Ketika Jabatan Disalah Gunakan

Hari ini saya berkeliling Kota Jakarta bersama keluarga dan berkunjung ke beberapa tempat, sambil membawa tas berisi buku-buku saya berkeliling Kota Jakarta, selintas perjalanan kali ini biasa saja sampai saat mau masuk tol untuk pulang ada sebuah mobil polisi berwarna orange yang sedang antri. Apa yang terjadi ? :gajelas: Mobil tersebut langsung menyalip antrian yang membuat pengendara lainnya terganggu tapi dengan muka tanpa dosa dia langsung masuk ke tol tanpa bayar.

Mungkin memang karena polisi atau karena polisi itu preman ? jabatan sering sekali disalah gunakan dan mungkin kasus Bank Century ini adalah contohnya, tapi yang saya lihat saat kasus ini sedang memanas tiba-tiba muncul isu terorisme lagi, apa ini hanya untuk mencari sensasi dan menutupi kebobrokan kasus Bank Century ini ? hehehe jangan tanya saya. :mutung:

Jabatan memang sebuah yang didampakan oleh orang-orang mereka tidak mau terus menerus menjadi karyawan dan pasti ada alasan kenapa dia ingin mendapatkan jabatan tersebut. Mungkin dengan jabatan tersebut bisa membuat dirinya menjadi orang yang disegani orang (padahal jadi preman juga udah disegani loh sama orang :remeh: ) kalau memang ingin disegani oleh orang jangan karena anda berpangkat atau berjabatan tinggi tapi dengan kinerja yang bagus ada kemungkinan anda akan disegani orang lain. :wuiiz:

Sebuah peringatan untuk para pejabat, pikirkan juga kepentingan bersama bukannya saat anda SD – SMA bahkan kuliah diajarkan kalau kepentingan bersama didahulukan ? sepertinya sudah tidak berlaku di negara ini semuanya mementingkan kepentingan pribadi. Tidak pernah ngumpul-ngumpul dengan tetangga di balai-balai mungkin sudah jarang di lihat di kota. Kalau di daerah desa seperti rumah saya masih sering dilihat. :jadimalu:

Jabatan bukan untuk disalah gunakan tapi untuk dijadikan sebuah titik awal anda untuk belajar bertanggung jawab dengan bawahan anda kalau sudah terjadi seperti kejadian di tol tersebut, saya ingat tugas polisi adalah menjaga keamanan saat berkendara (betul tidak ?) tapi nyatanya malah menganggu kenyamanan pengendara lain, sebuah penyakit yang tidak mungkin hilang. Apalagi sekarang banyak polisi lalu lintas yang mengharapakan uang ngopi atau sering dikenal dengan sebutan salam tempel. Itu pemandangan biasa di Jakarta dan sekitarnya bahkan sudah merata di seluruh Indonesia.

This entry was posted in Curhat, Umum and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *