SEBUAH PUISI …

Sabtu kemarin, saya menghadiri undangan pernikahan putra seorang dosen di jurusan saya. Subhanallah… Pak Profesor ganteng sekali. Hehehe …

Yet, it’s not the point. (Padahal mah yang nikah juga anaknya, bukan di Bapak-nya.)

Karena tidak tahu lokasi, saya dengan mantap hati membawa peta lokasi (dalam undangan) selama perjalanan kami. Well, alhamdulillah keputusan saya tepat. Saya tiba di lokasi tanpa kurang suatu apapun. Namun, yang menarik adalah di sepanjang perjalanan, bukan hanya fokus pada peta. Saya juga tak lepas dari membaca dan mengulang lagi membaca dua bait syair yang tertulis di kartu undangan warna hitam ini.

 

A new story told, milady and sire

Be here and behold, before you retire

A knight of water, who came from northern mire

Down the forest path, so treacherous and dire

To take the princess, of the eastern tower

Guardian of place, where the birds fly lower

 

Please come and rejoice, milady and sire

Let us bear witness, of their true desire

To travel along, to where destiny shows

Sharing and caring, in time of highs and lows

As partner of life, to embrace the future

And bow together, in glorious closure

 

Sungguh berasa sangat romantis. Betulan sebuah undangan super melankolis untuk menghadiri dan memberi restu kepada kedua mempelai. Dua insan yang telah meneguhkan hati untuk saling mendampingi hingga akhir hayat nanti. (Mudah-mudahan hingga lepas hayat pun, mereka dapat tetap bersama)

Salah satu yang paling saya suka adalah larik terakhir “And bow together, in glorious closure“.

Jadi mendamba, eung. Ingin suatu hari nanti saya pun bisa. Bowing together in a glorious closure … 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *