RSS
 

Archive for the ‘Menulis’ Category

Kemampuan Menulis

29 Jan

Baru-baru ini KM ITB menyuarakan opininya – Surat Terbuka untuk Joko Widodo – yang dapat dilihat dari link berikut. Surat tersebut menuai beberapa komentar pro dan kontra. Kali ini saya tidak ingin membahas isinya tetapi mengenai tata cara penulisannya. Mengapa saya tertarik kepada tata caranya? Ini dikarenakan saya mengajari mahasiswa tentang bagaimana menulis karya ilmiah yang baik.

Eh, ternyata sebelum saya menuliskan opini saya sudah ada yang menulis komentar dengan sudut pandang (tata cara penulisan) yang sama. Silahkan baca tulisan tersebut dari link ini (“Web KM ITB Dibajak?“).

Bagaimana komentar Anda?

 
No Comments

Posted in ITB, Menulis

 

Menghasilkan Karya Tulis

05 Aug

Di berbagai media diskusi, seperti mailing list, dibahas ketinggalan Indonesia dalam menghasilkan karya ilmiah. Lantas banyak diskusi-diskusi dilakukan. Yang justru tidak dilakukan adalah membuat karya ilmiah itu sendiri. Ampun deh.

Terkait dengan membuat karya ilmiah adalah membuat karya tulis. Publikasi karya ilmiah – yang tentunya berupa karya tulis – merupakan salah satu ukuran yang diakui bersama. Untuk membuat publikasi yang banyak ya harus banyak menulis. Tulisan tentunya tidak dapat muncul dengan sendirinya. Sayangnya, yang ribut-ribut ini tidak menulis. Ya status yang kita alami akan tetap sama saja, atau malah menjadi lebih parah.

Maka dari itu mulailah menulis. Menulis di blog merupakan sebuah langkah kecil, tetapi nyata!

Hal lain yang dapat juga dilakukan adalah ikut membantu journal Indonesia dalam mereview artikel yang masuk. Tujuannya agar kualitas dan kuantitas artikel di jurnal Indonesia menjadi lebih meningkat, tetapi ini topik tulisan di lain kesempatan.

 
 

Bahasa Dalam Karya Ilmiah

30 Jul

Tadi pagi saya menguji mahasiswa S3 (ujian kualifikasi). Ternyata masalah bahasa dalam proposal penelitiannya sulit saya mengerti. Kalimat-kalimat yang digunakannya terlalu panjang dan kurang langsung pada permasalahannya (tidak to the point). Kesannya muter-muter. Saya rasa ini bukan disengaja tetapi karena ketidaktahuan atau karena tidak biasa.

Itulah sebabnya saya sering memaksa mahasiswa saya untuk sering menulis. Salah satu caranya ya menulis di blog. Ini adalah media latihan menulis yang cukup efektif. Kita dipaksa untuk menyampaikan pesan atau ide kita secara ringkas. Meskipun kita dapat menulis yang panjang di blog, tetapi orang tidak akan menyukai tulisan yang panjang-panjang. Tulisan kita harus singkat tetapi cukup untuk menyampaikan pesan.

Kemampuan menulis bukan sesuatu yang dapat diperoleh begitu saja. Dia harus dilatih, dilatih, dan dilatih. Mari berlatih. Apakah Anda sudah memiliki blog? Kalau belum punya, buatlah blog. Kalau sudah punya, sudahkah (mampukah) Anda menulis *setiap hari*?

 
 

Tata Cara Menulis Makalah / TA / Thesis / Disertasi

20 Jun

Baru saja saya beres memeriksa tugas mahasiswa dalam bentuk makalah. Hal yang tetap menjadi masalah adalah, mahasiswa tidak tahu tata cara penulisan makalah yang benar. Lebih spesifik lagi adalah tata cara mengutip dan menuliskan referensi.

Yang membuat saya sedih adalah mahasiswa ini adalah mahasiswa tingkat akhir, yang sebentar lagi lulus. Lebih sedih lagi saya sudah cerita di kelas tentang tata caranya. Sebagian (besar) tidak mendengarkan atau bagaimana ya? hik hik hik

Kok jadi curhat begini …

 

Cara Menulis Daftar Pustaka

23 Jun

Pusing saya memeriksa makalah mahasiswa. Kesalahan paling besar terjadi pada tata cara penulisan dan penggunaan daftar pustaka. Daripada saya ketikkan ulang, lihat saja di sini ya:

http://rahard.wordpress.com/2011/06/22/cara-menggunakan-referensi-di-tulisan-ilmiah/

Lain kali kalau ada yang salah dan parah, saya kasih nilai E saja ah :p

 
 

Penggunaan Huruf Besar dan Kecil

12 May

Saya sedang menilai beberapa makalah mahasiswa. Seringkali mahasiswa banyak menggunakan huruf besar di tulisannya, yang bukan di awal kalimat. Kapan kita *harus* menggunakan huruf besar? Apakah ada panduan yang bisa dibagi di sini?

 
No Comments

Posted in Menulis

 

Pemilihan Warna Untuk Grafik

19 Apr

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan dalam menulis sebuah laporan (karya ilmiah, tugas, thesis, dan disertasi) adalah pemilihan warna untuk grafik. Lihat contoh berikut ini.

Banyak penulis yang mengandalkan kepada warna untuk membisahkan grafik. Warna ini tidak nampak jika dokumen tersebut dicetak hitam putih atau di-fotocopy. Hasilnya seperti contoh gambar di atas.

Pada contoh gambar di atas kita masih beruntung karena hanya ada tiga (3) jenis warna kelabu. Masih bisa dibedakan meskipun harus dengan menebak. Semakin banyak jenis data yang harus dipisahkan, maka penggunaan warna menjadi kurang pas.

Salah satu solusinya adalah menggunakan arsiran sebagai ganti dari warna. Sebagai contoh, ada bagian yang diarsir horizontal ke kanan, ada yang diarsir dengan garis vertikal, ada yang dibuat kotak-kotak, dan seterusnya. Apakah tools yang Anda gunakan bisa melakukan hal tersebut?