Skip to content


Komentar Saya tentang OSKM ITB Kemarin (+ Klarifikasi)

Kemarin saya mengunjungi ITB untuk beberapa urusan dengan mahasiswa Himpunan Informatika. Kebetulan kemarin juga ada acara upacara penyambutan mahasiswa baru ITB yang selanjutnya diikuti oleh OSKM. OSKM ini semacam ospek di ITB tapi target pesertanya seluruh mahasiswa ITB.

Meski saya menikmati menonton acara OSKM ini (cuci mata melihat mahasiswi-mahasiswinya :P) saya pribadi merasa acara ini sudah tidak terlalu (atau mungkin memang tidak pernah) efektif. Beberapa alasan sudah ditulis oleh Pak Budi Rahardjo. Beliau mengomentari orasi yang dilakukan oleh panitia OSKM.

Saya sangat setuju dengan beliau. Dari jaman saya tingkat pertama, cara orasi komandan lapangan yang sudah tradisi turun temurun hingga sekarang itu sangat aneh. Kenapa sih harus kesannya galak dan terputus-putus. “Kalian…. Mahasiswa…. Mahasiswi… ITB….”. Sadar gak, sih kalau orasi seperti itu tuh aneh. Sama sekali tidak menyampaikan makna. Hanya menyebarkan rasa takut dan membuat drama. Terlalu banyak nonton sinetron.

Apa sih yang ingin ditanamkan dengan menyebarkan rasa takut seperti itu? Biar para mahasiswa siap mental dimarah-marahin di dunia kerja? Serius, itu alasan yang paling bodoh yang pernah saya dengar. Kenapa harus dari awal langsung dikondisikan para mahasiswa agar mereka siap untuk dimarah-marahi? Apa karena Indonesia ini sudah terlalu lama dijajah oleh Belanda? Apa karena bangsa kita ini sudah terlalu terbiasa menjadi budak negara-negara lain? Apakah kita sudah terlalu nyaman dengan kepercayaan diri yang rendah ketika ingin berkompetisi dengan orang-orang dari negara lain?

Dunia kerja memang keras, tapi saya merasa dimarah-marahi selama seminggu bukanlah cara yang tepat untuk memotivasi dan mempersiapkan generasi muda ke masyarakat. Budaya masyarakat Indonesia seperti apa yang ingin kita bentuk dengan metode seperti itu?

Kalian sudah kasih apa ke rakyat?

Saya melihat wujud mahasiswa ITB yang tidak memiliki integritas, wujud munafik, dan wujud orang-orang yang terlalu omong besar. Tradisi itu tidak pernah berubah. Ketika mahasiswa baru dimobilisasi dari upacara penerimaan di Sabuga ke pembukaan OSKM di Plasa Widya, mereka yang menamakan diri mereka sebagai “massa kampus” membentuk sebuah pagar untuk “menyambut” barisan mahasiswa baru. Mahasiswa baru datang dan lengkingan bertebaran di sana-sini.

Sembari menunggu download di Comlabs, saya menyempatkan diri untuk mengumpulkan teriakan-teriakan yang dilontarkan oleh massa kampus tersebut dan menuliskannya di Twitter.

“Selamat datang calon2 pengangguran ITB!!!”
“Jas almamaternya dipakeee!! Sayang udah dibeli mahal2!!”
“Eh itu jangan pegang2 tangan ya! Jangan curi2 kesempatan!”
“Berasa sudah santai ya masuk ITB??!!”
“Woi, yang cepet! Tapi jangan lari!”
“Ini namanya pemimpin global? Ini sih pemimpin gombal!”
“Bangga kalian sama jas almamater kalian?”

Dan satu adegan yang bikin saya kesal adalah dari barisan mahasiswa-mahasiswa berjaket hijau tapi bukan HMIF yang kebanyakan mahasiswi yang perilaku membuat kesal. Setiap ada yang lewat, mereka selalu berteriak, “Eh, kalian tau masalah bangsa ini gak? Kalian tau solusinya gak?” “Eh kalian khan mahasiswa ITB, harusnya bisa nyelesain masalah bangsa dong!“. Ketika terlihat ada mahasiswa baru yang senyum, ada mahasiswi yang berteriak, “Kalian senyum ketawa tapi rakyat menangis!“. Yang membuat sebal adalah ketika para mahasiswa baru sudah agak sepi, kumpulan mahasiswi ini ketawa-ketawa bercanda sendiri.

Segitu mudahnya mereka membawa-bawa rakyat dan negara ini hanya untuk kepentingan dramatisasi ospek?

Suasana OSKM

Yang terakhir, saya selalu mempertanyakan kenapa sih para panitia OSKM ini nampaknya selalu mengkondisikan diri sebagai oposisi dari rektorat. Seakan-akan rektorat itu adalah pemerintahan yang opresif yang harus dilawan dengan anarki. Apakah memang mahasiswa harus selalu menjadi pemberontak terhadap aturan-aturan rektorat?

Saya menulis seperti ini bukan karena saya tidak suka acara OSKM. Tujuannya memang bagus untuk mengumpulkan semua mahasiswa ITB dan menjalin kekerabatan antar mereka (biarpun saya sendiri juga akhirnya lupa sama orang-orang yang saya kenal di OSKM, tapi memang sesuatu yang tidak berguna bagi saya bukan berarti tidak berguna bagi orang-orang lain.). Saya melihat acara ini sudah terlalu mentradisi (sangat ironi bagi mahasiswa yang katanya agent of change tapi akhirnya terjebak dalam tradisi yang dibuat oleh pendahulu), sudah terlalu banyak drama, sudah terlalu banyak kemunafikan.

Dan pertanyaan saya, memang perlukah tradisi seperti ini diteruskan?

*NB*:
Mungkin saya perlu menulis juga tentang latar belakang saya ketika menjadi mahasiswa. Saya masuk ITB dari jalur khusus yang bayar 45 juta. Dan saya bukan mahasiswa yang aktif di himpunan ataupun di KM ITB. Saya tidak pernah tertarik ikut jadi panitia ospek himpunan maupun ospek ITB. Saya hanya aktif di sebuah unit tenis meja (bukan tergolong unit-unit keras seperti Menwa dan vokal seperti PSIK). Ketika itu saya mengemban amanah menjadi ketua unit yang hampir dilupakan oleh semua calon presiden KM ITB di tahun tersebut. Saya juga bukan mahasiswa berprestasi, tapi untungnya IPK saya masih di atas rata-rata angkatan. Selain jadi ketua unit saya banyak sibuk di beberapa proyek serta riset dosen. Di samping itu juga saya sering menjadi freelance programmer untuk menambah uang jajan dari orang tua . So, feel free to judge me afterwards.

**NB**:

Beberapa tulisan yang senada

**KLARIFIKASI**

Saya ingin mengklarifikasi kalau yang saya kritik adalah tata cara penyampaian materi yang saya rasa sudah sangat usang dan selain itu juga tidak dijalankan dengan baik. Yang penting di sini, saya sama sekali tidak bermaksud menyudutkan salah satu himpunan mahasiswa yang saya sebutkan di sini. Saya sangat menyayangkan kalau ada rekan-rekan yang melakukan interpretasi seperti demikian. Jadi saya sangat mengharapkan kedewasaan dari rekan-rekan yang membaca ini untuk melihat secara garis besarnya tanpa langsung menyudutkan himpunan dari adik-adik yang sempat saya bahas di atas. 🙂

Mengutip pernyataan perwakilan resmi dari himpunan tersebut.

Assalamualaikum,

Selamat malam teman2 yg sedang membaca blog ini. Saya mewakili himpunan yg sempat terbahas dlm blog ini, ingin meluruskan, bahwa konten yg dimaksud dalam blog ini, tidak bermaksud utk mendeskripsikan himpunan tertentu, hal yg ingin diangkat dalam blog ini adalah mengenai metode dan tata cara massa kampus secara umum dalam menyampaikan materi yg disampaikan kepada maba 2012. Hal ini sudah saya pribadi perbincangkan dgn pembuat blog dan kami sepakat bahwa konten dlm blog ini tidak menjurus kepada himpunan tertentu dan hal yg kita bersama tuju adalah mengenai penyampaian massa kampus secara umum. Harap hal ini dapat menjadi pembelajaran bagi kita semua. Jadi mohon utk teman2 yg membaca blog ini dapat memaknai lebih dalam konten yg dimaksud dalam blog ini. Semoga hal ini dapat bermanfaat bagi kita semua untuk ITB yg lebih maju dan dewasa.

Regards,
Adhitya Nur R
15309048

Posted in Acara, Kampus, Mahasiswa.

Tagged with , .


Selamat Pulang, Para Jawara Robotika ITB

Saat hendak pulang dari kampus tadi saya berpapasan dengan bus besar di gerbang depan ITB beserta kumpulan orang banyak. Seperti rombongan yang pulang dari karyawisata, mereka sibuk mengangkut barang keluar dari bus. Dari barang-barang yang diangkut itu banyak di antaranya adalah….. robot.

Sejujurnya saya tidak tahu robot-robot di atas ini fungsinya apa. Tapi keliatannya sangat keren!

Continued…

Posted in Acara, Kampus, Mahasiswa, Prestasi.

Tagged with , , , , .


SNMPTN!

Meski ITB sudah resmi libur dari kegiatan kuliah sejak pekan UAS lalu, keramaian masih saja terlihat di dalam komplek kampus siang ini. Tapi, ada yang berbeda dari keramaian ini. Sejak menginjakkan kaki di gerbang jalan Taman Sari, saya memperhatikan banyak sekali wajah-wajah kebingungan dan tegang. Tengok sana, tengok sini, mereka seperti mencari sesuatu yang hilang sembari sesekali memandang secarik kertas yang berada di tangan.

Spanduk Panitia SNMPTN

Baru saya menyadari apa yang terjadi ketika saya bertemu dengan teman saya di depan ruangan sekretariat panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Kebetulan saat itu teman saya sedang mengantarkan adiknya ke sekretariat panitia untuk meminta informasi. Oh, ternyata SNMPTN itu besok, toh. Mungkin karena saya terlalu sibuk beberapa minggu ini, saya tidak sudah sangat jarang mengingat hari maupun tanggal. Apalagi untuk mengingat tanggal pelaksanaan SNMPTN yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan saya.

Continued…

Posted in Acara, Kampus.

Tagged with , , , , , .


ITB – BlackBerry Developer Day

Kemarin saya mendapat undangan untuk menghadiri pertemuan media di acara BlackBerry Developer Day yang diadakan di kampus ITB. Sebenarnya sejak diutarakan rencana pengadaan acara ini saat Bandung Ventures Night 2011 yang lalu, saya berencana untuk tidak mengikutinya. Tapi beberapa hari yang lalu, saya bersama Fauzan diajak Wiku untuk menghadiri pertemuan media tersebut untuk mewakili komunitas blogger Bandung. Karena pertemuan ini tidak terlalu lama (hanya 1 jam dari keseluruhan acara dari pagi hingga sore), saya akhirnya menyempatkan diri untuk datang.

Saya dan teman-teman blogger dan media lainnya diberi kesempatan untuk berbincang-bincang dengan Johan Kremer (Head of Alliances for SEA, Research In Motion (Singapore) Pte Ltd) dan Sarim Azis (Senior Applications Development). Ada banyak sekali topik yang kami perbincangkan bersama mereka, mulai dari BlackBerry Playbook, pasar mid-low end, hingga pendekatan terhadap para developer. Di antara semua topik pembicaraan tersebut yang menurut saya sangat menarik adalah pendekatan RIM kepada kampus-kampus di Indonesia.

Pada Bandung Ventures Night 2011 lalu, Profesor Suhono Supangkat dalam sambutannya selaku Kepala Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan ITB mengatakan bahwa ITB telah mendiskusikan rencana kerja sama dengan Research In Motion. Kerja sama ini tidak lain bertujuan untuk menarik minat dan mengembangkan kemampuan para mahasiswa ITB untuk menghasilkan ide-ide konten dan aplikasi berbasis BlackBerry. Berita ini merupakan sebuah kabar gembira, mengingat  BlackBerry sudah mulai menjamur di kalangan masyarakat Indonesia baik itu dari sisi pengguna maupun pengembang. Kebetulan saya menggunakan BlackBerry 9780 dan banyak sekali rekan saya alumni Informatika ITB yang merupakan pengembang aplikasi BlackBerry.

Continued…

Posted in Acara, Kampus.

Tagged with , , .


ITB Berkabut

Di tahun awal saya kuliah di ITB, Bandung saat itu masih sangat sering berkabut. Kabut selalu menjadi pemandangan menakjubkan bagi saya yang saat itu baru beradaptasi dari kehidupan ibukota yang panas ke daerah yang relatif dingin.

Tapi beberapa tahun terakhir ini suhu siang hari Bandung menjadi lebih panas. Kabut sudah makin jarang terlihat.

Pagi ini kabut kembali timbul, mungkin karena hujan yang sangat deras terus menerus sepanjang malam. Sayangnya karena makin siang suhu makin menghangat kabut pun sudah menghilang dengan cepat. 🙁

Posted in Kampus, Lokasi.

Tagged with , , .


Masih Terbengkalai

Sudah hampir 3 bulan, keadaan toilet wanita di lantai 2 gedung Labtek Benny Subianto ITB seperti ini sejak adanya peristiwa pembakaran oleh orang tidak dikenal. Tapi hingga sekarang masih sama sekali belum diperbaiki. Kemarin saya merasa agak malu saat sedang mengantarkan teman dari luar negeri untuk berkeliling gedung. 🙁

Bapak-bapak dan Ibu-ibu petinggi ITB, kapan ini bisa diperbaiki?

Posted in Kampus, Lokasi.

Tagged with , , , .


Howdy!

This will be my blog for me to write all about my ITB activities.

Feel free to comment!

Posted in Lain-lain.