Tingkatan IQ Tertinggi, Terendah, hingga Rata-rata Manusia

IQ seringkali digunakan untuk menentukan tingkat kecerdasan seseorang. Padahal sebenarnya tidaklah demikian. IQ (Intelligence Quotient) atau Kecerdasan intelektual adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan sifat-sifat berpikir yang meliputi memecahkan masalah, menalar dan memahami gagasan, hingga daya tangkap dan berpikir abstrak.

Istilah IQ ini juga digunakan untuk menjelaskan tingkat kemampuan otak kiri. Sehingga IQ sering dikaitkan dengan kemampuan menganalisis objek dan logika. Karena hal inilah sering kali hal-hal yang dijadikan tolak ukur dalam IQ adalah tentang kemampuan berpikir, berkomunikasi, mengetahui, memahami, menganalisis sesuatu bahkan kadang termasuk pemahaman terhadap ilmu eksakta.

Tingkatan IQ dari Rendah, Rata-rata, dan Tinggi

Orang-orang sering menganggap bahwa semakin tinggi IQ seseorang, maka semakin pintar orang tersebut. Padahal tidak juga. Ada banyak faktor lain yang menentukan kecerdasan seseorang.

Meski di dalam IQ sendiri terdapat beberapa tingkatan yaitu sebagai berikut.

1. Idiot (IQ 0-29)

Tingkat kecerdasan otak atau IQ yang paling rendah adalah idiot. Orang yang berada dalam tingkat ini tidak mampu berkomunikasi dengan baik dan hanya bisa mengeluarkan sedikit kata-kata saja. Bahkan mereka juga tidak mampu mengurus keperluan hidupnya sendiri.

2. Imbicile (IQ 30-40)

Tingkat ini mampu berkomunikasi dan melakukan beberapa hal mudah dengan baik meski masih harus bergantung kepada orang lain. Tingkat kecerdasan ini sama dengan anak-anak normal usia 3 hingga 7 tahun.

3. Moron atau Mentally Retarted (IQ 50-69)

Tingkat ini masih bisa diajari untuk menulis, membaca, atau hitung sederhana. Anak-anak tingkat ini biasa bersekolah di sekolah luar biasa.

4. Dull atau Borderline (70-79)

Tingkat ini sudah lebih baik dari sebelumnya tapi masih dibawah kecerdasan normal, sehingga untuk mengembangkan kemampuannya butuh usaha ekstra.

5. Normal (80-119)

Tingjat kecerdasan normal sebenarnya dibagi lagi menjadi tiga yaitu:

Below Average / Dibawah Normal (80-89) : normal namun tidak bisa terburu-buru dalam proses belajar atau memahami sesuatu.

Normal Sedang (90-109) : kebanyakan berada di tingkat ini, mampu mengkuti pendidikan formal dengan baik meski kadang terdapat kesulitan.

Above Average / Diatas Normal (109-119) : kemampuan normal, namun berada di tingkatan yanng lebih tinggi dari lainnya.

6. Cerdas atau Superior (120-129)

Orang yang berada di tingkat ini merupakan individu yang berpotensi dalam pendidikan formal. Seringkali tampil sebagai orang yang memiliki nilai yang tinggi.

7. Sangat Cerdas atau Very Superior (130-139)

Kemampuan-kemampuan yang dimiliki tingkat ini seperti membaca, menulis, dan menahami ilmu eksakta lebih baik dari sebelumnya. Orang yang berada di tingkat ini juga terlihat menonjol di kesehatan, kekuatan, dan ketangkasannya.

8. Genius (140+)

Memiliki kemapuan yang luar biasa bahkan hingga bisa memahami sesuatu dan menemukan hal-hal baru meski tidak mengikuti pendidikan formal. Contoh yang berada di tingkat ini adalah Albert Einstein.

Meski terdapat tingkatan dalam IQ, bukan berarti hal ini menjadi patokan bagi kecerdasan seseorang. Karena pada kenyataannya pun, kecerdasan dan kemampuan otak masih bisa dilatih dan berkembang.

Artikel oleh: Blog Pendidikan

23 Replies to “Tingkatan IQ Tertinggi, Terendah, hingga Rata-rata Manusia”

  1. Benar menurut anda pada paragraf yang terakhir . Saya sepakat. Dan juga kenapa harus ada pengukuran iq yang diklasifikasikan tinggi rendah dst. Itu akan berpengarruh buruk terharap kpribadian seorang dalam bertindak . Yang tau iqnya tinggi akan malas berusaha. Yang iq rendah akan putus asa . Huufftttt . . Nice post dah pokoknya . Smngt

    1. Belum tentu begitu. Orang yang mengetahui IQ nya tinggi justru banyak yang tambah semangat belajar karena ingin mencapai sesuatu yang hebat karena IQ nya tinggi.

  2. Apakah orang yg memiliki kemampuan komunikasi yang baik bisa masuk dalam kategori Superior – Very Superior IQ? Mohon penjelasannya. Terima kasih

    1. Ya tidak tentu. Dia harus tes IQ dulu sebelum bisa diasumsikan. Tapi, memang biasanya orang dengan IQ 120+ secara linguis memang sangat baik dibandingkan orang biasa.

  3. Untuk IQ 50 – 69, setara usia normal berapa tahun…?

    Untuk IQ 20-34, setara usia normal berapa tahun..?

    Dan IQ < 20, setara usia normal berapa tahun..?

  4. Menurut gue IQ itu ngga terlalu berpengaruh pada kecerdasan, tetapi punya banyak pengaruh pada kepribadian. Temen gue yg pendiam rata² punya IQ diatas 120an dan ga semua itu cerdas. Tapi yah, tergantung individu masing-masing sih

    1. Jangan salah loh orang yg punya IQ <120 terlihat biasa aja bahkan setara org dengan IQ 100 tapi mungkin aja dia hanya malas dan mungkin jd musuh atau tidak punya teman di kelas sehingga nilai2nya selalu biasa aja jd dia tidak punya tempat untuk berekspresi dan memanfaatkan kecerdasan nya,seperti saya heheheh… Saya punya IQ <130 tapi nilai biasa aja ..
      Penyebab :
      Saya selalu jd bahan bully dr SD,SMP,jd ketika saya mendapat kerja kelompok or someshit like that saya selalu jd org yg menahan diri karena selalu tidak di anggap dan membuat nilai saya selalu tidak baik,tapi ketika di SMK ketika saya punya kelompok yg mau berteman dengan saya rasanya ketakutan itu pun hilang dan saya bisa memanfaatkan kecerdasan saya untuk menyelesaikan tugas2 individu maupun kelompok alhasih saya menjadi salah satu murid terpintar di jurusan,dan waktu praktek dance saya dan kelompok mendapat nilai tertinggi di sekolah , itu karena banyak sekali kemampuan yg tidak bisa keluar saat saya masih jd bahan bully…
      Jd intinya don't judge a book by its cover… Hentikan bully skrg jg karena itu perilaku merusak moral

  5. IQ tinggi itu memang tidak menjamin org tersebut pintar dlm akademik. Tetapi akal mereka lebih cerdas. Itu juga tidak di batasi oleh umur. Mau org tersebut 10 tahun tetap bisa memiliki IQ d atas rata2.

  6. IQ test hampir dipakai disemua bidang yg membutuhkan pemikiran kompleka, salah satunya tes masuk kampus, kl diluar itu adalag GMAT. Konsepnya, semakin tinggi IQ seseorang, semakin capable jg dia untuk menghadapi persoalan kompleks, dan berlaku sebaliknya.

    Kita gamungkin membiarkan IQ dibawah 90 untuk bisa jadi dokter bedah presiden bukan? Tp kita butuh org2 IQ diatas 130 untuk jadi dokter bedah tersebut. Berlaku jg untuk penghasilan, semakin kompleks pekerjaan seseorang, semakin besar juga gaji nya. Bahkan masuk militer saja ada minimal IQ nya (92 untuk Amerika Serikat).

    Memberikan pekerjaan kompleks ke manusisa dengan IQ yg tidak cocok (lebih rendah dari standar IQ untuk kompleksitas tersebut) justru tidak produktif dan menyebabkan chaos di pekerjaan yg dijalani nya nanti, justru berbahaya.

    Justru sebagai masyarakat kita hrs terus menghargai org2 dengan IQ tinggi dengan gaji besar agar mereka bisa selalu menyelesaikan masalah2 kompleks dan memberikan terobosan bagi sisa 90% masyarakat lainnya dengan IQ dibawahnya. Karena distribusi IQ itu nyata, mereka yg dibawah memang perlu dibantu oleh mereka yg diberikan Tuhan IQ tinggi.

    Pesan moral nya menurut saya bagi yg punya IQ tinggi, tolong jgn di sia2 kan, gunakan gift tersebut untuk perform di ekonomi atau sosial sebaik mungkin, buat lapangan kerja sebanyak2 dan sebagus2 nya. Bagi yg tidak kebagian IQ tinggi, berusaha lah sebaik mungkin di bidang yg bisa dikerjakan, tidak semua job butuh IQ tinggi.

    Distribusi IQ memang tidak adil, namun sebagai manusia kita harus tetap saling membantu sesama.

  7. Bila dibandingkan dengan TQ (Transdental Quotient = kecerdasan diri terbaik),
    Dan nilai TQ seseorang itu lebih membuktikan kualitas kepribadian sesorang tsb daripada nilai IQ yg hanya membuktikan ke-nalaran pikiran saja.

  8. saya waktu sekolah dulu orangnya malas belajar n menghafal,malas bikin pr,jarang beli buku,tdk disiplin n tdk tepat waktu,nakal(tp tdk krng ajar),jg sering begadang jg bolos,n tdk pernah ikut satupun les…tp saya tetap JUARA meski saya jarang masuk n jarang perhatikan guru menerangkan,,,tp saat ujian akhir kelas 3 slta sederajat nilai saya anjlok,dikarnakan saya ada masalah keluarga n ekonomi,yg membuat saya tdk menyelesaikan ujian jg tdk peduli dgn hasil ijasah saya…padahal sebelumny saya yakin bisa mencapai cita² seandainy gairah n semangat saya tdk hancur karena masalah yg menimpa…

  9. Mantap setuju banget kak,tergantung lingkungan dan tempat,kalau lingkungannya tidak mendukung dan mau berbaur dengan kita kemampuan kita pasti tidak bisa kita ekspresikan karena kita salah tempat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *