0

Posted by Wendi Cahya Setiadi on April 17, 2013 in Catatanku |

Open confession is GOOD for the SOUL

Share

0

Posted by Wendi Cahya Setiadi on April 17, 2013 in Catatanku |

Sabisa BISA kudu BISA pasti BISA

ALLOHUAKBAR

Share

5

Seputar Perwalian

Posted by Wendi Cahya Setiadi on April 17, 2013 in Asrama BG, Catatanku |

Kali ini saya akan membagi cerita atau pengalaman bisa juga dikatakan gambaran saya terhadap salah satu kegiatan yang diadakan oleh pendekar 2011 yakni perwalian.

Perwalian ini ditujukan kepada capeng 2012 termasuk saya. Saya mempunyai pendekar wali sebut saja kang zul, begitu saya memanggilnya. Pasti panggilan itu bisa dikatakan sedikit aneh sebab rata-rata penghuni di Asrama ku itu berdomisili di Jawa. Nah keunikan kang zul, beliau berasal dari Sumedang, tentu saja beliau bersuku sama dengan saya yakni suku sunda, oleh karena itu saya memanggilnya dengan sebutan akang. Bukannya saya ingin membicarakan SARA atau membeda-bedakan suku, akan tetapi ini sudah menjadi kebiasaan saya selaku orang sunda untuk memanggil orang yang lebih tua itu dengan sebutan akang, jadi mohon dimaklumi saja. Hehe

Menurut saya kang zul itu orangnya disiplin, mengingat bahwa bila beliau memberikan tugas kepada saya, beliau selalu memberikan deadlinenya, sehingga saya akan mengerjakan tugas tersebut dengan cepat. Kedua beliau juga sedikit galak sih, mungkin karena raut mukanya kali yah, eits tapi jangan salah ketika saya mengenalnya lebih dalam ternyata orangnya rame, so jangan menilai orang dari luarnya saja, lihat juga isi kantongnya, #eeh maksudnya isi hatinya J, saran aja ke kang zul lebih banyak senyum yaaa J hehe

Alhamdulillah, semester 2 ini mengalami peningkatan mengenai sosialisasi atau keakraban saya dengan penghuni, terlihat dari jumlah berkurangnya nilai K yang ditujukan kepada saya, mungkin karena dulu saya sering berkegiatan diluar akan tetapi semester ini saya sedang senang-senangnya berkegiatan di asrama, sepertinya sekarang saya sudah mearasa bahwa asrama BG ini adalah rumah dan keluarga saya kedua setelah keluarga saya di Majalaya. Dulu saya sempat merasa takut ketika bertemu dengan penghuni karena merasa takut tidak dikenal, atau merasa so kenal, dsb, tapi setelah menjalani kaderisasi selama 6 bulan ini, rasa takut tersebut sudah hilang, saya menjadi PD ketika menyapa penghuni, tidak canggung ketika bermain ke lantai penghuni, dll.

Saya merasa sadar betul akan kondisi terkini asrama, misalnya pakaian penghuni yang sering ketuker, sandal yang tertukar dan tidak kembali, dsb. Lihat saja frekuensi kehilangan lebih besar dari pada penemuan barang terlihat pada group Fb Lost and Found [KAM Bumi Ganesha ITB]. Sungguh ironis, tapi mau bagaimana lagi ini sebuah kenyataan, tapi jangan khawatir dulu begitulah yang dinamakan dengan Asrama, ternyata di asrama lain juga seperti itu, jadi mungkin ini bisa dijadikan kelebihan untuk anak-anak yang bertempat tinggal di asrama, karena anak-anak kosan tidak akan mengalami hal seperti ini. hahaha

  SEMANGAT, 8 huruf yang harus tertanam dihati saya, awalnya saya sangat semangat untuk menjalani rangkaian kaderisasi yang dilaksanakan oleh pendekar 2011, kita saling berkenalan, jalan-jalan bareng dsb, terhitung pada akhir-akhir semester satu, kondisi seperti itu sudah mulai hilang dan muncul rasa jenuh serta malas untuk mengikuti kaderisasi. Banyak faktor yang menyebabkan hal itu bisa terjadi, misalnya karena sering dimarah-marah oleh pendekar 2011, banyak tugas, tugas sosialisasi belum beres, banyak mendapat K dari penghuni, dll, alhasil nilai kaderisasi semester pertama saya selama tinggal di BG kurang begitu memuaskan.

Kembalilah masa-masa dimana rasa semangat itu muncul kembali karena kita sekarang sudah mencapai semester kedua. Menjalani rangkaian kaderisasi untuk semester dua ini lebih variatif karena saya dibebankan dengan amanah eksternal dan tugas akhir, kerenkan tingkat pertama sudah diamanahi untuk membuat tugas akhir? Haha itulah kelebihan BG yang tidak akan ditemukan pada asrama-asrama lainnya. Saya menjalani kaderisasi semester dua ini dengan rasa senang, karena akhirnya saya menemukan manfaat dari kaderisasi ini, misalnya, saya belajar untuk disiplin waktu, belajar bagaimana bersosialisasi, belajar bagaimana mengurus perpustakaan dengan baik, belajar menjadi korlap pada acara besar, dsb, sebenarnya masih banyak manfaat yang dapat saya ambil dan mungkin tidak akan didapat oleh mahasiswa tingkat satu selain di BG, bila saya boleh menganalogikan, kaderisasi itu diibaratkan capeng 2012 yang memiliki botol kosong, kemudian botol kosong tersebut diisi oleh pendekar 2011, alhasil botol tersebut mempunyai isi yang penuh yang bisa diminum oleh orang lain atau bisa bermanfaat oleh orang lain. he

Semester dua ini juga saya suka mengikuti kegiatan yang dilakukan di Asrama, misalnya BG muslim day, BG Cup, Topeng, sepak bola setiap sore, Running BG, BG vista, panitia Dream Building, dll. Terlepas dari banyaknya tugas kuliah yang menanti, saya sangat senang mengikuti kegiatan-kegiatan tersebut, selain meningkatkan sosialisasi saya dengan penghuni, membuat saya bisa menyeimbangkan antara akademik dan nonakademik.

Satu bulan terakhir saya belum pernah pulang ke Majalaya, mungkin karena banyak tugas kuliah, ataupun ongkos yang tidak memadai untuk pulang. Akan tetapi saya selalu meminta doa restu keluarga terutama orang tua ketika saya akan mengahadapi UTS, karena saya ingat bahwa Ridhollah fi ridhol walidain, ridlo Allah terletak pada ridlo Orang Tua, ketika orangtua kita merestui apa yang kita kerjakan insya Allah keberkahan akan mendampingi kita.

Sekarang saya masih aktif di GAMAIS serta di Kabinet. Sebentar lagi Gamais akan mengadakan acara Pengmas, saya bertindak di divisi publikasi dan dokumentasi. Akademik saya sudah mulai meningkat dibanding semester pertama, mungkin karena sekarang saya sudah beradaptasi dan merasakan bagaimana menjalani hidup di ITB.

Mungkin cukup sekian pengalaman atau cerita yang dapat saya tulis, mohon maaf bila terdapat kesalahan dalam penulisannya atau dalam pengungkapannya karena saya masih belajar dalam menulis. he 🙂

Wassalam Wr Wb

Share

2

Beat Your Bad Habits, Build Your Good Habits

Posted by Wendi Cahya Setiadi on March 24, 2013 in Catatanku, Keilmuan |

Assalamu’alaykum Wr Wb

Sudah lama saya ga ngeblog, kangen juga ternyata. Haha

Tulisan kali ini tidak jauh beda dengan tulisan-tulisan sebelumnya yakni tentang the story of my life. Pengalaman ini baru saja terjadi tadi pagi, dan saya ingin membagikan pengalaman saya ini ke temen2 semua.

So dari pada lama pendahuluannya langsung aja yah isinya. Semoga menginspirasi J

Hari : Sabtu

Tanggal : 23 Maret 2013

Tempat : Ruang 1201 Prodi Fisika, FMIPA-ITB

Jl Ganesha No 10 Bandung

Acara : Penyegaran dan peningkatan motivasi diri menuju sukses, dengan pembekalan motivasi oleh

Prof.Dr.Ir. Ichsan Setya Putra, dengan judul :

“Beat your bad habits, builds your good habits”

Begitulah apa yang tertera di surat undangan dari Dekan ini untuk seluruh penerima beasiswa Bidik Misi FMIPA.   Dengan merelakan acara2 yang jatuh pada hari yang sama, sayapun mengikuti acara ini. Saya berangkat dari Asrama tercinta sekitar pukul  08.00 WIB bersama teman saya Sandi. Kita berangkat menggunakan angkot seperti biasa menuju kampus. Saya kira saya termasuk orang2 yang telat akan tetapi kenyataannya acara baru dimulai ketika saya datang (pas banget yah) haha

Acaranya pun dimulai, pertama kita disuguhkan dengan perkenalan dan kebersamaan, akan tetapi perkenalan disini beda daripada yang lain, kita disuruh membuat kelompok 10 orang, dan masing-masing kelompok bertugas untuk membersihkan ruangan 1201 ini agar terlihat lebih bersih.

Oh iyah sebelum saya lanjut, saya ingin menginformasikan bahwa ruang 1201 ini adalah salah satu ruangan tertua yang ada di ITB, yaitu ruangan yang dibuat oleh Bosscha, sampai sekarang ruangan ini tetap dijaga nilai sejarahnya dengan tidak pernah mengubah bentuk bangunannya sedikitpun, dan saya tau karena sebelum dibagi kelompok, film “ruang 1201” diputarkan terlebih dahulu. Haha

Kembali ke topik, akhirnya saya beserta teman2 kelompok saya, membereskan dan membersihkan meja2 beserta memungut sampah disekitar ruang 1201. Kira2 pukul 09.00 Pak Ichsan pun tiba di ruangan dan langsung mempresentasikan materinya. Saya kebetulan menulis materi2 yang disampaikan oleh Pa Ichsan karena menurut saya sangat penting. Adapun ringkasan materi yang disampaikan Pa Ichsan adalah sebagai berikut

Salah satu kunci agar kita sukses di kuliah dan setelah kuliah adalah dengan “BELAJAR KERAS”. Pertanyaannya bagaimana agar kita bisa belajar keras? Beliau menganalogikan bahwa kuliah 4 tahun di perguruan tinggi itu seperti kita mau pulang kampung, misalnya saja jika asal daerah kita Medan, pasti kita menyiapkan segala sesuatunya dari mulai barang2 yang akan kita bawa, uang, sampai oleh2, nah persiapan itu pastilah disiapkan dengan matang2, dengan kira2 hanya 2 jam saja dengan menaiki pesawat terbang kita telah sampai di Medan. Intinya untuk 2 jam saja perjalanan kita ke Medan, kita menyiapkan dengan matang2, kenapa kuliah yang hanya 4 tahun ini kita santai2  saja padahal kuliah ini belajar menyiapkan diri  untuk 30-40 tahun kedepan. Hayoo?

Salah satu alasan agar kita mau belajar keras juga adalah orang tua, menurut beliau “My Success is My Parents Success ”. Kemudian belau juga menyampaikan beberapa tips untuk kita para mahasiswa yakni :

–          Menjiwai peran dan profesi.

–          Belajar jangan karena gara2 ingin mendapat financial yang banyak

–          Mempunyai keterampilan bahasa asing

–          Perlu perencanaan untuk sukses dalam karir

–          Berpikir kreatif

Berikut adalah bagan kesuksesan (saya namakan sendiri. he)

diagram kesuksesan

Kemudian setelah itu kita harus tau cara menghadapi kegagalan. Banyak orang bilang untuk melepas penat misalnya dengan bermain games online dsb, saya tidak melarang akan tetapi itu kebiasaan yang jelek karena termasuk perbuatan melarikan diri. Satu yang paling utama untuk menghadapi kegagalan ini juga bukan menyalahkan orang lain akan tetapi dengan mengevaluasi diri.

Bagaimana cara belajar di Perguruan Tinggi, berikut jawabannya :

  1. Tahu Tujuan Belajar

–          Memahami konsep

–          Dapat memakai konsep

–          Dapat mengaitkan konsep yang satu dengan yang lainnya.

  1. Mencatat (Format Cornell bisa dicari di mbah google)

–          Menulis dengan kata-kata sendiri

–          Menginterpretasikan

–          Selau menanyakan kenapa

–          Menghubungkan

  1. Di akhir bab buatlah mind mapping
  2. Membaca buku pegangan

–          Membaca sebelum kuliah

  1. Teknik Membaca (SQR3)

–          Survey

–          Question

–          Read

–          Recite

–          Review

Untuk lebih lengkap silahkan Tanya om google

  1. Bila kita sudah melakukan kelima hal tersebut disarankan untuk :

–          Baca ulang

–          Temukan kata2 kunci

–          Lakukan review singkat

–          Coba jelaskan sendiri

–          Lengkapi catatan dengan mencari dari buku sumber yang lain.

Hal yang penting juga menurut beliau adalah agar kita mengatur jadwal kegiatan perminggunya. Nah setelah kebiasaan2 baik diatas dilakukan, kegiatan buruk juga harus kita hindari diantaranya

–          Motivasi turun >< Ingat ORTU

–          Saat bekerja kelompok malah ngobrol ><Ingat Tujuan Belajar

–          Melamun dikelas >< Harus konsentrasi , muncul akibat ketertarikan

–          Suka menunda >< Segera kerjakan tugas suka atau tidak

–          Hanya mengejar nilai >< Nilai hanyalah bonus bila kita telah bekerja keras

Terakhir beliau bercerita ada seekor gajah yang semenjak kecil dirantai pada sbuah tiang kecil, dia terus mencoba untuk keluar dari rantai tersebut akan tetapi dia tidak bisa karena gajah itu masih kecil, dia terus mencoba, akan tetapi tetap dia tidak bisa keluar dari rantainya, sampai suatu ketika dia mengatakan saya sudah menyerah dan tidak akan mencoba untuk melepaskan diri dari rantai ini. Kemudian gajah itu sudah besar, sebenarnya dia bisa dengan mudah untuk melepaskan diri dari rantainya, akan tetapi karena dia sudah merasa dia tidak bisa, sampai akhir hayatnya dia hanya berkeliling di daerah tempat dia di rantai.

Pelajaran untuk kita adalah kita telah diberi potensi kepintaran, kita juga mempunyai kesempatan untuk belajar di perguruan tinggi, tinggal kita menggunakan keduanya dengan cara belajar keras, jangan terlebih dahulu mengatakan saya tidak bisa, katakanlah saya bisa karena memang saya bisa. Memang klo kita bicara teori itu mudah tapi kenyataannya susah, siapa bilang? So Take Action and keep spirit 😀

Begitulah materi yang disampaikan Pa Ichsan, sangat menginspirasi saya. Mungkin tulisan saya kali ini cukup sekian dulu, semoga apa yang saya tulis bermanfaat dan menjadi inspirasi teman2 semua.

Wassalam Wr Wb

by Wendi FMIPA’12

DSC06146

Share

0

Mengapa Astronomi?

Posted by Wendi Cahya Setiadi on October 28, 2012 in Asrama BG, Catatanku, Keilmuan |

 

Sebelum ke topic inti saya mau sedikit cerita terlebih dahulu sebelum saya di terima di ITB.

Dulu sewaktu SMA kls 10 saya ingin masuk ke UPI dan menjadi guru atau dosen, karena ingin mengikuti jejak Ayah, secara tidak langsung saya tidak berniat untuk daftar dan masuk ke ITB.

Sewaktu saya kelas 12, Alhamdulillah saya termasuk orang yang disarankan sekolah saya untuk daftar PTN dengan jalur SNMPTN Undangan. Banyak sekali kabar pada saat itu bahwa UPI ngeblacklist sekolah saya karena pada 2 tahun sebelumnya ada siswa yang masuk jalur undangan dari sekolah saya dan dia tidak mengambilnya, hal itu juga diperkuat karena kaka angkatan saya (1 tahun sebelum saya) tidak ada yang diterima ke UPI lewat jalur undangan.

Saya pun mengurungkan niat untuk daftar jalur undangan ke UPI, akhirnya setelah menimbang dan berkonsultasi kepada guru, teman, dan orang tua, saya akhirnya memberanikan diri daftar ke ITB dengan FMIPA sebagai pilihan pertama dan pilihan kedua dikosongkan.

Pengumuman pun tiba, Alhamdulillah dengan ridlo Allah saya di terima di FMIPA ITB. Hal ini sangat tidak terduga oleh semua orang, mungkin hoki. Hehe tapi yang bikin saya sakit adalah ternyata teman teman saya yang daftar ke UPI jalur undangan banyak yang diterima dari sekolah saya. Walaupun begitu saya malah tambah semangat karena Allah telah memberikan apa yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan, dan saya yakin FMIPA ITB adalah pilihan terbaik saya.

Saya berminat untuk memasuki prodi astronomi, karena apa? ilmu astronomi adalah ilmu yang mempelajari langit dalam skala yang luas. ilmu astronomi adalah salah satu dari semua tujuan ilmu. karena ilmu astronomi membutuhkan semua ilmu yang bersangkutan dengannya untuk memecahkan misteri alam semesta.

Secara garis besar, Astronomi memakai ilmu matematika dan fisika agar segala peristiwa yang terjadi di ruang angkasa tidak hanya dapat diamati tapi juga dapat dimengerti dan dimodelkan. Selain matematika dan fisika, pengembangan perangkat lunak, pemrograman, analisis model, dan statistika juga digunakan dan dilakukan di sini.

Di Asia Tenggara, negara-negaranya yang semakin sadar akan pentingnya Astronomi, membangun jaringan yang dinamakan SEAN (South East Asia Networking). Dipercaya bahwa Indonesia akan menjadi pusat SDM untuk jaringan ini karena Astronomi ITB masih merupakan satu-satunya pendidikan formal ilmu Astronomi di Asia Tenggara.

Itu semua sudah mewakili saya bahwa saya berminat untuk masuk prodi astronomi, oleh karena itu para astronom adalah seorang yang ahli di semua bidang. dengan astronomi kita akan melihat keindahan alam lebih dari imajinasi diri kita sendiri.

Share

Copyright © 2012-2019 Wendi's Story All rights reserved.
This site is using the Desk Mess Mirrored theme, v2.2.4.1, from BuyNowShop.com.