RSS
 

ITB Mahal …

26 May

Mulai ramai diskusi mengenai mahalnya uang masuk ITB, minimal Rp. 55 juta mahasiswa. Bahkan ada yang mengatakan bahwa ITB bukan lagi kumpulan mahasiswa Indonesia terpilih, tapi terkaya. Hadoh.

Akibat dari kondisi ini akhirnya banyak calon mahasiswa yang tidak mempertimbangkan ITB sebagai tujuan sekolahnya. Padahal mereka mahasiswa berpotensi dan sesungguhnya ada berbagai beasiswa di kampus yang bisa digunakan untuk membantu mahasiswa. Ada beasiswa yang memang dikhususkan untuk mahasiswa dari keluarga miskin (tidak mengacu kepada IP mahasiswa).

Bagaimana menurut Anda? Mahalkah ITB?

 
15 Comments

Posted in ITB

 

Leave a Reply

 

 
  1. litmalem

    June 14, 2011 at 3:58 am

    ITB sebagai milik publik, punya negara idealnya menurut saya gratis, supaya orang-orang yang berminat dan memiliki potensi tidak punya halangan untuk masuk ITB.

    masuk ITB 55 juta sangat mahal untuk ukuran rata-rata orang indonesia (menurut saya). Jadi ITB akan rugi dengan menerapkan kebijakan ini dan Indonesia juga rugi karena orang2 berpotensi dalam bidang teknologi, science dan seni bisa jadi lari keluar negeri atau ditangani oleh institusi yang kurang tepat.

    kalau terus begini ITB puluhan tahun kedepan hanya tinggal kenangan saja…

     
    • didi

      June 14, 2012 at 7:26 am

      Saya setuju, long term-nya rugi sendiri ITB, policy itu sdh menyingkirkan minat dari bakat-bakat dan daya juang yg genuine anak-anak dr segala daerah dan golongan menengah bawah. Ingat PT yg lain-lain semakin mendekati atau bahkan lebih dari ITB qualitynya. Kata temanku, dulu mau masuk ITB cukup “bekal sarung” ibaratnya sdh cukup (tentu yg encer otaknya). Jadi ITB dilema ya, gimana caranya ITB supaya ITB ada dana dr sumber lain utk berkembang.

       
  2. NN

    July 4, 2011 at 9:49 am

    ITB memang kumpulan anak orang kaya , bahkan sekarang minat calon mahasiswa lebih memilih ITS karena biaya yang jauh lebih murah dan prestasi yang cukup bersaing. Misal saja di Shell Competition (mobil hemat) 2011, ITS mengirim 3 wakil nasional sedang ITB hanya 2. Pergeseran kualitas ini menurut saya disebabkan oleh “banyaknya uang” yang harus di “investasikan” untuk menjadi insinyur di ITB, sehingga emas-emas daerah lebih memilih ITS yang memang dari segi biaya jauh lebih “acceptable” untuk perguruan tinggi level nasional

     
  3. jenny

    November 19, 2011 at 11:34 am

    kok ITB mahal sekali ya, padahal banyak sekali kampus yang ada di dunia ini dan jauh lebih baik dari ITB, tetapi lower cost (murah)

     
  4. Martin

    December 14, 2011 at 6:59 am

    saya sekarang kelas XII IPA, mau masuk jurusan Farmasi
    uang pangkal ITB yg 55juta itu menjadi penghalang buat saya untuk menjadikan ITB sebagai tujuan utama sekolah saya.
    ITB menerapkan sistem 20% mendapat full free uang pangkal, 40% mendapat up to 75% potongan uang pankal dan 40%nya wajib untuk membayar min 55juta.

    meskipun begitu, tetap saja saya tidak sanggup meski ekonomi saya masih tergolong tingkat menengah. orang sudah belajar mati-matian dari jam 8 pagi sampe 10 malam selama sebulan sehabis UN dan dimisalkan sudah diterima di ITB, namun tetap saja susah.
    bagaimana tidak ?
    tidak ada uang 55juta, dan disuruh mengajukan beasiswa 75% juga belum tentu dapat.
    saya jadi ragu2 ini untuk memilih ITB ketika SNMPTN, dibandingkan itu UGM adalah sekolah ideal, sekolah rakyat yang memiliki kebijakan yang jauh lebih baik daripada ITB

     
  5. Joko (pelajar kampung)

    March 2, 2012 at 7:01 am

    haha, Nilai 55 juta itu mahal untuk rata2 orang Indonesia. kalo gini, org pinter+TEKUN dari pedesaan apa kabar? padahal banyak org pinter dan jujur dari kalangan gk mampu di Indonesia… saya harap pikirkan lagi deh. pake subsisdi BBM atau apa keee buat jadiin ITB agak terjangkau dikit…

     
  6. DARMA

    April 26, 2012 at 1:02 am

    Saya alumni ITB, masuk ITB tahun 80 an. Dulu masuk ITB dengan system ujian “SIPENMARU”. Memang ada beberapa teman juga yang melalui jalur minat dan bakat dengan jumlah yang kalau tdk salah kurang dari 5 % saja. Orang tua saya guru PNS. Tapi mampu menyekolahkan saya tanpa “Korupsi”, karena SPP saat itu hanya Rp. 100.000/semester dan uang masuk cuma Rp. 500.000, sehingga orang tua sekelas PNS juga mampu dan tinggal memikirkan uang hidup bulanan selama kost di Bandung. Suasana di kampus dengan teman teman sangat hangat karena terisi dengan anak anak yang benar benar pintar walupun dari kalangan yang “variatif”. dari Petani sampai Direktur perusahaan minyak. Saat itu sangat banyak teman teman saya dari kalangan menengah kebawah dari pada kalangan atas. Kalau dihitung lebih 50 % dari kalangan menengah ke bawah. Dapat dikatakan, saat itu ITB benar benar milik orang orang pintar. Sangat ironis jika saat ini system masuk dengan cara “undangan” walaupun dibilang porsinya cuma 50 % dan sisanya jalur ujian apalagi uang masuknya juga 55 juta. Saat menseleksi “Undangan” juga akan penuh rekayasa karena anak anak yang sekolahnya nun jauh di Desa tetapi mungkin punya kemampuan lebih , akan takut masuk ITB. Informasi akan diberi kemudahan biaya bagi siswa tidak mampu dikatakan “Tidak efektif ” kerena sudah takut duluan dengan info biaya uang masuk 55 juta. Alhamduliillah, kalau anak saya juga kalau suatu saat diterima ITB dengan uang 55 juta sangatlah mampu, tapi terpikir oleh saya bagaimana dengan anak anak lain yang tidak mampu tetapi juga mungkin lebih pintar dari anak saya ? Mudah mudahan ITB dapat kembali seperti dulu………95 % penerimaan jalur ujian dan uang masuk diturunkan . Alangkah indahnya keadilan itu!

     
  7. Parulian Manik

    June 19, 2012 at 5:47 am

    tahun 80 bukan sipenmaru ya… adanya proyek perintis…apapun, dulu pemerintah perduli dengan pendidikan dengan menggratiskan uang masuk PTN (asal lulus ujian saringan masuk), sekarang pemerintah mungkin gak punya uang lagi…

     
  8. bunga

    June 26, 2012 at 3:21 am

    Wah.. ITB juga mahal sama dengan kampus negeri lain….

     
  9. Trian Safira

    July 2, 2012 at 10:55 pm

    Kok dari tadi aku cari-cari Farmasi Universitas Diponegoro gak ada ya? Emang gak ada apa gimana? Kalo ada, UNDIP itu terakreditasi apa ya untuk S1 Farmasinya?

     
  10. Trian Safira

    July 2, 2012 at 10:56 pm

    Kalo ITB itu proses masuknya bagaimana?
    (Buat jurusan farmasinya)
    Mendingan UGM apa ITB?

     
  11. Adam

    July 29, 2012 at 3:18 am

    Bagi saya ITB mahal, cukup sulit meyakinkan adik-adik kelas saya untuk mau masuk ITB biarpun sudah diceritakan beasiswa dan segala macamnya tentang kampus. Dari tahun 2008 yang per semester 2,5 juta menjadi 5 juta per semester untuk angkatan 2011.

    Biarpun ada beasiswa, banyak orang yang takut untuk mencoba kalau mendengar 55 juta untuk uang masuk dan >5jt/semesternya.

    Perlu diingat juga, karena letak ITB yang ada di tengah kota bandung biaya kost-an pun jadi tidak murah dan biaya makan jadi lumayan mahal.

     
  12. aqila

    August 7, 2012 at 9:04 pm

    kok mahal sekali bagaimana dengan orang pintar tapi nggak mampu mau dibawa negara ini..semua nya sudah di nilai dengan materi cheer toko bunga

     
  13. Bunga Buket

    April 25, 2013 at 8:17 pm

    Bener bangat gan, Istimewa mahalnya

     
  14. numpang

    June 17, 2014 at 12:59 pm

    ITB merupakan salah satu perguruan tinggi papan atas di Indonesia, jadi wajar saja kalau mahal.