Mengenal Ciri Khas Budaya di Jawa Tengah

Kekayaan budaya di Provinsi Jawa Tengah tersebar di berbagai daerah. Masing-masing memiliki ciri khas yang menarik dan unik. Beberapa di antaranya akan dikaji secara mendalam pada ulasan berikut.

Ciri Khas Budaya Jawa Tengah

1. Ukiran Jepara

Para pengukir di Jepara mampu menyesuaikan dengan gaya baru dalam ukiran. Gaya ukirannya sangat khas, beragam dan menarik. Ukirannya mengambil inspirasi dari bentuk daun wuni, salah satu rerumputan liar yang banyak dijumpai di sana.

Jenis kayu yang digunakan antara lain jati, meh, damar, mahoni, keset, sengon dan lain-lain. Tidak heran Jepara menjadi kawasan yang menghasilkan berbagai mebel ukir paling besar di Indonesia. Produk ukiran lainnya berupa relief, kaligrafi dan patung.

Ciri khasnya adalah terdapat motif  jumbai atau ujung relung yang daunnya menyerupai kipas terbuka dan ujungnya meruncing. Di pangkal daun dijumpai 3 hingga 4 biji.

Tangkai relung memutar, memiliki gaya menjalar dan memanjang sehingga terbentuk cabang-cabang kecil yang akan mengisi setiap ruang agar tampak semakin indah.

2. Batik Kudus

Batik di Kudus sudah ada sejak tahun 1935 dan mulai berkembang pesat tahun 1970-an. Motif dan coraknya bervariasi. Pusat batik terletak di Desa Karangmalang Kecamatan Gebog. Jenis-jenis motif batik asli Kudus antara lain adalah:

  • Kapal Kandas

Motif ini ada kaitannya dengan sejarah kandasnya kapal dampo awang di Gunung Muria. Kapal tersebut mengangkut tanaman obat dan rempah-rempahan.

  • Buket Parijoto

Parijoto adalah salah satu buah yang terdapat di Gunung Muria. Masyarakat percaya jika buah tersebut digunakan dalam acara 7 bulanan, maka anak yang lahir bagus rupawan.

  • Pakis Haji

Motif pakis haji memiliki alur menyerupai ular dan ukirannya mirip kaligrafi. Hal ini berkaitan dengan fungsinya dapat mengusir ular dan dulu dipakai Sunan Muria sebagai tongkat.

  • Legenda Bulusan

Motif menceritakan legenda bulusan yang selalu diperingati satu minggu usai lebaran dan digambarkan dalam 5 adegan. Berdasarkan cerita, dahulu ada yang pernah dikutuk menjadi bulus.

  • Kawung

Motif memiliki pola bulatan seperti buah kawung yang tersusun geometris dan dihias bunga-bunga sehingga tampak cantik.

  • Gebyok

Di Kudus banyak gebyok yang digunakan sebagai sekat rumah. Batik bermotif gebyok ini menggambarkan ciri khas dari budaya Jawa Tengah.

  • Tembakau Cengkeh

Kudus yang terkenal sebagai Kota Kretek menjadi sumber inspirasi pembuatan motif batik ini.

Latarnya juga beragam, misalnya motif merak pelatarannya beras wutah yang melambangkan kemakmuran dan kesuburan. Selain itu, ada latar kembang randu yang khas dan tidak ditemukan di tempat lain. Warnanya ada biru, hijau, sogan, ungu dan merah.

3. Kesenian Wayang

Wayang kulit dibuat oleh Raja Jayabaya yang dulu memerintah Kerajaan Kediri. Pada abad ke-10, Raja Jayabaya membuat bentuk gambar yang terinspirasi dari relief di Candi Penataran Blitar. Relief tersebut menggambarkan cerita Ramayana.

Cerita berhasil menarik perhatian masyarakat dan dianggap sebagai titisan dari Batara Wisnu. Tokoh pertama yang digambar adalah Batara Guru, wujud dari Wisnu dalam kepercayaan masyarakat setempat pada masa itu.

4. Kirab Apem Sewu

Kirab apem digelar pada bulan haji sebagai bentuk ritual syukuran di kampung Sewu. Tujuannya untuk mengenalkan kampung tersebut sebagai pusat produksi apem.

Selain itu, wujud penghargaan bagi orang-orang yang membuat apem dan ungkapan syukur kepada Tuhan yang telah menjauhkan dari bencana.

5. Keris

Keris adalah lambang pusaka, biasanya pada tanggal 1 Suro dilakukan kirab pusaka keraton. Keris menjadi pusaka unggulan karena bahannya dari campuran nikel, besi bahkan batuan meteoroid.

Kebudayaan merupakan warisan yang harus dilestarikan. Eksistensi budaya di atas telah membuktikan bahwa masyarakat menjaga dengan baik berbagai warisan yang merupakan ciri khas Jawa Tengah.

Mengenal Nasi Tiwul Dan Sejarahnya

Indonesia merupakan negara yang terkenal akan keberagamannya. Mulai dari suku, agama, ras, dan bahasa. Uniknya, makanan yang ada di setiap daerah juga beragam dan khas. Salah satunya ialah tiwul. Sebagian besar orang khususnya yang berasal dari pulau Jawa pasti sudah tidak asing lagi dengan pangan lokal yang satu ini.

Namun, perkembangan zaman yang sangat pesat membuat keberadaan tiwul buatan semakin tenggelam. Padahal makanan yang satu ini punya sejarah yang unik, bahkan sempat menjadi bahan makanan pokok. Manfaatnya pun juga baik untuk tubuh. Tapi  sekarang juga sudah ada tiwul instan yang membuat eksistensi pangan lokal ini naik lagi.

Bagaimana sih sejarah tiwul? Apa saja manfaatnya? Bagaimana cara membuatnya? Apa sih tiwul instan itu? Cari tahu selengkapnya di pembahasan berikut ini:

Sejarah Tiwul

Tiwul merupakan makanan lokal yang terbuat dari gaplek, yakni singkong yang sudah dikeringkan dan dikukus. Pada waktu zaman penjajahan Jepang, tiwul adalah makanan yang menjadi bahan pangan pokok, khususnya untuk masyarakat jawa. Hal ini terjadi karena bahan pangan berupa beras sangat sulit untuk ditemukan. Harganya pun terlampau mahal sehingga tidak banyak orang yang mampu untuk membeli. 

Rakyat yang tetap perlu hidup tentu mencari inisiatif makanan pokok lain sebagai pengganti nasi. Pada waktu itu, tanaman yang mudah ditanam, tanpa perawatan khusus, dan mudah dipanen ialah singkong. Selain mengenyangkan, singkong juga dinilai tahan lama. Hal itulah yang membuatnya sempat menjadi bahan pangan pokok pada zamannya.

Bukan hanya untuk tetap bertahan hidup, tiwul juga menjadi saksi bisu pertahanan dan perlawanan rakyat Indonesia dalam masa penjajahan. Itulah mengapa tiwul perlu dilestarikan dengan baik sebagai salah satu pangan lokal yang bersejarah dan kaya manfaat. 

Manfaat Tiwul

Tiwul ternyata memiliki segudang manfaat yang baik untuk tubuh. Simak penjelasannya berikut ini

  • Sebagai sumber energi

Kandungan karbohidrat yang ada di dalam singkong membuatnya bisa menjadi sumber energi. Selain itu, adanya asam butirat dalam tiwul mampu menambah sumber energi untuh tubuh. Beberapa penlitian juga menyebutkan bahwa asam butirat bisa digunakan sebagai zatu untuk menghambat perkembangan sel kanker. 

  • Menjaga kesehatan saluran pencernaan

Dalam proses pembuatannya, ada beberapa kandungan yang berinteraksi. Salah satunya ialah kandungan pati. Pati merupakan salah satu jenis karbohidrat. Saat proses pembuatan tiwul, kandungan pati dalam singkong akan mengalami proses retrogradasi.

Retrogaradasi merupakan interaksi dari fraksi amilosa yang akan menghassilkan pati resisten. Pati jenis ini sangat baik untuk kesehatan proses pencernaan. 

  • Baik untuk penderita diabetes

Diabetes merupakan salah satu penyakit degeneratif yang dinilai sulit untuk disembuhkan. Penderirta penyakit diabetes wajib memerhatikan asupan pola makan. Perlu menghindari gula, bahkan nasi sebagai sumber tenaga.

Mengapa demikian?

Kalori yang ada di dalam nasi tergolong tinggi. Hal itu menyebabkan penguraiannya menjadi gula juga semakin cepat. Itulah mengapa, sumber tenaga berbahan umbi seperti tiwul ini dianjurkan. Kandungan kalori di dalamnya lebih rendah, baik untuk penderita diabetes. 

Bahan Dasar

Bahan utama untuk membuat tiwul ialah singkong yang telah dikeringkan, yang bisa juga disebut dengan gogik atau gaplek. Bahan singkong yang digunakan tentunya harus berkualitas agar tiwul yang dihasilkan rasanya lezat. 

Singkong yang akan digunakan tersebut dikupas dulu kemudian dicuci bersih. Biasanya untuk mempercepat proses pengeringan, singkong dilakukan pemotongan kecil-kecil dulu. Selain bahan dasar singkong, tiwul juga memerlukan beberapa bahan pendukung seperti kelapa parut, gula aren, daun pandan, garam, daun pisang, dan air. 

Cara Membuat Tiwul

Untuk membuat tiwul, yang pertama kali perlu dilakukan ialah menyiapkan bahan dasar dan bahan pendukung, seperti yang telah disebutkan di poin sebelumnya. Setelah itu, proses pembuatan tiwul bisa langsung dimulai dengan cara berikut ini

  • Penumbukan gaplek

Gaplek adalah singkong yang sudah dikeringkan. Proses pertama yang harus dilalui adalah gaplek ditumbuk dulu. Penumbukan dilakukan sampai gaplek jadi tepung. Sesekali berikan air sedikit saja untuk memudahkan proses penghalusan. Kemudian, tumbuk kembali sampai menjadi butiran yang kecil. Setelah itu sisihkan. 

  • Panaskan panci berisi air

Sembari menumbuk gaplek, Anda bisa memanaskan pancir berisi air yang akan digunakan untuk mengukus. Alasi dandang atau panci menggunakan daun pisang untuk menambah aroma pada tiwul.

  • Penambahan gula aren

Gula aren serut yang sudah disiapkan tadi tambahkan di atas gaplek. Lakukan secara merata. Pastikan bagian permukaan gaplek diselimuti aren supaya manisnya merata. Tapi jika Anda tidak terlalu suka manis, jumlah gula yang ditambahkan bisa dikurangi tapi perlu merata. Setelah itu, kukus gaplek kurang lebih 60 menit. Koreksi tingkat kematangan kemudian angkat dan sisihkan. 

  • Kukus kelapa parut

Untuk adonan kelapa, Anda perlu mengukus secara terpisah. Kukus kelapa parut bersamaan dengan daun  pandan yang sudah disiapkan. Tambahkan pula garam sesuai selera. Lakukan selama 15 menit sambil diaduk. Setelah itu angkat dan sisihkan. 

  • Sajikan tiwul dan kelapa parut

Tiwul yang sudah dikukus tadi sajikan bersama kelapa parut. Rasanya akan semakin lezat dan khas. 

Mengenal Tiwul Instan

Tiwul instan merupakan hasil pengolahan makanan yang sudah modenr. Tiwul instan ini tinggi karbohidrat yang setara dengan beras. Cara penyajiannya pun lebih mudah dan penyimpannya bisa bertahan lebih lama. Kalau orang malas membuat tiwul karena prosesnya yang lama, tiwul instan bisa menjadi pilihan yang tepat. 

Cara penyajian makanan modern ini cukup mudah. Untuk tiwul tawar, cukup dikukus selama 15 sampai 20 menit. Sedangkan untuk tiwul berbumbu, bisa diseduh mengunakan air mendidih selama 5 menit. Tiwul instan ini patut dijadikan warisan budaya berbasis pangan lokal dengan nilai gizi yang baik di tengah tren makanan masa kini. 

Tiwul instan bisa menjadi jawaban dari makanan instan cepat saji yang praktis dan ekonomis. Tiwul masa kini ini sudah banyak diproduksi dalam skala pabrik. Bahkan juga ada di luar pulau Jawa yang dijual dengan cara online. jadi Anda bisa semakin mudah untuk menikmatinya. 

Hubungan Dengan Tepung Gaplek

Tiwul memiliki hubungan erat dengan tepung gaplek. Jadi tepung gaplek ini merupakan produk awal yang diperluan untuk membuat tiwul. Jika dahulu untuk membuat tapung gaplek ini perlu ditumbuk, kini sudah tidak lagi. Banyak toko yang menyediakan tepung gaplek untuk membuat tiwul. Bahkan sekarang sudah beredar tepung gaplek instan yang tinggal dikukus saja. 

Kisaran Harga Tiwul Mentah

Untuk menikmati nasi tiwul mentah, tidak banyak uang yang perlu dikeluarkan. Harganya cukup terjangkau berkisar Rp 20.000 sampai 30.000 per kg.  Jika sulit menemukan tiwul di sekitar tempat tinggal Anda, maka Anda juga bissa memebelinya secara online. 

Keberadaan tiwul sebagai pangan lokal asli Indonesia perlu dilestarikan. Selain karena sejarahnya, tiwul juga memiliki manfaat yang baik untuk kesehatan. Sekarang tidak perlu bersusah payah lagi menumbuk gaplek untuk bisa menikmati tiwul karena adanya terobosan tiwul instan. Anda penikmat tiwul? Yuk sama-sama lestarikan warisan budaya ini.

Mengapa Sultan Hasanuddin Melakukan Perlawanan kepada Belanda?

Siapa sih yang tak mengenal pahlawan bernama Sultan Hasanudin yang dikenal pula dengan sebutan Ayam Jantan dari Timur. Ya, memiliki nama asli I Mallombasi Muhammad Bakir Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangepe, gelar nama Sultan Hasanudin sendiri didapatkan ketika beliau menjabat sebagai sultan di Kerajaan Gowa. Continue reading “Mengapa Sultan Hasanuddin Melakukan Perlawanan kepada Belanda?”

Yuk Intip Kemegahan 5 Masjid Terbesar Di Indonesia Berikut Ini

Masjid merupakan bangunan suci bagi umat Islam ini digunakan untuk beribadah dan dakwah umat Islam, diantaranya adalah Salat Berjamaah, Istighosah, Pengajian Akbar, Kajian, Buka Bersama Ramadan, dan acara lainnya. Tahukah Anda bahwa Indonesia memiliki beberapa masjid terbesar dan terbesar seantero negeri? Yuk simak 5 masjid terbesar di Indonesia berikut ini. Continue reading “Yuk Intip Kemegahan 5 Masjid Terbesar Di Indonesia Berikut Ini”

Tarian Pelangi: Tradisi Indonesia untuk Merayakan Keberagaman

tari aceh ditampilkan di Inggris

Tari Pelangi Maluku Utara merupakan garapan kreasi yang diciptakan dari perpaduan tari tradisional Maluku Utara, yaitu tari soya-soya dan tari cakalele. Garapan kreasi ini menggambarkan kekayaan dan potensi yang dimiliki oleh Maluku Utara, baik dari segi kekayaan alam, seni, maupun kebudayaannya. Pengaruh tari soya-soya begitu kental dalam garapan kreasi ini. Tari soya-soya sendiri merupakan bentuk kesenian yang sudah diajarkan kepada seseorang ketika masih kecil. Pelajaran tentang tari soya-soya kemudian ditemukan lagi di sekolah dasar sebagai pelajaran muatan lokal yang ada dalam kurikulum pendidikan masyarakat Maluku.

Continue reading “Tarian Pelangi: Tradisi Indonesia untuk Merayakan Keberagaman”

Sentuhan Adat dan Budaya Indonesia di seantero Dunia

angklung dari Bandung tampil di tokyo

Salah satu hal yang patut dibanggakan oleh bangsa Indonesia adalah ragamnya budaya yang dimiliki. Dari Sabang sampai Merauke, sentuhan adat istiadat yang khas membuahkan berbagai seni yang sangat indah, bahkan mampu dinikmati oleh berbagai bangsa di dunia.

Budaya sebagai salah satu aset terbesar negara, berhasil menjadi sorotan berbagai penjuru dunia. Hal ini dapat menjadi gerbang awal menuju Indonesia kaya. Ini adalah langkah awal terjalinnya hubungan baik antarnegara di berbagai bidang, seperti ekonomi, sosial, politik, dan hiburan. Continue reading “Sentuhan Adat dan Budaya Indonesia di seantero Dunia”