Pemanfaatan Teknologi Informasi sebagai Sebuah Solusi di Badan Pusat Statistik

Teknologi informasi dan komunikasi sekarang telah hadir hampir di semua lini kehidupan. Mulai dari urusan pribadi, bisnis, pembelajaran hingga penyelenggaraan pemerintahan. Hal ini tentu saja karena teknologi informasi dan komunikasi sangat membantu dalam membuat proses lebih cepat, murah, mudah, efektif dan efisien. Banyak masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari yang dapat diselesaikan dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi.

Penyelenggaraan pemerintahan juga tidak luput dari sentuhan teknologi infromasi dan komunikasi. Banyak proses bisnis dan layanan pemerintahan yang sekarang dirasakan lebih baik dengan melibatkan teknologi informasi dan komunikasi didalamnya. Badan Pusat Statistik sebagai salah satu lembaga pemerintah non kementrian juga tentu saja menggunakan teknologi informasi untuk mentransformasikan proses bisnis menjadi lebih baik.

Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai penyelenggara kegiatan statistik resmi pemerintah melakukan semua kegiatan statistik mulai dari perencanaan, pengumpulan atau kompilasi data, pengolahan, analisis hingga diseminasi data yang dihasilkan. Proses tersebut tentu saja memerlukan waktu, biaya, sumber daya manusia dan sumber daya lainnya yang tidak sedikit. Perencanaan menghabiskan ber-drum teh kopi saat rapat dan koordinasi, pelaksanaan lapangan mengkonsumsi banyak pohon untuk keperluan buku pedoman dan kuesioner, dan tentu bisa dibayangkan berapa dana negara yang diperlukan untuk kegiatan statistik yang cakupan wilayahnya seluruh indonesia.

Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa teknologi informasi telah digunakan untuk menjawab masalah yang terjadi jika proses bisnis dijalankan secara tradisional. Video conference, email, website, dan presensi online adalah hal yang sekarang lazim digunakan dalam menunjang kegiatan. Salah satu kegiatan statistik di BPS yang dapat diambil contoh untuk melihat manfaat dari teknologi informasi adalah kegiatan penyusunan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI). Kegiatan ini mengumpulkan data dari empat sumber yaitu review surat kabar, review dokumen(perda, pergub dll), Focus Group Discussion dan wawancara mendalam. Dokumen yang dihasilkan direview berjenjang di setiap  BPS provinsi dan Dewan Pakar IDI di Indonesia terkait kesesuaian dengan aspek IDI. Setelah itu data dari dokumen tersebut digunaan untuk menyusun angka IDI tingkat nasional dan provinsi.

Kegiatan Penyusunan Indeks Demokrasi Indonesia ini menggunakan website khusus untuk memfasilitasi alur distribusi dokumen sumber. Penggunaan website ini tentu saja bermaanfaat jika dilihat dari beberapa sisi:

  • Biaya lebih murah karena memangkas penggunaan kertas untuk kliping surat kabar, penggandaan dokumen, dan biaya pengiriman dokumen. Dengan website ini setiap provinsi hanya perlu mengupload hasil scan dokumen dan potongan gambar dari surat kabar, kemudian semua yang terlibat dapat segera mengakses dokumen tersebut.
  • Waktu lebih juga lebih singkat karena memangkas waktu yang diperlukan jika dokumen tersebut harus dikirimkan dalam bentuk
  • Monitoring dan evaluasi juga jadi mudah, petugas bisa melihat jika dokumen yang diunggah sudah direview, diperiksa dan memenuhi syarat. Pimpinan juga dapat melihat sejauh mana dokumen sudah dikumpulkan atau segera bisa melihat jika terjadi keterlambatan.
  • Arsip dokumen juga jadi lebih terintegrasi, terjaga dan terpusat.

Manfaat penggunaan teknologi informasi dalam mempermudah pekerjaan seperti contoh diatas patutnya menjadi penyemangat untuk lebih memanfaatkan teknologi informasi. Masih ada ruang masalah yang solusinya bisa menggunakan teknologi informasi. Salah satunya diantaranya terkait moral hazard petugas lapangan survei atau sensus dalam menjalankan tugasnya. Kemungkinan petugas lapangan tidak mendatangi langsung semua responden atau lokasi yang menjadi tanggung jawabnya bisa dideteksi dengan penggunaan teknologi pendeteksi lokasi yang sekarang sudah makin lazim. Dengan demikian dapat mengurangi keraguan terkait kualitas data yang dihasilkan.

Sekali lagi teknologi informasi memberi peluang besar bagi kita untuk mempermudah kehidupan jika digunakan dengan baik. Baik itu kehidupan pribadi, bisnis ataupun penyelenggaraan dan pelayanan pemerintahan. Tinggal seberapa bijak dan baik kita dalam memanfaatkannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *