Mengenal Perbedaan SNI Dengan ISO, Pilih Mana?

staMutu yang terjamin pada sebuah produk tentunya menjadi kebutuhan pelanggan. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah standar yang membuat, mengatur, dan mengawasi jalannya proses pengelolaan kualitas agar layak digunakan. Seperti halnya SNI dan ISO.

Lalu antara SNI dan ISO, mana yang lebih baik? Pertanyaan tersebut sangat sering mengemuka di benak masyarakat. Terutama bagi pengusaha atau perusahaan yang ingin menerapkan standar kualitas pada produk mereka, baik berupa barang maupun layanan jasa. Untuk mengetahui perbedaan keduanya, mari kita kenali satu per satu terlebih dahulu.

Tentang SNI

Yang pertama adalah SNI, yang memiliki kepanjangan Standar Nasional Indonesia. Standar ini ditetapkan oleh BSN, sebuah lembaga resmi yang bertugas menentukan standar di kawasan Indonesia. Hingga saat ini, terdapat lebih dari 6.000 label SNI yang telah beredar.

Proses Sertifikasi SNI oleh BSN.go.id
Proses Sertifikasi SNI oleh BSN.go.id

Standar tersebut telah digunakan untuk produk, pengujian, kompetensi, hingga sistem pengelolaan. 

Beberapa sektor yang sudah menerapkan SNI antara lain pertanian, teknologi informasi, elektronik, kesehatan, lingkungan, keselamatan, transportasi, dan masih banyak lagi.

Tentang ISO

Berikutnya, adalah ISO, sebuah standar internasional yang dikeluarkan oleh sebuah lembaga dengan 160 negara anggota, Indonesia pun termasuk sebagai anggotanya. Fungsi organisasi ini adalah membuat pedoman untuk standar kualitas yang bisa digunakan secara global.

Jadi, SNI bisa dikatakan sebagai sebuah standar kualitas yang dibuat oleh Indonesia secara internal. Sementara sertifikasi ISO memiliki skala yang lebih mendunia.

Mana yang Lebih Baik?

Pertanyaan besarnya masih belum terjawab. Mana yang lebih baik di antara kedua standar tersebut?

Pada dasarnya sama saja. Sebab, Indonesia menerapkan SNI dengan mengacu pada pedoman dan klausul yang ada pada ISO. Bedanya, ada hal-hal pada SNI yang merupakan hasil modifikasi dari klausul ISO. Tujuan modifikasi tersebut adalah supaya kualitas mutu dapat sesuai dengan pasar nasional.

Karena, pada dasarnya BSN sebagai Lembaga yang ditunjuk, melakukan penyelarasan antara ISO dan SNI. Sebisa mungkin SNI menerapkan klausul ISO supaya produk berlabel SNI pun bisa bersaing secara internasional, tetapi target utamanya tetap pasar lokal.

Sebagai contoh, SNI yang berlaku saat ini adalah SNI 9001:2015 yang mengacu pada ISO 9001:2015. Dengan demikian, tingkat pengujian dan kualitas mutunya boleh dikatakan sama, karena pedomannya pun sama. Tujuan dari adanya rujukan itu adalah demi menghindari adanya standar yang terduplikasi di antara sesama negara peserta ISO. Sebab, Indonesia sebagai anggota ISO berhak mengaplikasikan isi klausul ISO secara keseluruhan, begitu juga dengan negara anggota lainnya.

Jika diharuskan untuk memilih, SNI atau ISO?

Sebagai orang Indonesia, alangkah baiknya jika kita menggunakan produk berstandar nasional yang ditetapkan oleh BSN. Apalagi, SNI memiliki standar yang sama dengan ISO, dengan kriteria mutu yang lebih sesuai untuk masyarakat Indonesia. Sementara ISO memiliki aspek standar yang lebih umum untuk masyarakat global.

ISO sering digunakan untuk standar mutu di berbagai bidang. Sementara SNI di Indonesia sejak lama melabeli produk. Sebab prosedur sertifikasi SNI selalu mencakup tentang sisi keamanan, keselamatan, dan aspek ramah lingkungan yang lebih tepat diberikan untuk produk yang dikonsumsi.

Untuk barang atau jasa yang dipasarkan di Indonesia, label SNI dianggap lebih penting untuk dimiliki. Sebab, jelas saja konsumennya pasti merupakan masyarakat Indonesia. Dengan label SNI yang telah dimiliki, maka jaminan mutunya sudah disesuaikan dengan kebutuhan dan kriteria pelanggan di Indonesia.

Penggunaan standar SNI sejatinya adalah untuk menandai bahwa produk atau jasa tertentu sudah lolos uji dan layak dipasarkan. Perlu ditekankan bahwa SNI adalah sebuah standar untuk memenuhi syarat dari segi fisik semata. Sementara untuk kandungan bahan, Indonesia memiliki MUI yang berhak untuk mengeluarkan sertifikasi halal.

Demikian tadi perbedaan antara SNI dan ISO, yang ternyata cukup bisa disamakan. Hanya berbeda dari cakupan saja, di mana SNI diperuntukan bagi Indonesia, sementara ISO lebih umum untuk dunia. Kalau Anda, pilih SNI atau ISO?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *