Bendera Merah Putih Indonesia


Bendera Indonesia memiliki makna filosofis. Merah berarti keberanian, sedangkan putih berarti kesucian. Selain itu, warna merah pun dikatakan melambangkan tubuh manusia, sedangkan putih melambangkan jiwa manusia. Kedua warna tersebut dianggap saling melengkapi dan menyempurnakan Indonesia. Menurut Soekarno, kedua warna tersebut berasal dari penciptaan manusia, yaitu merah yang merupakan darah wanita dan putih yang merupakan warna sperma. Di samping itu, menurutnya pun tanah Nusantara berwarna merah, sementara getah tumbuhan berwarna putih dan orang Jawa sudah menyajikan bubur merah putih selama ratusan tahun.

Bendera Indonesia terinspirasi dari warna bendera Kerajaan Majapahit yang saat itu mempunyai sembilan garis merah-putih yang terdiri atas lima garis merah dan empat garis putih horizontal.

Bendera Kerajaan Majapahit kala itu disebut dengan Sang Saka Getih-Getah Samudra atau disebut juga Sang Saka Gula Kelapa, dikibarkan sebagai panji kemenangan pasukan Raden Wijaya dalam pertempuran pertama melawan pasukan Dinasti Yuan dari Tiongkok.

Dalam Prasasti Butak, Sang Saka Getih-Getah Samudra kali pertama tercatat dikibarkan pada 1292, lima tahun lebih tua dibandingkan Monako. Itulah sebabnya Monako sepakat untuk sama-sama menggunakan warna merah-putih dengan posisi yang sama pada bendera negara kedua negara.

Bendera Indonesia dan Monaco

Indonesia dan Monako merupakan negara yang memiliki bendera sama, merah-putih. Dalam sejarahnya, Monako sempat mempertanyakan mengapa Indonesia memakai bendera merah-putih. Negara kecil di Eropa barat itu mengklaim lebih dulu menggunakannya bendera merah-putih.

Menurut American Flags, bendera Monako secara resmi disahkan menjadi bendera negara pada 4 April 1881. Peresmian ini dilakukan di bawah pemerintahan saat itu yaitu Pangeran Monako Charles III.

Jauh dari peresmian itu, warna merah-putih sudah digunakan sebagai warna bendera Monako sejak 1297. Seorang Francesco Grimaldi, keturunan Italia berhasil merebut kemerdekaan dari koloni Genoa pada 1297.

Simbol negara pun dibentuk untuk mewakili wilayah dinasti Grimaldi, yang dinamakan House of Grimaldi. Dengan sebuah moto Deo Juvante, yang artinya Dengan Bantuan Tuhan dalam bahasa Latin.

Ada rangkaian pola wajik dalam simbol tersebut dan itulah asal-usul penentuan warna bendera Monako. Warna merah-putih itu juga sebenarnya diambil dari warna bendera Genoa yang merupakan salib St. George.

Dari sinilah asal muasal Monako mengklaim bahwa bendera negaranya merupakan bendera tertua di dunia, yaitu pada 1297.

Sementara Indonesia secara resmi menggunakan pertama kali bendera merah-putih untuk momen kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Meski identik, tetap ada perbedaan antara bendera Indonesia dan Monako, salah satunya adalah dimensi rasionya.

Melansir dari worldatlas.com, bendera Indonesia memiliki rasio lebar dan panjang 2:3, sedangkan Monako memiliki rasio 4:5. Hal ini membuat bendera Indonesia tampak lebih panjang dan ramping dibandingkan dengan bendera Monako. Bendera Monako tampak lebih lebar dan mendekati bentuk persegi.

Ukuran bendera Merah Putih

Ukuran bendera merah putih berbeda-beda sesuai dengan penggunaan atau di mana bendera merah putih itu akan dipasang. Lantas, berapa ukuran bendera merah putih yang benar sesuai ketentuan perundang-undangan di Indonesia? Simak informasi selengkapnya berikut ini.

Ukuran Bendera Merah Putih Sesuai Undang-Undang

Pengaturan ukuran bendera merah putih telah ditentukan oleh pemerintah melalui Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Dalam undang-undang tersebut memuat tentang pengaturan bendera merah putih termasuk ketentuan ukuran bendera merah putih.

Berdasarkan Pasal 4 disebutkan bahwa ketentuan bendera negara Indonesia atau bendera merah putih adalah berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran lebar 2/3 (dua-pertiga) dari panjang. Serta bagian atas berwarna merah dan bagian bawah berwarna putih yang kedua bagiannya memiliki ukuran yang sama. Bendera merah putih juga harus dibuat dari kain yang warnanya tidak luntur.

Ketentuan ukuran bendera merah putih sesuai UU Nomor 24 Tahun 2009 adalah sebagai berikut:

  • Ukuran bendera merah putih untuk penggunaan di lapangan Istana Kepresidenan: 200 cm x 300 cm.
  • Ukuran bendera merah putih untuk penggunaan di lapangan umum: 120 cm x 180 cm.
  • Ukuran bendera merah putih untuk penggunaan di ruangan 100 cm x 150 cm.
  • Ukuran bendera merah putih untuk penggunaan di mobil Presiden dan Wakil Presiden: 36 cm x 45 cm.
  • Ukuran bendera merah putih untuk penggunaan di mobil pejabat negara: 30 cm x 45 cm.
  • Ukuran bendera merah putih untuk penggunaan di kendaraan umum: 20 cm x 30 cm.
  • Ukuran bendera merah putih untuk penggunaan di kapal: 100 cm x 150 cm.
  • Ukuran bendera merah putih untuk penggunaan di kereta api: 100 cm x 150 cm.
  • Ukuran bendera merah putih untuk penggunaan di pesawat udara: 30 cm x 45 cm.
  • Ukuran bendera merah putih untuk penggunaan di meja: 10 cm x 45 cm.

Selain itu, untuk keperluan selain yang telah disebutkan di atas, bendera merah putih yang merepresentasikan Bendera Negara dapat dibuat dari bahan yang berbeda dan dengan ukuran yang berbeda pula.

Tujuan Pengaturan Ukuran Bendera Merah Putih

Pengaturan ukuran bendera merah putih yang demikian tentunya tidak sembarangan. Tujuan pengaturan ukuran bendera merah putih sesuai ketentuan dalam UU Nomor 24 Tahun 2009 adalah sebagai berikut:

  • Untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  • Untuk menjaga kehormatan yang menunjukkan kedaulatan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  • Untuk menciptakan ketertiban, kepastian, dan standardisasi penggunaan bendera negara atau bendera merah putih.

Info lainĀ Bendera Merah Putih Indonesia

This entry was posted in Indonesia and tagged , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.