PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DI BPS

Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai lembaga yang berwenang menyelenggarakan kegiatan statistik, baik statistik dasar maupun sektoral dalam proses melakukan kegiatan tersebut akan melalui tahapan yang disebut pengumpulan data. Salah satu teknik pengumpulan data yang sering dilakukan adalah metode wawancara dengan media kertas dan pensil atau paper and pencil interviewing (PAPI). Semakin tingginya perhatian terhadap akurasi data dan kecepatan rilis hasil survey atau sensus baik dari pemerintah maupun konsumen data lain, menuntut suatu metode yang dapat meningkatkan akurasi dan kecepatan proses statistik di semua sektor/tahapan. Khusus pada tahap pengumpulan data, bagaimana agar proses pengumpulan data dapat dilakukan sesingkat mungkin dengan akurasi yang baik menjadi satu hal yang perlu dicari solusinya tersendiri.
Untuk menjawab permasalahan tersebut BPS untuk beberapa sensus/survey telah melakukan pengumpulan data dengan metode CAPI atau Computer Assisted Personal Interviewing yaitu teknik interview/pencacahan terhadap responden dengan memanfaatkan teknologi informasi, dengan media notebook, laptop, PC tablet atau alat lain dan sebuah program data entri yang sudah terinstall dalam perangkat tersebut untuk digunakan dalam proses interview/pencacahan dan secara langsung dapat direkam/dientri di lokasi pencacahan. Dengan menggunakan metode ini, dapat meminimalisir biaya pengeluaran yang biasa digunakan dalam proses pengumpulan data dengan metode PAPI seperti kertas, pensil dan penghapus. Memang pada awal penerapan metode ini memerlukan investasi yang besar namun akan menghasilkan manfaat dalam jangka waktu yang lama. Dari sisi waktu tentu pengumpulan data dengan metode CAPI lebih singkat karena data langsung divalidasi di lokasi pencacahan sehingga menjadi shortcut ke tahap yang lebih tinggi misalnya pengolahan data, karena dengan metode CAPI otomatis proses entri data dari kuesioner ke program menjadi tidak ada.
Itulah salah satu contoh permasalahan terkait dengan penggunaan teknologi informasi dalam proses pengumpulan data di BPS. Selain masalah tersebut tentunya masih banyak permasalahan lain yang ada di BPS baik bersifat teknis ataupun administratif yang tentunya memerlukan solusi dengan penerapan teknologi informasi.
Salah satu permasalahan tersebut adalah masalah absensi pegawai. Di BPS kita ketahui terdapat pegawai yang bertugas mengumpulkan data di lapangan artinya lokasi kerja mereka ada di luar kantor. Namun sebagai pegawai sama halnya dengan pegawai yang lain memiliki kewajiban untuk mengisi daftar hadir yang ada di kantor. Permasalahannya adalah jarak kantor ke lokasi kerja pegawai lapangan seringkali jauh. Dari hal-hal tersebut ingin diperoleh kondis dimana pegawai lapangan dapat terpantau keberadaannya dilapangan untuk memastikan kewajibannya sebagai pegawai namun pegawai lapagan tidak harus melakukan pengisian daftar hadir (pinger print) di kantor untuk mencapai efektivitas kerja. Maka diperlukan sistem pengisian daftar hadir khusus bagi pegawai lapangan yang mampu mengakomodir dua kondisi yang disampaikan sebelumnya.
Dalam permasalahan ini sederhananya ada dua hal yang perlu diperhatikan, pertama melacak keberadaa pegawai di lapangan atau memastikan pengisian daftar hadir pegawai dilapangan yang seharusnya. Hal ini dapat dilakukan dengan integrasi Geographic Information System (GIS) atau lebih spesifik pemanfaatan GPS pada sistem absensi/pengisian daftar hadir yang akan dibuat. Hal ini memang bukan sesuatu yang baru, beberapa perusahaan semacam jasa kurir telah memanfaatkan teknologi ini, namun untuk keperluan di BPS tentu ada penyesuaian-penyesuaian, misalnya hasil perekaman/input data dapat berupa kode kecamatan ditambah kode desa dan ditambah kode blok sensus sebagai satuan wilayah kerja terkecil di BPS. Kedua untuk menunjang keberhasilan sistem ini, perlu didukung oleh kesesuaian laporan kerja yang memuat lokasi kerja tersebut dengan rekaman yang ada pada sistem absensi yang dibuat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *