“Out of Eden”

Pagi tadi di kuliah Ekologi Manusia, diriku kembali diingatkan bahwa betapa beruntungnya kita hidup dalam kondisi yang jauh lebih mudah dibanding ketika nenek moyang kita dulu menjalani hari-harinya.

Mungkin kayak klise, suatu jaman dimana manusia masih berburu dan mengumpulkan makanan,,, kemudian berubah drastis menjadi masa bercocok tanam, budidaya tanaman,,, juga hewan. Kalo dibaca mah, paling masuk otak kiri keluar otak kanan (nahhh,,,lho). Kayak cuma satu perubahan tak penting yang … ya udah, mau diapain …,,, cuma gitu aja.

But, do you know what? Perubahan ini, tak terjadi di sembarang tempat, dan bagaimana hal itu terjadi mampu menentukan arah perkembangan peradaban manusia selanjutnya.

Bukan main-main ketika hanya spesies tertentu yang sukses didomestikasi,,, karena tanaman atau hewan domestik memang memiliki kriteria tertentu yang menjamin kesuksesan budidayanya …

Why horse? Why not Zebra?

Why cow? Why not … Lion, maybe?

Hahaha … nonton “Out of Eden” malah jadi galau,,,! Tapi juga ngasih penyadaran bahwa apa yang ada sekarang bukan hasil dari para karuhun yang main2 iseng2 doang,,, ini hasil perjalanan peradaban manusia yang menjadi bahan baku kemajuan (atau kemuduran???) jaman selanjutnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *