Kuliah itu Belajar Secara Otodidak? Buat Apa Kuliah?

Kuliah itu mahal dan sulit, sulit masuk dan sulit keluar. Tetapi aku berpikir lagi kalau ternyata selama ini aku lebih banyak belajar sendiri daripada diajari oleh dosen. Kontras dengan masa SMA yang belajarnya di sekolah sudah cukup disini tidak. Siklus berulang terkadang membosankan, dosen datang ke kelas, buka laptop, tampil slide, next, next, next, selesai, tugas(jika ada), lalu keluar, begitu setiap kuliahnya walalupun beberapa dosen itu ada yang baik mengajar seperti guru SMA. Beberapa mahasiswa baru yang menyadari kalau kuliah itu belajar sendiri akan mulai berpikir lagi akan prioritas karena semua kuliah itu ternyata harus dipelajari secara otodidak bukan dari dosen.

Kuliah itu butuh taktik belajar, belajar secara formal kuliah dan belajar secara otodidak sama saja susahnya, jadi menurutku lebih baik belajar mendahului materi dosen lalu waktu kosong digunakan untuk hal lain yang lebih penting daripada kuliah. Belajar otodidak memang memakan waktu yang lebih banyak dibandingkan diajari sehingga butuh manajemen waktu yang baik. Namun begitu, terbukti belajar otodidak memberikan pengalaman yang lebih bagus daripada diajari.

Seorang temanku yang namanya *tiiittt…*, layaknya suatu fenomena alam di setiap kampus ada saja orang yang menghabiskan waktunya hanya belajar terus menerus untuk mendapatkan IP 4,00. Menurutku itu bagus dan sedikit lucu dengan tingkahnya :v , tetapi apa IP 4,00 sudah cukup? Tentu tidak. Mahasiswa yang baik butuh pengalaman dan komunitas. Pengalaman bukan sekedar pengalaman belajar didepan buku, butuh pengalaman langsung kerja nyata. Layaknya berenang, tidak hanya teori, tapi harus praktik.

Seseorang pernah mengatakan kepadaku “mengerjakan proyek tidak bisa sendirian, butuh tim”, dan bekerja dalam tim butuh komunikasi. Aku sadar telalu lama ternyata skill berkomunikasi itu penting. Skill ini tidak didapat dari dosen, harus cari sendiri. Di kampus tidak ada kursus skill komunikasi, skill ini hanya bisa didapat dalam komunitas-komunitas tertentu. Di komunitas, skill yang didapat bukan teori komunikasi tapi pengalaman berkomunikasi, tapi juga jangan salah pilih komunitas. Cerita senior pernah bilang kalau di Bandung banyak komunitas dan kebanyakan komunitas yang tidak beres. Mau gabung komunitas luar atau dalam kampus, tergantung pilihan sendiri. Terpenting dari komunitas selain bisa belajar berkomunikasi secara pengalaman juga menambah teman, plus jika anda bijak komunitas bisa jadi tempat cari uang.

Jika anda membaca tulisan diatas, mahasiswa itu ternyata membayar mahal institusi pendidikan hanya untuk belajar sendiri.

What the hell???

Mengapa orang membayar mahal kuliah kalau akhirnya belajar sendiri juga? Belajar sendiri rasanya bisa dilakukan tanpa kuliah.

Mahasiswa baru seperti aku mungkin masih belum tahu apa-apa, mari kita lihat kedepannya.

Jawaban ini akan muncul nanti setelah aku lepas dari kampus.

This entry was posted in Kampusku and tagged , , , . Bookmark the permalink.

19 Responses to Kuliah itu Belajar Secara Otodidak? Buat Apa Kuliah?

  1. Anang Ridwan says:

    Terima kasih atas infonya tpi kuliah itu penting karena itu juga bisa menambahkan luasa kita..

  2. joko says:

    Sudah pasti bro belajar sendiri
    tapi apa yang diarahkan dosen sangat penting
    Sofjobs.biz

  3. Andryli says:

    Bener sekali, saya setuju dengan JUDUL di atas hehe, buat apa kuliah toh waktu pembelajaran, kita dituntut untuk belajar mandiri alias otodidak hehehe … sip banget artikel di atas ^_^

    tp memang kebanyak dari yang kuliah itu ga cuman cari ilmu, tapi cari title sarjana dan ijasah buat cari kerja nantinya…

  4. Gebi says:

    awalnya juga aku mikir gitu……sampe dibilangin sama mentor aku waktu aku bener2 jenuh “kuliah itu untuk membuat diri jadi lebih baik dari yang kemarin”, jadi bukan cuma tentang belajar dan komunikasi aja, tapi juga menjadi pribadi yg lebi baik :3

  5. Upiak says:

    Saya juga merasa begitu, terkadang saya merasa bosan untuk kuliah. Lebih enak nyari ilmu otodidak, tapi disisi lain, kuliah mengajarkan kita supaya berfikir lebih cerdas dan menjadikan wawasan kita menjadi luas.
    Pernahkah kamu berfikir, ketika kamu masih SMA, kamu akan bergaul dengan anak-anak yang putus sekolah karena pergaulan. Tetapi setelah anda menjadi mahasiswa, apakah kamu akan berkumpul lagi dengan mereka ? Saya rasa tidak, karena bicara dengan orang (maaf) yang tidak sekolah itu tidak nyambung dan berisi banyak omong kosong. Begitulah sedikit keuntungan dari kuliah, masih banyak keuntungan lainnya yang saya dapatkan.. Dengan kuliah, saya bukan lagi seseorang yang mencari , tetapi saat ini adalah waktu saya untuk memberikan informasi yang bermanfaat bagi adik-adik kita yang masih berada pada bangku sekolah..

  6. Saya dulu kuliah cuma di tahun pertama,jadi ga lulus sarjana.
    Terus cari duit sampe sekarang.Alahmdulillah sekarang saya usaha di bidang periklanan,beberapa karyawan saya malah S1,dan saya pernah punya karyawan lulusan S2,sekarang dia resign dan kembali menganggur

  7. Azwar says:

    Sya lagi cari referensi jurusan untk daftar SNMPTN tahun ini, iseng2, dpt ini blog. Well, masuk nalar juga postingannya.

    sy tertarik dgn coment2 di atas, dan sy gunakan sbg pertimbangan, untk kedepannya.

    Sy sngat setuju dgn persepsi blogger, tpi walaupun bgmna jga, di negara kita ini, kalau berilmu namun tdk memiliki bukti fisik (SURAT), sama dgn bohong. beda dgn ngara lain yg mengutamakan Skill

    jdi nggak ad salahnya kuliahnya jga, kerena kita jga butuh yg namanya sosialisasi. dan pastinya, ada rasa pensaran unuk kuliah…

  8. Azwar says:

    Terima kasih atas infonya.
    Sangat membantu

  9. Erika says:

    Kuliah cuma buat buat dapet ijazah

    • Upiak says:

      Ya, itu pikiran orang2 yang ingin mencari gaji yg lebih tinggi/golongan.. tapi masih banyak kok mahasiswa/i yang memang benar2 cari ilmu.. tetapi malah yg mengajar yg bertele2..

  10. Atu says:

    couldn’t agree more..
    jadi kangen selasar fisika 🙂

  11. irfan indra says:

    ane setuju sama persepsi para komen blogger, tapi walaupun gimana juga, ga punya selembar ijazah ga bakal dihargain. sama aje bohong. beda ama ngara lain yg mengutamakan Skill

    • Somebody says:

      Pengalaman saya: 2 semester saya belajar otodidak pelajaran yg saya suka, IP 2 semester jeblok. Saya belum lulus, telat 2 semester krn ngejar yg jeblok, tapi saya ditawari kerja full-time oleh 3 perusahaan dengan gaji 12-20 juta. Jadi? Jangan takut kalau gak punya ijazah tapi punya skill. Asalkan jangan melamar di BUMN atau jadi dosen aje…

  12. nolsks.com says:

    Masalah ini sudah banyak dialami oleh mahasiswa-mahasiswa, termasuk saya. Penyebab utama permasalahan ini muncul ialah salah satunya karena ketidakmampuan dosen dalam mengajar. Setelah saya mewawancara mahasiswa-mahasiswa lain dan membaca literatur mengenai teaching and learning di perguruan tinggi, kesimpulan saya: perkuliahan yang banyak dialami sekarang sangat sangat jauh dari perkuliahan yg ideal, jadi mau ga mau mahasiswa kuliah mandiri deh hehehe…

  13. Sugiarto says:

    Artikel yang bagus dan bermanfaat
    Terimakasih atas infonya

  14. Mangaku says:

    kita ini butuh pengakuan bung, butuh eksistensi lewat selembar ijazah

  15. Aziz says:

    Bener juga… haha

  16. Agus Sal says:

    Bener banget…
    itb cuma nama…
    yang cukup mahal untuk dibayar…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *