kepada pihak yang membutuhkan. Materi-materi yang akan dieksplorasi diantaranya (belum diurutkan) :

  • Pemrosesan Informasi Visual pada Manusia
  • Model Informasi dan Karakteristiknya
  • Proses Visualisasi oleh Komputer
  • Komunikasi Visual dan Estetika
  • Teknik-teknik menyajikan Informasi
  • Perilaku Manusia Berinteraksi dengan Informasi
  • Mengevaluasi Visualisasi

Source Code Visualization

November 25th, 2011 | pebbie

Setelah semester ini ada yang membantu dalam proses mewujudkan manipulasi source code yang lebih alami, tiba-tiba terbesit ide untuk melakukan summarization atau perangkuman dalam domain source code yang merupakan bahasa yang lebih terstruktur dibandingkan bahasa alami. Hal ini dirasa perlu karena untuk mengidentifikasi metode yang tepat dalam melakukan visualisasi, perlu dikaji mengenai sifat atau karakteristik intrinsik dari data yang divisualisasikan.