10th Aug2021

Cara Kerja Mesin Pencari Google Dalam Menentukan Peringkat Website

by duray.philip

Cara kerja mesin pencari GoogleMesin pencari bisa dikatakan sebagai portal Anda di internet. Mereka mengumpulkan banyak informasi dari triliunan halaman website di dunia, mendefenisi kandungan didalamnya, dan membuat keputusan tentang seberapa baik itu menjadi jawaban pertanyaan untuk kueri tertentu. 

Bisa dibayangkan, ada begitu banyak data yang harus disaring, memaknainya dan memilih opsi terbaik untuk ditampilkan pada halaman hasil pencarian. 

Mesin pencari adalah perpustakaan digital dengan kapasitas super raksasa. Dan untungnya, petugas yang bekerja adalah sistem komputerisasi canggih. Yang dapat mengingat semuanya. 

Jadi, saat ada orang bertanya tentang halaman buku entah oleh siapa, yang bahkan tidak penting sekali pun, mesin pencari akan menyodorkan opsi yang paling relevan. 

Anda tidak perlu tahu persis apa yang Anda cari. Yang penting, Anda memberi clue dalam bentuk frasa kata (kata kunci). Mesin pencari tahu jenis halaman apa yang Anda butuhkan. 

Ini menjadi semakin menarik, saya bertanya bagaimana sebenarnya cara kerja mesin pencari itu? Termasuk mekanisme proses penentuan peringkat untuk masing-masing kueri. 

Sehingga, dapat  menemukan, mengkategorikan, dan memberi peringkat pada miliaran website yang ada internet. 

Pengolah Data

Mesin pencari menggunakan algoritme canggih menemukan dan mengolah semua data yang ada di internet. Dimana kemudian membuat keputusan tentang kualitas dan relevansi halaman apa pun. 

Prosesnya begitu kompleks. Melibatkan sistem komputerisasi dan sumber daya yang sangat besar. Agar semua data digital itu dapat disajikan dengan cara yang mudah dicerna oleh pengguna akhir.

Mesin pencari mengurai semua informasi ini dengan melihat berbagai faktor peringkat yang berbeda berdasarkan permintaan pengguna. Ini termasuk relevansi dengan pertanyaan (dalam bentuk kata kunci) yang diketik pengguna, kualitas konten, kecepatan situs, metadata, dan banyak lagi. 

Setiap titik data digabungkan untuk membantu mesin telusur menghitung kualitas keseluruhan halaman mana pun. Website terkait kemudian diberi peringkat berdasarkan perhitungan tertentu untuk kemudian ditampilkan di SERP (Search Engine Result Page) atau halaman hasil mesin pencari.

Memahami proses di balik layar yang terjadi pada mesin telusur untuk membuat keputusan ini, tidak hanya membantu Anda memperoleh wawasan tentang mengapa bagian konten tertentu mendapat peringkat yang baik, tetapi juga membantu Anda membuat konten baru yang disesuaikan mekanisme mesin pencari tersebut. Sehingga berpotensi mendapat peringkat lebih tinggi.

Mari kita lihat prosedur umum di mana setiap algoritma mesin pencari dibangun, dan kemudian uraikan empat platform teratas untuk melihat bagaimana mereka melakukannya.

Bagaimana Mesin Pencari bekerja?

Agar efektif, mesin pencari perlu memahami dengan tepat jenis informasi apa yang tersedia dan menyajikannya kepada pengguna secara logis. 

Cara mesin pencari mencapai faktor ini semua, adalah melalui tiga tindakan mendasar: perayapan, pengindeksan, dan peringkat.

Alur proses mesin pencari

Melalui tindakan ini, mereka menemukan konten yang baru diterbitkan, menyimpan informasi di server, dan mengaturnya untuk konsumsi pengguna di internet. Termasuk Anda. 

Sekarang, kita uraikan apa yang terjadi selama masing-masing proses tersebut: 

  • Perayapan: Mesin telusur mengirimkan perayap web, juga dikenal sebagai bot atau laba-laba, untuk meninjau konten website. Dengan memperhatikan webiste baru, halaman konten yang ada atau baru saja diubah, perayap web melihat data seperti URL, peta situs, dan kode untuk mendefensikan isi konten yang ditampilkan.
  • Indeks: Setelah website dirayapi, mesin pencari perlu memutuskan bagaimana mengatur informasi. Proses pengindeksan adalah ketika mesin pencari meninjau data website untuk membaca sinyal peringkat; positif atau negatif dan menyimpannya di lokasi yang benar di server mesin pencari.
  • Peringkat: Selama proses pengindeksan, mesin pencari mulai membuat keputusan tentang tempat untuk menampilkan konten tertentu pada SERP. Pemeringkatan dicapai dengan menilai sejumlah faktor ranking yang berbeda berdasarkan permintaan pengguna akhir untuk kualitas dan relevansi.

Keputusan dibuat selama proses ini untuk menentukan nilai yang dapat diberikan suatu website kepada pengguna akhir. Keputusan ini dipandu oleh sistem algoritma. 

Memahami cara kerja algoritme membantu Anda membuat konten yang berperingkat lebih baik untuk setiap platform. Dan dalam hal ini, biasanya disebut dengan istilah SEO (Search Engine Optimization)

Baik itu RankBrain untuk Google dan YouTube, Space Partition Tree And Graph (SPTAG) untuk Bing, atau basis kode eksklusif untuk DuckDuckGo. Masih banyak lagi macam mesin pencari dengan sistem uniknya masing-masing. 

Setiap platform menggunakan serangkaian faktor peringkat unik untuk menentukan di mana website berada dalam hasil pencarian. Jika Anda mengingat faktor-faktor ini, itu akan membantu saat Anda membuat konten untuk website. Sehingga akan lebih mudah untuk menyesuaikan halaman tertentu agar memenuhi faktor-faktor tersebut.

Mengklasifikasi Algoritma Mesin Pencari berdasarkan Platform

Setiap mesin pencari menampilkan hasil pencarian dengan cara yang berbeda. Dalam kesempatan ini, kita akan melihat empat platform populer di dunia saat ini. Lalu, merinci bagaimana mereka membuat keputusan tentang kualitas dan relevansi konten.

Algoritma Penelusuran Google

Google adalah mesin pencari paling populer di planet ini. Mesin pencari mereka secara rutin memiliki di atas 90% pasar, menghasilkan sekitar 3,5 miliar pencarian individu di platform mereka setiap hari. 

Meskipun terkenal bungkam tentang cara kerja algoritmenya, Google memang menyediakan beberapa konteks tingkat tinggi tentang bagaimana mereka memprioritaskan website di halaman hasil pencarian.

Website baru dibuat setiap hari. Google dapat menemukan laman ini dengan mengikuti tautan dari konten yang ada, dimana pernah dijelajahi sebelumnya, atau ketika pemilik website mengirimkan peta situs mereka secara langsung. 

Setiap pembaruan pada konten yang ada juga dapat dikirimkan ke Google dengan meminta mereka untuk merayapi ulang URL tertentu . Ini dilakukan melalui Google Search Console.

Meskipun Google tidak menyatakan seberapa sering situs dirayapi, konten baru apa pun yang ditautkan ke konten yang ada pada akhirnya akan ditemukan juga.

Setelah perayap web mengumpulkan informasi yang cukup, mereka membawanya kembali ke server Google untuk diproses dan kemudina pengindeksan.

Pengindeksan dimulai dengan menganalisis data website, termasuk konten tertulis, gambar, video, dan struktur situs teknis. Google mencari sinyal peringkat positif dan negatif seperti kata kunci dan kesegaran website untuk mencoba dan memahami tentang halaman apa pun yang mereka jelajahi.

Indeks website Google berisi miliaran halaman dan 100.000.000 gigabyte data. Untuk mengatur informasi ini, Google menggunakan algoritme pembelajaran mesin yang disebut RankBrain dan basis pengetahuan yang disebut Grafik Pengetahuan

Ini semua bekerja sama untuk membantu Google menyediakan konten yang paling relevan bagi pengguna. Setelah pengindeksan selesai, mereka melanjutkan ke tindakan penentuan peringkat.

Segala sesuatu yang terjadi hingga saat ini dilakukan di latar belakang, sebelum pengguna berinteraksi dengan fungsi pencarian Google. Peringkat adalah tindakan yang terjadi berdasarkan apa yang dicari pengguna. 

Melansir dari situs Garuda Website, Google memiliki sekitar 200+ sinyal yang diperhitungkan. Namun, ada 9 faktor peringkat paling esensial. Itu diantaranya; 

    1. Makna kueri: Ini menentukan maksud dari pertanyaan pengguna akhir mana pun. Google menggunakan ini untuk menentukan dengan tepat apa yang dicari seseorang ketika mereka melakukan pencarian. Mereka mengurai setiap kueri menggunakan model bahasa kompleks yang dibangun berdasarkan penelusuran dan perilaku penggunaan sebelumnya.
    2. Relevansi halaman web: Setelah Google menentukan maksud permintaan pencarian pengguna, mereka meninjau konten peringkat halaman web untuk mencari tahu mana yang paling relevan. Penggerak utama untuk ini adalah analisis kata kunci. Kata kunci di situs web harus sesuai dengan pemahaman Google tentang pertanyaan yang diajukan pengguna.
    3. Kualitas konten: Dengan kata kunci yang cocok, Google melangkah lebih jauh dan meninjau kualitas konten pada halaman web yang diperlukan. Ini membantu mereka memprioritaskan hasil mana yang lebih dulu dengan melihat otoritas situs web tertentu serta peringkat halaman dan kesegarannya .
    4. Kegunaan halaman web: Google memberikan prioritas peringkat ke website yang mudah digunakan. Kegunaan mencakup semuanya, mulai dari kecepatan situs hingga daya tanggap.
    5. Konteks dan setelan tambahan: Langkah ini menyesuaikan penelusuran dengan keterlibatan pengguna sebelumnya dan setelan spesifik dalam platform Google.
    6. Otoritas Situs: Ini ditentukan berdasarkan perhitungan Google PageRank. Kuntitas dan kualitas tautan masuk. 
    7. HTTPS: Hypertext Transfer Protocol Secure adalah versi aman dari protokol HTTP yang menggunakan protokol SSL/TLS untuk enkripsi dan otentikasi saat terjadi pertukaran data dari pengguna ke server. 
    8. Mobile Friendly: Ini adalah faktor tambahan karena saat ini hampir sebagian besar pengguna mengakses website melalui seluler. 

 

  • User Experience: Ini adalah tujuan akhir. Pengalaman pengguna yang baik adalah fokus utama Google dalam menentukan peringkat website. 

 

Bagaimana Google Menentukan Peringkat Website?

Dengan lebih dari 200 faktor yang menjadi pertimbangan peringkat website dalam algoritme Google, ada banyak elemen kekhususan situs yang Google perhitungkan. 

Hal yang penting adalah Google PageRank. PageRank adalah perhitungan yang menilai website berdasarkan kualitas dan kuantitas tautan ke halaman web. 

Ketika sebuah situs menautkan website tertentu, Google melihatnya sebagai dukungan otoritas dan kualitas website yang mendapat tautan tersebut. Semakin mapan situs yang menautkan, itu akan memberi kredit poin lebih besar. 

Sayang, Google tidak mempublikasikan informasi tentang algoritma PageRank itu. 

Moz salah satu perusahaan mengembangkan perangkat lunak, berupaya untuk untuk meniru bagian dari PageRank yang disebut otoritas domain.  Ini adalah skor yang diberikan oleh Moz yang memprediksi seberapa baik peringkat situs di mesin pencari.

Semakin tinggi skor otoritas domain, semakin baik, karena ini diasumsikan sebagai sinyal otoritas website.  

Namun, skor otoritas domain versi Moz tersebut hanya sebatas asumsi. Kendati menjadi salah satu acuan banyak orang dalam memeringkatkan website, tapi hasil ini belum dapat dikatakan sebagai kepastian. 

Google mempunyai caranya sendiri. Dan itu sepertinya akan terus menjadi rahasia. 

Sumber: Apa Itu Mesin Pencari + 3 Fakta Cara Kerjanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *