Pengetahuan Umum Rotating Header Image

Tips Sederhana Jaga Akun Telegram Agar Tidak Mudah Dihack

Aplikasi layanan pesan instan, Telegram, saat ini tengah naik daun sejak diberlakukannya kebijakan privasi baru pada aplikasi rivalnya WhatsApp, awal Mei lalu. Kebijakan terbaru WhatsApp tersebut membuat sebagian penggunanya merasa khawatir akan keamanan data pribadi mereka.  Karena itulah banyak pengguna WhatsApp yang berbondong – bondong beralih ke aplikasi perpesanan lainnya seperti Signal dan Telegram. Ya, kedua aplikasi tersebut memang bisa dipercaya dalam hal menjaga kerahasiaan data penggunanya.  Termasuk untuk urusan menjaga keamanan akun agar tidak mudah dibobol atau diretas oleh pelaku kriminal di dunia maya.

Telegram sendiri sudah menyiapkan berbagai pengaturan dan fitur untuk menjaga keamanan data para penggunanya. Jadi, jika Anda ingin mencari grup yang membahas tentang whatsapp yang harus dijaga kerahasiaannya, Anda bisa mengandalkan aplikasi pesan instan satu ini. Nah, bagi Anda yang baru saja bergabung menjadi pengguna Telegram, berikut tips sederhana dan mudah yang bisa Anda gunakan untuk menjaga akun tetap aman.

1. Mengaktifkan Verifikasi Dua Langkah

Sama seperti WhatsApp, untuk bisa masuk ke akun atau menggunakan Telegram, pengguna harus memasukkan nomor ponsel yang digunakan untuk menerima kode konfirmasi. Kode konfirmasi tersebut memang bersifat sangat pribadi. Namun, bisa saja ada orang lain yang dapat mengetahui kode verifikasi tersebut. Jika hal itu sampai terjadi, akun Anda pun akan mudah dibobol dan beralih kepenggunaan. Untuk menghindari hal seperti itu terjadi, Anda perlu mengaktifkan fitur verifikasi dua langkah agar peretas tidak dapat mengakses akun Anda meski mengetahui kode verifikasinya. Bagaimana cara mengaktifkannya? Simak langkah – langkahnya di bawah ini:

  • Klik tombol menu yang berada di ujung kiri atas.
  • Buka Setting atau Pengaturan, lalu pilih Privacy and Security.
  • Pilih Two-step Verification.
  • Jika sudah, buatlah password yang kuat, dan sulit untuk ditebak.
  • Masukan email Anda (disarankan untuk menggunakan alamat email yang juga sudah dilengkapi fitur Two-step verification.
  • Buka email yang dikirimkan oleh Telegram. Email itu berisi link konfirmasi atau confirmation link. Masukkan kode verifikasi berupa enam digit angka yang tertera di email tersebut.

2. Cari Tahu Active Session

Fitur ini dapat membantu pengguna untuk mengetahui siapa yang sudah mengakses akun Telegram miliknya, selain dirinya sendiri. Bagaimana cara mengaktifkannya? Anda bisa melihat langkah – langkahnya di bawah ini:

  • Pergi ke menu Setting, lalu ketuk Privacy and Security.
  • Ketuk opsi active sessions.
  • Di bagian itu, Anda dapat melihat versi aplikasi Telegram, model perangkat atau smartphone, versi sistem operasi yang digunakan, alamat IP, serta lokasi di mana akun Telegram Anda tengah diakses.
  • Jika Anda melihat ada perangkat mencurigakan yang bukan milik Anda, segera putuskan akses akun Telegram Anda dengan perangkat itu. Anda hanya perlu klik daftar perangkat lalu pilih opsi hapus.
  1. Aktifkan Passcode Lock

Fitur ini berguna untuk melapisi keamanan pada aplikasi Telegram jika pengguna mengaktifkannya. Apabila Anda tertarik untuk mengaktifkan fitur Passcode Lock, Anda akan diminta untuk memasukkan kode berisi empat digit angka yang dapat membuka aplikasi Telegram.  Yang perlu Anda perhatikan jika ingin menggunakan fitur ini adalah Anda harus mengingat kode tersebut. Mengapa? Karena jika Anda lupa kode password yang telah dipasang, maka hal yang bisa Anda lakukan hanyalah menghapus dan menginstal ulang aplikasi Telegram Anda. Jika Anda menghapusnya, maka semua obrolan rahasia Anda pun akan hilang. Tapi jika Anda tetap ingin mengaktifkan fitur Passcode Lock, berikut langkah – langkahnya:

  • Buka menu Setting, lalu ketuk Privacy and Security.
  • Pilih opsi Passcode Lock.
  • Masukkan empat digit angka untuk dijadikan sebagai passcode. Masukkan lagi passcode tersebut untuk konfirmasi.
  • Jika sudah mengaktifkannya, Anda wajib memasukkan passcode yang tadi sudah Anda atur untuk bisa menggunakan Telegram.

4. Abaikan Pesan yang Tidak Jelas

Bukan tak mungkin, peretas dapat melakukan kejahatan berupa phishing, yaitu melakukan penipuan dengan cara mengirimkan pesan yang berisi link palsu. Pesan palsu tersebut biasanya berisi informasi yang memberitahukan bahwa akun sudah diblokir dan pengguna diminta untuk membuka link palsu tersebut agar bisa mengakses akunnya lagi. Tentu saja pesan itu hanyalah pesan jebakan.

Tak jarang, link itu akan mengarahkan pengguna ke sebuah situs palsu yang dibuat hampir mirip dengan situs resmi Telegram, guna meyakinkan pengguna yang membuka link itu. Anda perlu mengingat bahwa Telegram tidak akan pernah meminta atau menanyakan konfirmasi identitas penggunanya.

5. Buat Password Sekuat Mungkin

Sebisa mungkin buatlah password yang kuat dan rumit. Password yang kuat sendiri mengandung kombinasi huruf, angka, dan simbol, jika perlu gunakan pula campuran huruf kapital dan kecil. Ini bertujuan agar password tidak mudah ditebak hacker atau peretas. Jika Anda kebingungan dalam membuat password yang kuat, Anda bisa juga memanfaatkan situs password maker untuk mendapatkan password yang kuat dan sulit ditebak.

6. Waspada Terhadap Phising

Seperti yang sudah kami bahas di poin sebelumnya, peretas bisa menjebak pengguna Telegram melalui phishing dengan cara mengaku dirinya sebagai pihak dari Telegram. Guna memastikan apakah pesan yang Anda dapatkan itu benar – benar berasal dari pihak Telegram, pastikan pada akun pengirim terdapat lencana atau centang biru yang menandakan bahwa akun tersebut sudah diverifikasi. Jika pada akun pengirim tidak terdapat lencana, maka abaikan saja pesan yang dikirim dari akun tersebut.

7. Jangan Gunakan Perangkat Root atau Jailbreak

Menggunakan perangkat root atau jailbreak mempunyai peluang lebih rentan disusupi peretas, untuk menyita alih perangkat, termasuk mengakses aplikasi perpesanan dan Info peka lainnya. Peretas yang mempunyai akses root dapat enteng lewat segala macam fitur keamanan yang sudah dipasang. Cara-cara di atas mampu digunakan menghambat supaya Telegram tidak mampu atau sulit diretas. Namun bukan tidak bisa saja peretasan tetap mampu terjadi, bersama berbagai langkah dan kelihaian peretas atau hacker.

Telegram merupakan salah satu sarana pesan singkat terpopuler dengan jumlah pengguna raih kisaran 500 juta. Layaknya WhatsApp, Telegram menyimpan kontak lewat nomor telepon. Namun, nomor ponsel ini sanggup disembunyikan agar tidak bisa dicermati oleh pengguna lain. Ketika fitur ini diaktifkan, pengguna lain Telegram pun tidak sanggup memberi tambahan nomor ponsel Anda ke daftar kontak Telegram mereka. Ini sanggup berfaedah untuk pengguna yang tak rela dikontak oleh orang asing.

Bagaimana cara menyembunyikan nomor ponsel Anda di Telegram? Silakan simak langkah-langkah di bawah ini, sebagaimana kami rangkum dari Gadgets Now!

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah pastikan aplikasi Telegram Anda telah di-update ke versi yang paling baru. Selanjutnya, membuka aplikasi Telegram klik ikon berwujud garis yang terdapat di segi kiri atas aplikasi.

Klik menu Settings dan pilih opsi Privacy plus Security, lalu pilih Phone Number untuk sesuaikan siapa saja yang bisa melihat nomor ponsel Anda. Pada bagian ini ada tiga opsi yang bisa dipilih, yakni My Contacts, Everybody, dan Nobody. Jika yang Anda pilih opsi Everybody, maka seluruh orang bisa menyimpan nomor ponsel Anda ke daftar kontak Telegram mereka.

Sebaliknya, opsi Nobody secara otomatis menyembunyikan nomor ponsel Anda agar tidak tersedia seorangpun yang bisa menambahkan nomor Anda ke daftar kontak di Telegram. Sementara, opsi My Contacts amat mungkin pengguna lain yang sudah menambahkan nomor Anda di kontak untuk menambahkan kontak Anda di Telegram. Setting nomor ponsel akan langsung diterapkan begitu Anda menyebabkan pilihan. Selain nomor ponsel, di menu Privacy Settings, Anda juga bisa mengatur bermacam perihal lain berkenaan privasi layaknya nama, standing last seen, dan lain-lain.

Setelah menyebabkan kontroversi terhadap awal tahun ini, keputusan baru WhatsApp berkenaan privasi pengguna resmi berlaku. Kebijakan baru ini membuat pengguna WhatsApp cemas. Tidak sedikit yang khawatir apakah isi chat dan obrolan telpon bisa dibaca dan diteruskan ke Facebook, meskipun pihak Facebook sendiri sudah membantah hal tersebut.

Oleh karena itu, tak sedikit yang sudah merasa meninggalkan WhatsApp dan berubah memanfaatkan aplikasi serupa, seperti Telegram dan Signal. Kabar baiknya, seluruh isi obrolan di WhatsApp bisa dipindahkan ke beraneka aplikasi lain, salah satunya adalah Telegram. Adapun langkah lengkapnya bisa Anda lihat di bawah ini.

Cara Pindahkan Chat WhatsApp ke Telegram

Untuk pengguna Android, cara pertama yang dapat dijalankan adalah dengan cara mengakses kolom obrolan di WhatsApp yang hendak Anda pindahkan ke Telegram.

Selanjutnya, pilih tombol tiga titik yang terdapat di pojok kanan atas layar, tekan opsi More dan klik Export Chat. Akan muncul jendela notifikasi yang menanyakan apakah pengguna mengidamkan memindahkan pembicaraan beserta semua mengisi sarana atau tidak. Jika iya, tekan opsi Include Media. Setelah itu, pilih Telegram di antara bervariasi pilihan aplikasi dan metode yang tersedia. Terakhir, menentukan kontak yang dijadikan sebagai penerima dan WhatsApp bakal secara otomatis memindahkan semua riwayat dan mengisi pembicaraan chat ke Telegram.

Langkah yang ditunaikan oleh pengguna iOS sejatinya nyaris mirip layaknya memindahkan isikan pesan WhatsApp di Android. Perbedaan keluar terhadap cara awal, di mana pengguna iOS harus masuk ke halaman keterangan atau profil chat yang bersangkutan lebih-lebih dahulu sebelum memilih opsi Export Chat.

Telegram ternyata juga tak cuma sanggup digunakan untuk berkomunikasi saja. Telegram juga bisa Anda manfaatkan untuk mengunduh foto dan video dari platform jejaring sosial, salah satunya adalah Instagram. Lantas, bagaimana cara download foto dan video dari Instagram melalui aplikasi Telegram? Berikut adalah langkah-langkahnya:

  • Cek apakah aplikasi Instagram dan Telegram di ponsel Anda sudah terpasang atau belum.
  • Buka aplikasi Telegram, setelah itu klik ikon kaca pembesar atau tombol search yang terletak di pojok kanan atas.
  • Di kolom pencarian, ketik InstaSave Bot lalu tekan enter.
  • Nantinya bakal keluar dua opsi hasil pencarian.
  • Anda sanggup segera mengklik opsi “InstaSave (Instasave_bot)” yang berada di kronologis teratas. Di Telegram, Bot adalah program berbasis AI dan mesin yang sanggup melakukan banyak tugas secara efisien.
  • Ketika opsi InstaSave di klik, akan muncul area percakapan selanjutnya tombol Restart di anggota sedang bawah untuk memulai percakapan.
  • Setelah mengetuk tombol Restart barulah Anda sanggup mengunduh foto atau video berasal dari Instagram lewat area percakapan tersebut.
  • Caranya, copy link unggahan Instagram baik foto atau video yang ingin Anda download.
  • Buka ulang ruang obrolan InstaSave di aplikasi Telegram lantas paste tautan berikut di kolom chat.
  • Secara otomatis akan muncul preview seperti ilustrasi di bawah ini dan Bot juga akan menampilkan preview mirip dari link yang telah Anda kirim di kolom chat.
  • Anda bisa segera mengklik video tersebut untuk memutar klip dan menjumpai opsi selanjutnya.
  • Pada penampilan preview video, klik ikon tiga titik di pojok kanan atas kemudian pilih opsi Save to gallery.
  • Nantinya video berikut dapat langsung diunduh dan secara otomatis tersimpan di galeri ponsel sehabis nampak keterangan Video saved to gallery.
  • Buka galeri ponsel Anda selanjutnya pastikan bahwa video berikut sudah tersimpan di folder Telegram.
  • Apabila Anda mau men-download foto, Anda hanya perlu melakukan cara yang sama seperti di atas.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *