Hujan merupakan bentukan awan yang terus bergerak naik ke atas, awan tersebut mampunyai kandungan uap air yang dapat berubah menjadi banyak butir air sehingga akhirnya jatuh ke bumi dan inilah yang dikenal dengan hujan.

Hujan sendiri mampunyai manfaar yang amat besar bagi kehidupan manusia. Terutama bagi para pertanian dan juga penyediaan air di darat. Garis isphyet bisa mangatakan wilayah yang mampunyai curah hujan yang sama. Dalam pembahasan kali ini kita akan membahas seputar hujan:

  • Hujan Konveksi

Hujan konveksi yang biasa dikenal juga dengan hujan zenith ini umumny akan terjadi pada kawasan yang berada garis 23,50 LU atau LS. Hujan konveksi umumnya terjadi karena adanya pemanasan udara yang ada pada atas daratan yang terjadi karena adanya proses konduksi.

Sebab pemanasan ini, udara akan dapat mengembang sampai menjadi menjadi mengapung dan naik ke atas. Udara hanya akan naik ke atas ini, dan mampunyai suhu lebih tinggi kalau disejajarkan dengan udara lainnya yang ada di sekitarnya.

Kemudian suhu udara akan berkurang sampai dengan menyebabkan pengembunan pada daerah tertentu. Pengembunan inilah yang pada akhirnya akan mandapatkan titik air dan juga es yang kemudian biasa dikenal dengan hujan.

Hujan konveksi umumnya hanya berlangsung sebentar saja dan tidak memakan waktu lama. Kadang juga sinar matahari masih menembus menyinari kawasan yang sedang dilanda hujan konveksi ini. Selain itu, hujan konveksi ini pada umumny juga diikuti dengan Guntur.

  • Hujan Orografis

Hujan orografis merupakan hujan yang biasa terjadi di kawasan pegunungan juga area perbukitan. Hujan ini sendiri terjadi karena adanya penguapan yang terjadi di daerah lautan. Hingga udara lautan menghangat dikarenakan mampunyai kandungan uap air yang banyak.

Udara itu akan bergerak ke kawasan pegunungan dan setelah tiba di atas, udara tersebut akan mengalami pendinginan yang menjadikan awan menjadi mengembun. Embun-embun itu lalu akan menjadi banyak titik air yang kemudian akan jatuh pada kawasan pegunungan dan biasa dikenal dengan hujan.

Hujan orografis yang umumnya jatuh di lereng gunung lokasi di mana datangnya angin. Lereng tempat jatuhnya hujan itu lalu akan disebut dengan daerah hujan. Sementara lereng gunung yang ada pada sekitar daerah hujan, akan tetapi tidak memperoleh hujan ini biasanya akan dikenal sebagai daerah bayangan hujan.

  • Hujan Asam

Kalau hujan pada umumnya disebabkan alam berbeda dengan hjan yang satu ini,  hujan asam ini yang terjadi karena ulah manusia. Hujan asam sendiri adalah hujan yang airnya mampunyai kandungan zat-zat pencemar, sehingga hujan asam menjadi salah satu hujan yang cukup berbahaya sebab kotor. Selain itu zat asam yang banyak ada pada hujan ini kalau terkena besi akan membuat besi mengalami korosi.

  • Hujan Konvergen

Hujan konvergen atau bisa juga dikenal dengan hujan frontal ini umumnya akan terjadi di kawasan yang beriklim tropis. Hujan yang satu ini juga biasa terjadi akibat adanya pertemuan antara udara panas dengan udara sejuk dengan hasil pertandingan sepak bola.

Udara panas ini mampunyai masa lebih ringan akan naik ke atas udara yang menyimpan massa lebih berat. Pergesekan antara udara sejuk serta udara panas akan menyebabkan adanya pengembunan yang terjadi karena udara panas umumnya mengandung uap air.

Sehingga pada ketinggian tertentu embun yang bersatu karena pergesekan udara panas dan sejuk akan jatuh dan hal ini yang kemudia dikenal dengan hujan konvergen. Hujan konvergen sendiri umumnya akan turun dengan intensitas lebat dan diikutu juga dengan Guntur dan juga angin yang kencang.