OPTIMALISASI SISTEM OPERASI PELABUHAN PETI KEMAS BERBASIS INTEGRATED TRANSPORTATION SYSTEM (Case Study Port Of Tanjung Emas Semarang)

 

 

  1. I.                   LATAR BELAKANG

 

Peti kemas adalah peti atau kotak yang memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan International Standardization Organization (ISO) sebagai alat atau perangkat pengangkut barang yang bisa digunakan diberbagai moda, seperti truk kontainer, kereta api dan kapal peti kemas. Terdapat 3 jenis peti kemas seperti yang tertera pada Tabel 1 dibawah ini.

 

Tabel 1. Ukuran Peti kemas standar yang digunakan.

Dimensi Peti kemas 20 feet Peti kemas 40 feet Peti kemas 45 feet
Dimensi Luar Panjang 6.058 m 12.192 m 13.716 m
Lebar 2.438 m 2.438 m 2.438 m
Tinggi 2.591 m 2.591 m 2.896 m
Dimensi Dalam Panjang 5.758 m 12.032 m 13.556 m
Lebar 2.352 m 2.352 m 2.352 m
Tinggi 2.385 m 2.385 m 2.698 m
Bukaan Pintu Width 2.343 m 2.343 m 2.343 m
Tinggi 2.280 m 2.280 m 2.585 m
Volume 33.1 m³ 67.5 m³ 86.1 m³
Berat Kotor 24,000 kg 30,480 kg 30,480 kg
Berat Kosong 2,200 kg 3,800 kg 4,800 kg
Berat Bersih 21,800 kg 26,680 kg 25,680 kg

Sumber: www.wikipedia.com

 

Peti kemas dapat diangkut menggunakan moda transportasi darat, yaitu truk trailer dan kereta api barang. Truk trailer atau di sebut juga truk peti kemas adalah kendaraan pengangkut peti kemas terdiri dari kendaraan penarik (tractor head) dan kereta tempelan dimana peti kemas ditempatkan.

Di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) pembukaan pelayanan domestik meningkatkan aktivitas bongkar muat sebesar 23% pada caturwulan I 2014 bila dibandingkan pada caturwulan I 2013 saat pelayanan domestik belum dibuka. Secara total TPKS sudah melakukan bongkar muat 192.047 TEU’s (twenty feet equivalent units-Red) pada awal 2014, sedangkan pada periode yang sama 2013 sebanyak 153.249 TEU’s.  Selama empat bulan terakhir khusus pelayanan domestik bongkar muat mencapai 9.000 TEU’s, sehingga didapat rata-rata setiap bulan 2.000 TEU’s (Suara Merdeka,2014).

Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan pengangkutan peti kemas dibutuhkan moda tranportasi masal yang efisien agar distribusi barang tidak terhenti dan mempelopori peningkatan perjalanan barang agar industri domestik berkembang pesat.

Dalam mengatasi masalah ini, kereta api dapat dijadikan sebagai solusi alternativenya. Karena penggunaan truk sudah dianggap tidak efektif dan efesien. Selain daya angkut yang lebih kecil bila dibandingkan dengan angkutan kereta (satu rangkaian kereta terdiri dari 15-20 gerbong, setiap gerbong mampu memuat beban hingga 40 ton), jika dibandingkan dengan angkutan truk, konsumsi BBM angkutan kereta hanya 1/8 untuk setiap penumpang per kilometer. Sedangkan angkutan barang 1/10 per ton per kilometer dibandingkan angkutan truk.(Tempo,2014)

Akan tetapi pada kenyataannya jalur kereta api menuju pelabuhan Tanjung Mas Semarang telah dibangun tahun 1990-an dan beroperasi tahun 1996. Tahun 2000 pengangkutan barang menggunakan kereta memasuki masa puncak, hingga kemudian berhenti total pada tahun 2006 akibat adanya penurunan tanah dan genangan rob yang kian parah, peninggian jalan dilakukan sebagai salah satu solusi di area pelabuhan namun dampaknya berimbas pada jalur kereta tidak bisa dilintasi kereta api lagi karena terpendam hingga mencapai 1,5 meter (www.tpks.co.id).

Oleh karena itu, kami memutuskan untuk membuat karya ilmiah yang berjudul “Optimalisasi Sistem Operasi Pelabuhan Peti Kemas Berbasis Integrated Transportation Systemsebagai solusi pemecahan masalah yang terjadi di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) akibat kurang optimalnya sistem transportasi.

 

  1. II.                TUJUAN

Tujuan dari penulisan karya tulis ilmiah Optimalisasi Sistem Operasi Pelabuhan Peti Kemas Berbasis Integrated Transportation Systemadalah menentukan perkembangan konsep integrasi pelabuhan peti kemas Tanjung Emas Semarang untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi biaya dan waktu

 

  1. III.             MANFAAT

Manfaat dari penulisan karya tulis ilmiah Optimalisasi Sistem Operasi Pelabuhan Peti Kemas Berbasis Integrated Transportation Systemadalah :

  1. Meningkatkan optimalisasi pelabuhan dalam menunjang kinerja logistic
  2. Menekan biaya handling dan waktu pengangkutan barang
  3. Menarik minat investor untuk melakukan kegiatan impor dan ekspor.

IV.             OVERVIEW IDE

Sistem loading dan unloading peti kemas (container) dilakukan dengan menggunakan sistem conveyor belt yang terintegrasi dengan teknologi informasi dalam handling peti kemas. Dengan adanya sistem transportasi terintegrasi secara komputerisasi, peti kemas yang di-loading atau di-unloading dapat didata dengan baik dan dipindahkan ke container yard atau ke stasiun kereta api untuk dibawa ke tempat lain.

 

  1. V.                METODE PENERAPAN IDE

Gambar 1. Sketsa Ide

4.1   CONVEYOR BELT

Untuk peti kemas yang masuk ke dalam pelabuhan (impor), peti kemas dari lokasi unloading (bongkar) akan diletakkan ke conveyor belt dengan menggunakan gantry crane. Peti kemas tersebut akan dibawa hingga ke tempat yang diinginkan (apakah container yard ataupun stasiun kereta api), diangkat dengan gantry crane yang sama agar fasa pengangkutan selaras dengan kecepatan saat unloading.

Untuk peti kemas yang masuk ke dalam pelabuhan (ekspor), peti kemas dari container yard ataupun stasiun kereta api ke lokasi diletakkan ke conveyor belt dengan menggunakan gantry crane. Peti kemas tersebut akan dibawa hingga ke lokasi loading (muat), diangkat dengan gantry crane yang sama agar fasa pengangkutan selaras dengan kecepatan saat diletakkan pada conveyor belt.

Selain itu, juga tetap disediakan fasilitas pengangkutan melalui moda transportasi jalan raya dengan menggunakan truk. Peti kemas yang dibawa dengan menggunakan truk hanya diperbolehkan hingga lokasi container yard, untuk selanjutnya dipindahkan dengan conveyer belt ke lokasi loading. Begitu pula dengan kondisi impor. Penggunaan moda truk digunakan untuk pengangkutan barang yang tidak difasilitasi oleh rute rel kereta api atau daerah yang cukup dekat dengan lokasi pelabuhan.

4.2   TEKNOLOGI INFORMASI

Penggunaan sistem conveyor belt akan lebih efisien bila diterapkan teknologi informasi dalam pendataan, pengurusan dokumen, hingga pengangkutan peti kemas. Dengan penggunakan nomor elektronik pada masing-masing peti kemas, proses bongkar-muat dan birokrasi pelabuhan akan lebih cepat (mengurangi turn-around time) sehingga pelabuhan dapat melayani lebih banyak kapal dan biaya akan dapat ditekan.

Sebelum barang dipindahkan, entah dari conveyor belt ke lokasi container yard maupun sebaliknya, akan ada pemindai (scanner) untuk mengetahui nomor elektronik dari peti kemas. Kemudian, peti kemas dengan nomor yang bersesuaian akan dipindahkan dengan crane. Dengan demikian, pemindahan dari lokasi bongkar-muat, container yard, dan stasiun kereta api akan dilakukan secara fully-automatic.

Pendataan peti kemas pada container yard perlu dilakukan dengan baik sehingga pencarian peti kemas dapat dilakukan dengan lebih cepat. Peti kemas yang akan diekspor dikelompokkan berdasarkan kapal yang akan mengangkutnya, sedangkan peti kemas yang akan diimpor dikelompokkan berdasarkan perusahaan yang akan membawa peti kemas tersebut.

  1. VI.             LANGKAH STRATEGIS

Untuk mengimplementasikan Megaproject Pelabuhan Tanjung Emas, harus dipertimbangkan beberapa faktor misalnya waktu, biaya, dan analisis kondisi di sekitar kawasan pelabuhan. Oleh karena itu agar Megaproject yang di­desain dapat berjalan efektif maka strategi yang dibangun berdasarkan :

  1. 1.      Jangka Pendek
  • Reklamasi Pelabuhan, tujuannya untuk memperluas area container yarddan area waiting time kapal sehingga jumlah kapal yang masuk ke pelabuhan menjadi lebih banyak. Diharpakan kinerja sektor logistik menjadi lebih efisien.
  • Pembebasan Lahan di sekitar Pelabuhan

Untuk merealisasikan Megaproject yang dibangun harus diperhatikan tata guna lahannya mengingat tata guna lahan merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dengan masyarakat dan rencana tata ruang wilayah. Aspirasi masyarakat sebagai kalangan yang merasakan impact dari adanya pelabuhan menjadi hal yang penting agar ­pelabuhan menjadi infrastruktur yang humanis (tidak merugikan masyarakat) . Pembebasan lahan ini biasanya memerlukan jangka waktu yang cukup panjang karena harus ada surat ijin dari pemerintah serta persetujuan dari masyarakat sekitar kawasan pelabuhan.

  • Menambah jumlah crane untuk meningkatkan produktivitas

Mahalnya harga barang yang dipicu oleh tingginya biaya logistik, disebabkan oleh inefisiensi dan rendahnya produktifitas di pelabuhan. Salah satu penyelesaian masalah tersebut bukanlah dengan membangun lebih panjang dermaga atau membangun pelabuhan-pelabuhan di banyak tempat. Tapi yang dibutuhkan adalah alat kerja, crane, dan pendukung lainnya supaya dapat membongkar-muat barang atau container dengan cepat. Dengan produktifitas tinggi, tak akan ada kapal antre 3-4 hari. Utilitas tinggi, juga menurunkan ongkos transportasinya. Jangan seperti di papua, karena tak ada crane, maka tali baja/sling harus dipasang manual di empat titik peti kemas, ongkosnya satu juta untuk pasang sling.Selain itu perlu juga dilakukan pengerukan alur masuk, sehingga yang tadinya berkedalaman 3 meter bisa menjadi 10 meter, dengan demikian mampu melayani kapal-kapal dengan bobot mati 40.000 ton, dengan demikian pemasukan terhadap pelabuhan pun bertambah. Selalu mengamati perkembangan, berfikir out of box dan berani memutuskan, merupakan syarat-syarat utama untuk mengefisiensikan dan meningkatkan produktifitas kerja di pelabuhan.

 

  1. 2.      Jangka Panjang
  • Bekerjama dengan PT KAI untuk membuat jalur kereta api untuk peti kemas.
  • Membangun conveyor belt.
  • Mengintegrasikan sistem informasi dan pengurusan dokumen pelabuhan dengan ICT.
  • Bekerjasama dengan pihak swasta untuk mendukung iklim investasi di sekitar kawasan pelabuhan.

 

  1. VII.          HAL YANG DIHARAPKAN
  • Produktifitas Pelabuhan Tanjung Emas meningkat dan kinerja logistik efektif dan optimal
  •  Biaya handling dapat ditekan dengan optimalnya waktu tunggu saat loading dan unloading barang
  • Investor tertarik untuk menanamkan investasinya di Pelabuhan Tanjung Emas.Karya Team : Cluster Laut – Subcluster Infrastructure – Pelabuhan Tanjung Emas
Categories: Teknik Sipil | Leave a comment

Abstrak YES Summit 2014

ABSTRAK

Kondisi pelayanan angkutan laut di suatu pelabuhan sangat berpengaruh terhadap tingkat kinerja sektor logistik di kawasan tersebut. Pelayanan yang semakin buruk akan membuat masyarakat enggan menggunakan angkutan laut, dan didukung dengan sulitnya mendapatkan informasi akan keamanan dan keselamaatan pelayaran sehingga menurunkan tingkat pergerakan masyarakat. Hal ini mengakibatkan tidak adanya inovasi baru pada angkutan laut dan menghambat perkembangan dan pertumbuhan suatu kawasan. Tulisan ini dibuat dengan tujuan untuk memperkenalkan strategi baru dalam angkutan laut yaitu one stop shipping service yang mensinergiskan inovasi layanan pelabuhan  dan angkutan laut, dalam rangka membuka aksesibilitas masyarakat menuju suatu kawasan. Metode yang dilakukan dalam menunjang tulisan ini adalah studi literatur,pengambilan data sekunder, pengamatan sistem pengembangan angkutan laut,serta analisis data sekunder dan literatur. Hasil dari tulisan ini adalah berupa rancangan singkat mengenai konsep one stop shipping service yang dapat diterapkan di pulau-pulau besar dan kecil di Indonesia, dengan mengambil contoh di Kota Kupang (Nusa Tenggara Timur) ,mulai dari konsep awal,model layanan pelabuhan dan angkutan laut, pemilihan rute, model pengembangan kawasan, dan manfaat dari  implementasi one stop shipping service di Nusa Tenggara Timur.One stop shipping service merupakan gagasan baru yang dibuat berdasarkan konsep sudah ada agar layanan angkutan laut dan pelabuhan menjadi lebih efektif dan efisian serta dalam rangka mendukung pengembangan suatu kawasan.

 

Kata kunci : Angkutan Laut, Pelabuhan, logistik, One Stop Shipping Service,kawasan strategis.

Categories: Hobi, Teknik Sipil | Leave a comment

Green Building

Selama beberapa dekade terakhir penerapan konsep green building di Indonesia mengalami  perkembangan ke arah yang positif.  Ketika tahun 1980 khalayak umum belum menerima konsep pergerakan hijau ini. Masih banyak orang-orang yang acuh akan konsep ini. Infrastruktur yang dibangun membahayakan lingkungan, mencemari lingkungan, limbah-limbah rumah tangga dibuang sembarangan hingga eksploitasi hutan yang dialihfungsikan menjadi perkebunan maupun rumah hunian. Menginjak tahun 1990-an, bumi nusantara semakin terkikis dan tercemar dengan berkembangnya industri dan kontruksi yang tidak terkendali. Maksudnya, insustri dan kontruksi yang tidak mengindahkan pola kegiatan hijau yang seharusnya digalakkan. Tahun 2000-an, manusia mulai menjadikan konsep Green Building untuk mengatasi permasalahan lingkungan sebagai konsekuesni logis dari tindakan manusia yang menyakiti lingkungan. Pada tahun ini keberjalanan konsep Green Building hanya sebagai tren dan slogan semata, tidak dijadikan sebagai gaya hidup yang lebih baik. Seiring berjalannya waktu, kesadaran manusia untuk melakukan pergerakan hijau semakin baik. Konsep Green Building yang awalnya hanya tren dan slogan semata mulai berubah menjadi gaya hidup yang lebih baik. Sebagai bentuk partispasi aktif Indonesia untuk dunia, pada tanggal 29 Mei 2009 Indonesia terdaftar secara formal menjadi bagian dari World Green Building Council.

Koridor penerapan Green Building

                Untuk menerapkan konsep Green  Building di Indonesia, perlu adanya koridor yang membatasi konsep ini yang disebut sebagai rating system Green Building.Rating sytem ini merupakan tolak ukur sejauh mana bangunan yang bangun memenehui paramater sebagai Green Building. Kriteria tersebut berupa aspek  apa saja dimana setiap aspeknya mempunyai nilai tertentu. Nilai yang diakumulasikan akan menentukan seberapa layak bangunan tersebut. World Green Building Council mendefinisikan system rating pada Green Building sebagai GREENSHIP yakni : tepat guna lahan (Appropriate Site Development/ASD), efisiensi dan konservasi energi (Energy Efficiency & Refrigerant/EER), konservasi air(Water Conservation/WAC), sumber dan siklus material (Material Resources & Cycle/MRC), kualitas udara dan kenyamanan ruang (Indoor Air Health & Comfort/IHC), manajemen dan lingkungan bangunan (Building & Enviroment Management).

Keuntungan Green Building

Salah satu keuntungan yang didapatkan dalam menerapkan konsep Green Building adalah efisiensi. Efisiensi dapat dilakukan misalnya dengan cara menghemat air, penggunaan energi secara minimum,  serta upaya perlindungan lapisan ozon.  Faktor pendorong lain yang mampu meningkatkan efisiensi adalah dengan menggunakan energi terbarukan. Indonesia harus mulai bisa menggunakan energi terbarukan guna mendukung efisiensi bangunan terebut.

Berikut ini beberapa keuntungan membangun green building :

  1. Green Building menghemat energi. Hal ini dipengaruhi oleh desain bangunan, ventilasi udara, penggunaan solar panel.
  2. Penggunaan air yang lebih hemat. Seluruh sistem yang menggunakan air, terutama pada toilet, didesain menghemat penggunaan air, seperti flush pada toilet, teknologi water sense pada dish washers, dan masih banyak lagi.
  3. Green Building menyehatkan untuk manusia. Hal ini dipengaruhi oleh tingkat kelembaban udara, ventilasi yang sangat memadai, dan filtrasi udara.
  4. Green Building mengurangi sampah / limbah yang ditimbulkan manusia. Hal ini dikarenakan, hampir seluruh bahan bangunan yang digunakan berasal dari daur ulang yang dimana ini memenuhi konsep penyelamatan lingkungan yang sangat sederhana, yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle.
  5. Green Building berperan mengurangi emisi karbon. Dari poin-poin ke-4 diatas, semuanya berperan dalam mengurangi emisi karbon yang dibuang. Sebagai contoh, kaca pada kaseluruhan bangunan, dan  penggunaan solar panel, secara otomatis mengurangi tingkat penggunaan listrik yang dihasilkan pembangkit tenaga listrik yang membutuhkan begitu banyak bahan bakar, dan menghasilkan polusi udara.

Dengan memperhatikan penjelasan diatas, sebaiknya Green Building harus dijadikan sebagai gaya hidup oleh kita semua. Karena bumi yang sehat dan bebas dari permasalahan yang melanda lingkungan adalah tanggung jawab kita bersamadi masa kini dan dimasa yang depan.

Categories: Teknik Sipil | Leave a comment

Qoute

“Untuk menjadi seorang juara, penting untuk memiliki talenta spesial. Menjadi spesial adalah bekerja sampai level maksimal kemampuan dan motivasimu, menjadi baik dengan dirimu dalam semua tantangan yang Kamu punya. Dan, kalau mungkin, juara dan sukses berkali-kali”
Jose Mourinho

Categories: My Note | Leave a comment

Belajar dari Seorang “Jose Mourinho”

Read more »

Categories: My Note | Leave a comment

Quote

It’s just the options how will you run your life for yourself, your future and your family. For me, I want to make my parents proud of me and not dissapoint them for what the’ve spent for their son

Categories: Tentang Islam | Leave a comment

Insya Allah jalan menjadi Pengusaha Sukses akan Allah SWT mudahkan !!!

Categories: Tentang Islam | Leave a comment

Target pun tercapai !!!

Hidup ini tentu butuh target. Sesuatu yang harus dicapai oleh setiap individu terutama saya sebagai Mahasiswa. Target memang penting agar hidup kita memiliki arah dan tujuan yang jelas. Target akan lebih mudah memberikan jalan kepada kita untuk lebih cepat mencapai kesuksesan. Dengan memiliki target yang jelas kita mampu membuat langkah2 yang tepat untuk mencapai target tersebut. Ya, ini pengalaman saya tentang menggapai sebuah target.

Saya yakin teman2 semua masuk ke perguruan tinggi yang diinginkan karena sudah memiliki target semenjak masuk SMA bahkan ada yang semenjak SD menginginkan masuk ke perguruan tinggi tersebut. Pada awalnya saya sempat ragu dengan target saya ini, akhirnya setelah saya menjalaninya target tersebut pun bisa tercapai dan alhamdulillah sesuai dengan yang diharapkan. Target yang saya maksudkan disini adalah target mengenai akademik. Sudah sepantasnya sebagai mahasiswa memiliki target akademik karena memang pekerjaan kita saat ini adalah belajar dengan baik.

Belajar dengan baik bukan berarti kita mengisi waktu-waktu kita dengan kegiatan membaca buku, mengerjakan soal di perpusatakaan, atau menghapal tetapi belajar dengan efektif sehingga waktu yang sedikit dapat dimaksimalkan sebaik mungkin untuk kegiatan belajar tanpa mengurangi kegiatan kita sebagai makhluk sosial.

Ketika masuk ke kampus ini yang saya bayangkan adalah saya harus belajar dengan sangat serius demi menjadi yang terbaik dalam kompetisi akademik. Namun, pemikiran saya itu berubah seiring bergantinya waktu,kebutuhan, dan kegiatan. Mahasiswa memang tidak hanya belajar perkuliahan saja tetapi mahasiswa juga harus bisa belajar untuk mengenal dunia luar sehingga bisa berbaur dengan masyarakat sekitar. Sosialisasi memang menjadi sangat penting terutama untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi kita.

Categories: Teknik Sipil | Leave a comment

Bahkan adik perempuannya lebih kuat dari kaka laki2-nya

Categories: Tentang Islam | Leave a comment

Masa-ku adalah cerita, kisah, dan pengalaman

Setiap orang punya cerita, setiap orang punya kisah , dan setiap orang punya kenangan yang selalu ada dalam dirinya. Setiap orang tahu bahwa cerita itu, kisah itu, dan kenangan itu didapat ketika kita terus berjalan melangkah dan apabila ada sesuatu hal yang terjal mungkin itu akan menjadi sebuah pengalaman yang akan dijadikan pelajaran. Setiap cerita,setiap kisah, dan setiap pengalaman punya masa, dimana masa itu akan menghiasi hidup kita semua . Masa-ku adalah cerita , kisah , dan pengalaman.

Begitu pula dengan kehidupan pribadi saya, jujur saya bukan pribadi yang baik apalagi shaleh. Saya adalah pribadi yang belum bisa berbakti kepada orang tua saya. Terutama kepada ibunda tercinta saya. Cerita yang saya buat dari kecil mungkin terlihat manis dan menyenangkan. Mungkin ini menurut banyak orang (husnuudzon saja), namun dibalik cerita indah itu saya pun sering mengalami kegagalan dalam hidup. Terutama , gagal dalam bertindak walaupun kadang orang lain tidak tahu bahwa itu sebuah kegagalan. Tapi menurut saya itu adalah sebuah kegagalan yang harus diperbaiki. Cerita yang paling sedih dan tidak akan pernah saya lupakan adalah ketika Allah SWT mengambil kembali ibunda saya kepada-Nya. Di satu sisi saya merasakan kepedihan yang mendalam, di sisi lain saya ikhlas menerima takdir yang telah Allah SWT gariskan. Kepedihan karena saya belum bisa berbakit kepada ibu saya, selalu membuat khawatir ibu , jarang memberi kabar, sering meminta hal yang tidak-tidak, dan masih banyak lagi.

Kisah saya adalah kisah dimana aku harus mersakan segala asam, asin, manis, pahtitnya kehidupan. Ya, kisah-kisah yang pernah aku jalani secara tidak langsung memberikan pengaruh yang baik untuk kepribadianku. Menjadikan aku lebih dewasa dan mampu untuk mengambil keputusan, membuat pemikiran yang kritis dan cepat tanggap dalam situasu, dan menjadikan aku manusia yang ikhlas karena akupun pernah merasakan keikhlasan ketika harus ditinggalkan oleh orang yang paling aku sayangi :). Ya, Kisahku adalah kisah yang tidak bisa aku lupakan dan akan selalu aku kenang.

Pengalamanku adalah semua yang telah aku rasakan, dan pengalaman tersebut akan selalu melekat dalam hidupku. Ya, pengalaman tersebut akan menjadikan sejuta cerita dan kisah yang terekam dalam memori kepalaku. Aku tahu dan aku yakin bahwa pengalaman adalah kumpulan dari cerita dan kisah. Dan kumpulan dari cerita,kisah, dan pengalaman adalah masaku. Masaku untuk hidup di dunia ini.

Masaku adalah cerita, kisah, dan pengalaman.

Categories: My Note | Leave a comment