browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Green Building

Posted by on June 14, 2014

Selama beberapa dekade terakhir penerapan konsep green building di Indonesia mengalami  perkembangan ke arah yang positif.  Ketika tahun 1980 khalayak umum belum menerima konsep pergerakan hijau ini. Masih banyak orang-orang yang acuh akan konsep ini. Infrastruktur yang dibangun membahayakan lingkungan, mencemari lingkungan, limbah-limbah rumah tangga dibuang sembarangan hingga eksploitasi hutan yang dialihfungsikan menjadi perkebunan maupun rumah hunian. Menginjak tahun 1990-an, bumi nusantara semakin terkikis dan tercemar dengan berkembangnya industri dan kontruksi yang tidak terkendali. Maksudnya, insustri dan kontruksi yang tidak mengindahkan pola kegiatan hijau yang seharusnya digalakkan. Tahun 2000-an, manusia mulai menjadikan konsep Green Building untuk mengatasi permasalahan lingkungan sebagai konsekuesni logis dari tindakan manusia yang menyakiti lingkungan. Pada tahun ini keberjalanan konsep Green Building hanya sebagai tren dan slogan semata, tidak dijadikan sebagai gaya hidup yang lebih baik. Seiring berjalannya waktu, kesadaran manusia untuk melakukan pergerakan hijau semakin baik. Konsep Green Building yang awalnya hanya tren dan slogan semata mulai berubah menjadi gaya hidup yang lebih baik. Sebagai bentuk partispasi aktif Indonesia untuk dunia, pada tanggal 29 Mei 2009 Indonesia terdaftar secara formal menjadi bagian dari World Green Building Council.

Koridor penerapan Green Building

                Untuk menerapkan konsep Green  Building di Indonesia, perlu adanya koridor yang membatasi konsep ini yang disebut sebagai rating system Green Building.Rating sytem ini merupakan tolak ukur sejauh mana bangunan yang bangun memenehui paramater sebagai Green Building. Kriteria tersebut berupa aspek  apa saja dimana setiap aspeknya mempunyai nilai tertentu. Nilai yang diakumulasikan akan menentukan seberapa layak bangunan tersebut. World Green Building Council mendefinisikan system rating pada Green Building sebagai GREENSHIP yakni : tepat guna lahan (Appropriate Site Development/ASD), efisiensi dan konservasi energi (Energy Efficiency & Refrigerant/EER), konservasi air(Water Conservation/WAC), sumber dan siklus material (Material Resources & Cycle/MRC), kualitas udara dan kenyamanan ruang (Indoor Air Health & Comfort/IHC), manajemen dan lingkungan bangunan (Building & Enviroment Management).

Keuntungan Green Building

Salah satu keuntungan yang didapatkan dalam menerapkan konsep Green Building adalah efisiensi. Efisiensi dapat dilakukan misalnya dengan cara menghemat air, penggunaan energi secara minimum,  serta upaya perlindungan lapisan ozon.  Faktor pendorong lain yang mampu meningkatkan efisiensi adalah dengan menggunakan energi terbarukan. Indonesia harus mulai bisa menggunakan energi terbarukan guna mendukung efisiensi bangunan terebut.

Berikut ini beberapa keuntungan membangun green building :

  1. Green Building menghemat energi. Hal ini dipengaruhi oleh desain bangunan, ventilasi udara, penggunaan solar panel.
  2. Penggunaan air yang lebih hemat. Seluruh sistem yang menggunakan air, terutama pada toilet, didesain menghemat penggunaan air, seperti flush pada toilet, teknologi water sense pada dish washers, dan masih banyak lagi.
  3. Green Building menyehatkan untuk manusia. Hal ini dipengaruhi oleh tingkat kelembaban udara, ventilasi yang sangat memadai, dan filtrasi udara.
  4. Green Building mengurangi sampah / limbah yang ditimbulkan manusia. Hal ini dikarenakan, hampir seluruh bahan bangunan yang digunakan berasal dari daur ulang yang dimana ini memenuhi konsep penyelamatan lingkungan yang sangat sederhana, yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle.
  5. Green Building berperan mengurangi emisi karbon. Dari poin-poin ke-4 diatas, semuanya berperan dalam mengurangi emisi karbon yang dibuang. Sebagai contoh, kaca pada kaseluruhan bangunan, dan  penggunaan solar panel, secara otomatis mengurangi tingkat penggunaan listrik yang dihasilkan pembangkit tenaga listrik yang membutuhkan begitu banyak bahan bakar, dan menghasilkan polusi udara.

Dengan memperhatikan penjelasan diatas, sebaiknya Green Building harus dijadikan sebagai gaya hidup oleh kita semua. Karena bumi yang sehat dan bebas dari permasalahan yang melanda lingkungan adalah tanggung jawab kita bersamadi masa kini dan dimasa yang depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To use reCAPTCHA you must get an API key from https://www.google.com/recaptcha/admin/create