7 Daerah Penghasil Panas Bumi Terpopuler di Indonesia

Indonesia merupakan negara dengan sumber daya alam yang melimpah bahkan diperkirakan memiliki sumber daya energi panas bumi hingga 28,5 GWe (Giga Watt electrical) dengan reserves 17.453 MW dan resources 11.073 MW sehingga menjadikan Indonesia menjadi salah satu daerah penghasil panas bumi terbesar di Indonesia.

Indonesia Sebagai Daerah Penghasil Panas Bumi

Adanya sumber daya energi panas bumi ini memiliki hubungan yang erat dengan posisi Indonesia yang terletak pada kerangka tektonik dunia yang mendukung peningkatan pemanfaatan panas bumi di Indonesia. Berdasarkan data terbaru, tercatat sumber daya panas bumi yang telah dimanfaatkan mencapai 1.948,5 MW dari 13 PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi) pada 11 WKP (Wilayah Kerja Panas Bumi).

Ref: Sound of text

Ke depannya diharapkan sumber daya panas bumi dapat mendukung pengembangan industri yang bukan hanya dimanfaatkan sebagai pembangkit namun juga untuk budidaya tanaman tertentu, sterilisasi media tanaman, pengeringan hasil pertanian, hingga menjadi destinasi wisata yang memang sedang dilakukan hingga saat ini. 

Daerah Penghasil Panas Bumi

Sibual-buali, Sumatera Utara

Di Gunung Sibual-buali terdapat PLTP Sarulla yang dikelola oleh Sarulla Operations Ltd di Kabupaten Tapanuli Utara yang menggunakan condensing, bottomic, dan binary sebagai metode pembangkitannya yang efisien dalam pemanfaatan uap dan produk uap. PLTP Sarulla menghasilkan listrik dengan kapasitas 110 MW dengan uap sumur hanya 65 MW. 

PLTP Sarulla menggunakan investasi hingga 1,6 miliar USD dengan kapasitas terpasang PLTP hingga 1.643,5 MW bahkan termasuk ke dalam peringkat ketiga terbesar penghasil panas bumi untuk listrik setelah Amerika Serikat dan Filipina.

Waypanas, Lampung

Di daerah ini terdapat PLTP Ulubelu yang merupakan perusahaan milik PT PGE (Pertamina Geothermal Energy yang dapat memenuhi kebutuhan di Lampung hingga 25%. Total kontribusi PGE 4 x 55 MW baik untuk listrik dan uap.

Hingga sekarang ini PGE telah mengebor 50 sumur dengan 16 juta jam kerja tanpa pernah ada fatality dengan total 150 hektar dari 92.000 hektar yang digunakan untuk memproduksi listrik dan uap. Untuk investasi unitnya senilai 397 juta USD.

Cibeureum – Parabakti, Jawa Barat

PT BRPT (Barito Pacific Tbk) mengekspansi PLTP Salak Unit 7 dan PLTP Salak Binary untuk proyek 70 MW yang ditargetkan beroperasi di tahun 2022 dan 2023. Masing-masing unit memiliki kapasitas yaitu Salak Unit 7 55 MW dan Salak Binary 15 MW yang bereksplorasi di Gunung Salak. BRPT melalui PT Indo Raya Tenaga masih melanjutkan pembangunan PLTU berkapasitas 2×1.000 MW.

Lihat pula: Aplikasi Edit Video tanpa Watermark

Pangalengan, Jawa Barat

Daerah penghasil panas bumi berikutnya yaitu Pangalengan, Jawa Barat dengan PLTU Wayang Windu. PLTU Wayang Windu dikelola oleh Star Energi yang telah membantu berbagai bentuk CSR seperti perekonomian, pendidikan, dan kesehatan. PLTU Wayang Windu menyuplai 227 MW listrik Jawa Madura Bali.

Kamojang – Darajat, Jawa Barat

Potensi penghasilan panas bumi di daerah ini pertama kali ditemukan di Belanda tahun 1918 engan potensi 300 MW. PLTP Kamojang mulai beroperasi di tahun 1982 setelah melakukan pengeboran pertama tahun 1926 setelah itu melakukan kerja sama dengan Selandia Baru. Selain dijadikan sebagai sumber listrik, area panas bumi ini juga sering dikunjungi sebagai tempat wisata. 

PLTP Kamojang sekarang mengelola 7 unit berkapasitas 375 MW. 3 unit pembangkit berkapasitas 140 MW, PLTP Darajat 1 unit sebesar 55 MW, dan 3 unit dari PLTP Gunung Salah berkapasitas 180 MW.

Lahendong – Tompaso, Sulawesi Utara

PT PGE juga mengoperasikan PLTP Lahendong yang menyumbangkan 21,33% dengan pusat di Lahendong – Tompaso, Sulawesi Utara. Pasokan yang dihasilkan mencapai 562 MW. WKP atau Wilayah Kerja Panas Bumi di Lahendong mencapai hingga 53 sumur dan dioperasikan oleh 6 unit. PLTP Lahendong dimulai sejak tahun 2001 dengan Unit 1 hingga sekarang sudah memiliki 6 Unit.

Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah

Dalam wilayah ini terdapat PLTP Small Scale Dieng dengan kapasitas 10 MW yang dikelola oleh PT Geo Dipa Energi. Daerah penghasil panas bumi ini rencananya akan dikembangkan hingga 400 MW. PLTP Small Scale Dieng mendukung program Pemerintah untuk penyediaan listrik tenaga panas bumi yang ramah lingkungan.

Deskripsi : daerah penghasil panas bumi tersebar di 7 daerah di Indonesia yang dimanfaatkan untuk pengembangan listrik. Credits: www.narasi.net