Mau Buat Novel? Berikut Contoh Sinopsis yang Bagus untuk Ditiru

Novel bagian karya sastra yang selalu mendapat tempat di hati para pembaca. Terlebih lagi tema yang diangkat oleh novelis selalu menggambarkan apa yang dirasakan para pembaca. Novel memiliki alur yang cukup panjang, bahkan beberapa novel memiliki ketebalan yang luar biasa.

Salah satu cara singkat untuk mengetahui intisari dari alur novel, adalah dengan membaca sinopsis. Sinopsis yang ditampilkan haruslah mewakili keseluruhan isi, agar para pembaca memiliki ketertarikan untuk membaca novel Anda. Berikut beberapa contoh yang bisa dijadikan referensi dalam membuat sinopsis.

Contoh Sinopsis yang Bagus

Dengan ketebalan yang luar biasa, novelis dapat menggunakan jasa penulis untuk pengetikan. Novelis dapat berkolaborasi dengan jasa penulis untuk membuat novel dan Sinopsis yang bagus. Hal itu dimaksudkan  agar si pembaca semakin tertarik. Berikut diuraikan contoh sinopsis yang bagus:

1. Jelas dan padat

Sinopisis cukup diungkapkan dengan memberikan gambaran alur cerita, konflik yang dihadapi tokoh, dan latar cerita secara ringkas. Dengan penyajian sinopsis yang jelas dan padat, itu sudah cukup memancing rasa penasaran pembaca untuk membaca novel.

Proses pengetikan pun harus diperhatikan dengan baik. Jangan sampai terjadi pemborosan kata sehingga menghabiskan banyak ruang kertas. Novelis bisa menggunakan jasa penulis untuk membantu desain tulisan agar dapat memaksimalkan kertas, karena sinopsis biasanya terletak di sampul belakang.

Contoh:

Novel Nebula karya Tere Liye

“Menceritakan siapa sebenarnya orang tua Raib dalam petualangan dunia paralel. Cerita ini berawal dari Akademi Bayangan Tingkat Tinggi, dan menjadi sekolah terbaik di seluruh Klan Bulan. Diawali tentang kisah persahabatan 3 orang mahasiswa yang memiliki rencana untuk pergi ke tempat jauh.

Persahabatan mereka mengalami tantangan dan ujian selama berpetualang. Sikap dengan rasa suka, egois, dan pengkhianat menjadikan petualangan mereka harus berakhir dengan buruk”.

2. Alur yang runtut

Alur yang runtut akan membuat si pembaca menikmati setiap isi novel. Upayakan dalam sinopsis setiap peristiwa dalam alur tersampaikan dengan baik. Berikan kesan pertama yang menyenangkan ketika pembaca melihat sinopsis. Jangan sampai ada istilah alur tidak jelas.

Dalam penyajian alur bisa dibuat skema, perkenalan – konflik – penyelesaian. Skema tersebut dapat mewakili keseluruhan isi novel, dari awal penceritaan kemudian konflik yang dihadapi tokoh sampai pada akhir dari novel tersebut. Tentu saja yang dituliskan cukup garis besarnya saja, agar pembaca penasaran.

Jasa penulis dapat membantu novelis dalam memastikan alur agar tetap runtut. Pembaca akan menikmati alur yang tidak berbelit, walaupun pembaca sendiri belum bisa memastikan akhir cerita. Asalkan alur itu runtut, maka pembaca akan menikmatinya sampai akhir cerita.

Contoh:

“Tika dan Tiwi adalah dua anak bersaudara yang dilahirkan di keluarga konglomerat. Di umur 3 tahun mereka harus terpisah karena persaingan bisnis. Keluarga mereka menjadi target pembunuhan lawan bisnisnya. Tika ikut bersama ibunya ke Jerman, sedangkan Tiwi tetap di Indonesia”.

Mereka sengaja dipisahkan agar generasi mereka tetap terjaga. Benar saja, tak lama dipisahkan sang ayah harus tewas ditangan lawan bisnisnya. Tiwi yang tidak dibunuh dijadikan tawanan mereka untuk menghancurkan bisnis ayahnya.”

3. Bahasa yang mudah dipahami

Bahasa yang sederhana akan memudahkan pembaca dalam memahami alur novel. Gunakanlah kosa kata yang mudah dipahami oleh si pembaca, agar tidak merepotkan si pembaca dalam mengartikan. Usahakan juga bahasa yang digunakan tidak mengganggu alur cerita.

Pastikan proses penggunaan bahasa dengan menghindari kosa kata dan istilah asing dalam novel. Gunakanlah jasa penulis, selain membantu proses pengetikan, novelis juga akan terbantu untuk menyortir kata-kata atau istilah asing yang dapat merepotkan pembaca dalam mengartikannya.

Contoh:

“Cinta Naila dan Hadad harus kandas sebelum hari pernikahan mereka. Dua hari menuju pernikahan itu, Hadad harus mendapat kenyataan pahit karena terlibat kasus kriminal. Dia ditangkap karena kasus pencucian uang proyek pengadaan alat kesehatan.

Cinta Naila sangatlah dalam. Selama Hadad di penjara, Naila selalu berkunjung untuk menjenguknya. Ternyata orang tua Naila tidak bisa lagi menerima Hadad sebagai kekasih Naila. Naila pun hendak dijodohkan orang tuanya dengan seorang pengusaha yang merupakan rekan Haddad”.

4. Berusaha mengajak pembaca

Selain bahasa yang mudah dipahami, pastikan juga dalam sinopsis terdapat ajakan kepada pembaca. Apabila novelis menggunakan jasa penulis, maka novelis akan terbantu memilih diksi-diksi persuasif untuk mempengaruhi si pembaca.

“Rani melepas kepergian Ryan di stasiun Tugu. Riyan pergi ke Jakarta untuk melanjutkan sekolahnya. Riyan ingin menjadi sukses di Jakarta agar bisa menikahi Rani. Selama terpisah mereka saling menghubungi, baik melalui pesan singkat maupun panggilan video.

Namun, setelah memasuki tahun kedua hubungan mereka mulai renggang. Riyan semakin sulit untuk dihubungi. Bahkan beberapa bulan terakhir mereka sama sekali tidak komunikasi. Sampai akhirnya Rani mendapat kabar kalau Riya sudah mempunyai cewek lain. Sontak kabar itu membuat Rani kecewa”.

Dengan menggunakan jasa penulis, novelis akan merasa sangat terbantu. Artinya, novelis hanya akan fokus dalam memainkan tokoh, menempatkan tokoh pada latar tertentu, dan yang lebih penting lagi ialah alur cerita konflik. Kolaborasi tersebut membuat novelis akan menciptakan novel yang bagus yang fokus pada kualitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *