Perbedaan Aplikasi Chatting Signal, WhatsApp dan Telegram

Salah satu cara komunikasi yang dapat dilakukan di era digital seperti sekarang ini adalah komunikasi via chatting. Ya, selain tidak menggunakan suara sehingga rahasia bisa lebih terjamin, komunikasi melalui chatting juga sangat efektif dan menyenangkan. 

Hadir berbagai macam aplikasi chatting yang kini sudah bisa kita gunakan mulai dari Signal, WhatsApp dan Telegram. Lantas apa saja yang menjadi perbedaan aplikasi chatting Signal, WhatsApp dan Telegram? Berikut ini perbedaan aplikasi chatting signal, WhatsApp dan Telegram yang perlu Anda tahu!

Perbedaan Aplikasi Chatting Signal, WhatsApp dan Telegram 

Aplikasi instant messaging WhatsApp
Aplikasi instant messaging WhatsApp

Fitur keamanan

Perbedaan aplikasi chatting Signal, WhatsApp dan Telegram yang pertama adalah fitur keamanannya. Ketiga aplikasi ini merupakan tiga jenis aplikasi chatting yang sama – sama hadir dengan penerapan fitur enkripsi end to end. Hanya saja penggunaannya sedikit berbeda di masing – masing aplikasi. 

Lihat pula: Cara Buat Nada Dering WhatsApp dengan Shouter Notification

Untuk aplikasi chatting seperti Signal dan WhatsApp, keduanya sama – sama sudah menerapkan sistem enkripsi end to end di masing – masing percakapan yang dilakukan. Dengan adanya enkripsi ini, pihak pengembang aplikasi tidak akan bisa mendengar, merekam atau merespon percakapan dari pengguna selama jangka waktu tak terbatas. 

Sementara untuk Telegram, kemampuan ini hanya berlaku untuk Secret Chats. Kemudian untuk percakapan pribadi atau grup yang dilakukan melalui aplikasi chatting Telegram, penerapan sistem enkripsi server client yang dikenal dengan istilah MTProto yang diterapkan. 

Fitur andalan

Pada masing – masing aplikasi tentu terdapat perbedaan fitur karena ketiganya memang dihadirkan oleh pengembang yang berbeda – beda. Sebagai contoh, WhatsApp memiliki fitur yang diberi nama Status. 

Fitur bernama Status ini merupakan fitur yang memungkinkan pengguna untuk dapat berbagi status baik tulisan, foto atau video mirip instagram stories. Sementara aplikasi Signal dan Telegram masih tidak memilikinya. 

Kemudian pada sektor fitur pengiriman file, ketiga aplikasi ini sudah didukung aplikasi pengiriman file namun dengan kapasitas maksimal yang berbeda. Pada WhatsApp, WhatsApp mendukung pengiriman file sampai ukuran 100 MB. Sementara pada Telegram, pengguna dapat mengirimkan file sampai kapasitas 1,5 GB. Oleh sebab itu, banyak orang yang menggunakan Telegram sebagai tempat mengirim file yang berupa video panjang atau film. 

Artikel terkaithttps://www.fedora.or.id/2021/04/freetts-text-to-speech-online-dengan.html

Kemudian untuk fitur grup chatnya. Pada WhatsApp, group chat yang tersedia mampu menampung hanya 256 anggota. Sementara pada Signal mampu menampung 1000 anggota dan pada Telegram mampu menampung sampai 200.000 orang anggota. Oleh karena itu banyak seminar online yang menggunakan Telegram sebagai tempat mereka membuat grup. 

Dalam fitur grup yang dihadirkan, ketiganya memiliki kemampuan untuk melakukan panggilan video secara berkelompok. Akan tetapi yang sedikit berbeda dari Telegram, grup chat ini dibekali fitur tambahan seperti bots, polling, kuis dan hashtag yang tidak dimiliki pada sosial media grup chat lainnya. 

Kemudian pada sosial media Signal, fitur yang tak kalah menarik adalah Note to Self. Fitur ini merupakan suatu fitur yang menjadikan penggunanya dapat membuat catatan untuk dirinya sendiri. Melalui fitur Note to Self ini, pengguna dapat meninjau dulu pesan yang akan dikirimkan atau sekedar membuat catatan biasa yang hanya bisa diakses pengguna dan dapat ditautkan dengan perangkat lain yang ditautkan dengan akun pengguna. 

Ketiga aplikasi tersebut baik WhatsApp, Signal atau pun Telegram memiliki fitur Linked Devices yang menjadikan pengguna dapat mengaksesnya di perangkat yang berbeda. Akan tetapi pada Signal dan WhatsApp, fungsi ini hanya didukung pada desktop saja. 

Fitur tambahan

Fitur tambahan yang disediakan pada ketiga aplikasi tersebut adalah fitur menghapus pesan secara otomatis. Jadi, pesan yang Anda kirimkan dan ingin Anda tarik kembali karena kurang sesuai atau salah kirim bisa terhapus dari perangkat penerima pesan dalam durasi waktu tertentu dan tidak akan ada jejak yang tertinggal. 

Kemudian untuk data yang dikumpulkan, pada sosial media WhatsApp dapat terkumpul sejumlah data yang lebih banyak dibandingkan Telegram dan Signal. Pada Telegram, data yang dikumpulkan hanya mencakup kontak pengguna, informasi dan ID. Sementara pada Signal hanya nomor telepon pengguna saja. 

Itulah beberapa hal yang menjadi perbedaan aplikasi chatting signal, WhatsApp dan Telegram. Anda mau pilih aplikasi mana untuk menjadi aplikasi andalan Anda? 

Daftar Arti Kode Sub Gateway di J&T (JNT Express)

contoh kiriman barang dengan jnt

Ini Arti Sub Gateway J&T yang biasanya muncul di pelacakan pengiriman barang online. Gateway dalam dunia ekspedisi termasuk J&T dapat diartikan sebagai pintu gerbang. Pada umumnya perusahaan jasa angkutan dan ekspedisi memiliki gudang di bandara maupun pelabuhan untuk menunjang pengiriman barang. Daftar kode bandara di Indonesia inilah yang biasanya juga menjadi kode gateway J&T.

Setiap mengirimkan barang melalui pengiriman, kita akan mendapatkan nomor resi. Nomor resi tersebut dapat kita gunakan untuk melacak barang atau pesanan kita sudah sampai dimana. Hal ini biasa kita sebut pelacakan. J&T telah menyediakan layanan pelacakan paket di website mereka dengan memasukkan nomor resi yang kita punya.

Pada halaman pelacakan akan diberikan informasi mengenai alur perjalanan barang yang kita miliki yang biasanya juga menggunakan kode gateway. Sebagai contoh BDO_GATEWAY artinya paket kita sudah sampai di gudang pusat J&T Express di Bandung (BDO). Selanjutnya dari sini akan di kirimkan menuju alamat masing-masing oleh kurir.

Lihat pula: Cek Resi J&T Express

Ini Arti Sub Gateway J&T

Untuk mempermudah pelanggan J&T mengerti akan kode gateway yang digunakan, maka di bawah ini akan dirinci mengenai kode gateway, kode bandara, atau kode daerah yang biasa digunakan oleh J&T Express:

Kode gateway (Gudang) di Pulau Sumatera: Banda Aceh (BTJ), Bandar Lampung (TKG), Batam (BTH), Kepulauan Batu (LSE), Bengkulu (BKS), Dumai (DUM), Gunung Sitoli (GNS), Jambi (DJB), Lubuk Linggau (LLG), Medan/Deli Serdang (KNO), Medan (MES), Padang (PDG), Padang Sidempuan (AEG), Palembang (PLM), Pangkal Pinang (PGK), Simalungun/Toba Samosir (SIW), Pekanbaru (PKU), Ranai (NTX), Sibolga (FLZ), Siborong-Borong (DTB), Sinabang (SNX), Sipora (RKI), Suka Makmue (MEQ), Takengon (TXE), Tanjung Pandan (TJQ), Tanjung Pinang (TNS).

Kode gateway (Gudang) di Pulau Jawa: Bawean (BXW), Bandung (BDO), Banyuwangi (BWX), Tasikmalaya (TSY), Cirebon (CBN), Cilacap (CXP), Kepulauan Seribu (PPJ), Jakarta (JKT), Jakarta Gudang Utama (CGK), Tangerang Selatan (PCB), Tangerang (BTO), Depok (DPK), Majalengka (KJT), Jember (JBB), Malang (MLG), Semarang (SRG), Surabaya (SUB), Surakarta (SOC), Yogyakarta (JOG).

Kode gateway (Gudang) di Pulau Kalimantan: Balikpapan (BPN), Banjarmasin (BDJ), Tanjung Redep/Berau (BEJ), Bontang (BXT), Mahakam Ulu (DTD), Ketapang (KTG), Long Apung (LPU), Long Bawan (LBW), Nunukan (NNX), Palangkaraya (PKY), Pangkalan Bun (PKN), Pontianak (PNK), Putussibau (PSU), Samarinda (SRI), Sampit (SMQ), Sintang (SQG), Tanjung Selor (TJS), Tarakan (TRK).

Kode gateway (Gudang) di Pulau Sulawesi: Bau-Bau (BUW), Gorontalo (GTO), Kendari (KDI), Kolaka (PUM), Makassar (UPG), Mamuju (MJU), Manado (MDC), Masamba (MXB), Melonguane (MNA), Sangihe (NAH), Morowali (MOH), Palu (PLW), Poso (PSJ), Luwu (LLO), Selayar (KSR), Tojo Una-Una (AMP).

Kode gateway (Gudang) di Pulau Bali dan Nusa Tenggara: Atambua (ABU), Bima (BMU), Denpasar (DPS), Ende (ENE), Kupang (KOE), Labuan Bajo (LBJ), Mataram (LOP), Maumere (MOF), Savu (SAU), Sumbawa Besar (SWQ), Waikabubak (TMC), Waingapu (WGP).

Kode gateway (Gudang) di Pulau Maluku: Amahai (AHI), Ambon (AMQ), Banda (NDA), Benjinai (BJK), Buli (WOB), Dobo (DOB), Galela (GLX), Kao (KAZ), Labuha (LAH), Tual (LUV), Moa (JIO), Morotai (OTI), Namlea (NAM), Namrole (NRE), Saumlaki (SXK), Ternate (TTE).

Kode gateway (Gudang) di Pulau Papua: Anggi (AGD), Ayawasi (AYX), Babo (BXB), Biak (BIK), Bintuni (NTI), Fak-Fak (FKQ), Jayapura (DJJ), Kaimana (KNG), Manokwari (MKW), Merauke (MKQ), Nabire (NBX), Schouten (FOO), Oksibil (ORG), Sorong (SOQ), Timika (TIM), Wasior (WSR), Puncak Jaya (WMX).

Daftar Arti Kode Resi J&T

Ada beberapa kode resi J&T yang biasa digunakan selama pengiriman diantaranya adalah:

  • Sedang menjalankan simpan scan. Artinya paket telah tiba di drop point J&T akan tetapi belum dapat diproses karena sprinter (kurir) sedang overload atau paket datang di luar jam kerja sehingga barang akan disimpan terlebih dahulu dan dikirim keesokan harinya.
  • Sedang menjalankan bermasalah scan. Artinya paket telah tiba di drop point J&T akan tetapi timbul masalah internal di pihak J&T misalnya alamat tidak jelas, sistem error, paket tercecer di gudang, salah drop atau sorting, dan lain sebagainya.
  • Sprinter (kurir) sedang mengirim. Artinya paket telah tiba di drop point J&T tujuan dan sedang dalam proses pengantaran oleh sprinter (kurir)

Pengiriman dan pelacakan menggunakan J&T sangat mudah, murah, dan cepat. Dengan membaca artikel Ini Arti Sub Gateway J&T pelanggan akan lebih mudah memahami istilah dalam melacak paket yang dikirim.