Primary, Secondary, dan Tertiary Wastewater Treatment dalam Pengelolaan Limbah

Wastewater treatment atau pengolahan air limbah memiliki tujuan untuk mempercepat proses alami pada suatu unit limbah dengan mengurangi atau menghilangkan partikel polutan yang ada di dalam air. Sesuai dengan karakteristiknya, wastewater treatment dikelompokkan dalam beberapa bagian yang terdiri dari pengolahan fisik, biologi, dan kimia.

Adanya pengelompokan ini membuat proses pengolahan air limbah tidak bisa Anda lakukan secara sembarangan. Terdapat tingkatan-tingkatan yang perlu dipahami agar air limbah yang ingin diolah bisa digunakan kembali dan layak untuk dikonsumsi. Di bawah ini penjelasan mengenai tingkatan-tingkatan yang ada di dalam pengolahan air limbah.

indonesian wastewater association
Dikutip dari PPT Indonesian wastewater association

Primary Wastewater Treatment

Primary wastewater treatment merupakan proses yang melibatkan sedimentasi padat dalam pengolahannya. Proses ini dilakukan setelah air limbah berhasil disaring dari kontaminan partikel-partikel besar. Air limbah yang diolah dialirkan melalui beberapa tangki dan filter kecil untuk memisahkan kembali air dari partikel.

Sludge yang dihasilkan kemudian akan dimasukkan ke dalam gester yang mengandung batch primer lumpur sebesar 50% dari padatan suspensi air. Pada dasarnya, tingkatan ini bertujuan untuk menghilangkan bahan-bahan yang masih tampak. Selain itu, proses penyaringan ini dilakukan agar proses pengolahan berikutnya dapat dijalankan secara lancar tanpa ada gangguan polutan.

Terdapat dua metode dalam tingkatan primary untuk pengolahan air limbah.

1. Penyaringan atau Screening

Metode pertama, limbah air yang mengalir melalui saluran pembuangan akan melewati proses penyaringan menggunakan jeruji saring. Penggunaan metode ini tergolong sangat efektif dan efisien dalam memisahkan partikel-partikel padat berukuran besar yang terkandung di dalam air limbah.

2. Pengolahan Awal atau Pretreatment

Metode kedua, limbah yang berhasil disaring kemudian akan disalurkan ke dalam suatu tangki yang bertujuan untuk memisahkan pasir dan partikel tersuspensi lain yang memiliki ukuran relatif lebih besar dari sebelumnya. Tangki atau sering disebut grit chamber ini memiliki sistem cara kerja dengan memperlambat aliran air limbah agar partikel-partikel pasir dapat jatuh ke dalam dasar tangki.

Secondary Wastewater Treatment

Tingkatan metode berikutnya yang dilakukan dalam pengolahan air adalah secondary. Pada pengolahan ini air limbah membutuhkan oksidasi agar tingkat kekeruhan air bisa berkurang. Selain itu, metode ini juga digunakan untuk mendegradasi bahan organik yang ada di dalam air limbah. Umumnya, ketebalan yang digunakan berukuran kurang dari 1-3 m.

Kemudian, air limbah akan disemprotkan dan dibiarkan merembes melewati media yang sebelumnya sudah dipersiapkan. Selanjutnya, air limbah akan menetes ke dalam wadah penampung yang di bawahnya terdapat saluran menuju tangki pengendapan.

Tujuan dari pengendapan ini agar air limbah terpisah dari partikel padat tersuspensi dan mikroorganisme yang terlarut di dalam air. Terdapat tiga unit pengolahan yang dilakukan dalam secondary wastewater treatment atau pengolahan air.

1. Biofiltrasi

Metode pengolahan air limbah sekunder ini menggunakan filter pasir, filter kontak, ataupun filter trickling untuk memastikan sedimen tambahan yang terkandung di dalam air bisa hilang. Namun, ketiga filter ini yang memiliki perang paling besar untuk menghilangkan batch kecil adalah filter trickling. Hal ini juga yang membuat filter trickling menjadi wajib untuk diterapkan.

2. Aerasi

Aerasi adalah proses pengolahan air yang membutuhkan waktu cukup panjang, tetapi proses ini sangat efektif. Pada proses Aerasi air limbah memerlukan campuran dari larutan mikroorganisme yang banyak. Selanjutnya, hasil dari campuran ini akan dibiarkan selama 30 jam untuk mendapatkan air dengan mutu yang tinggi serta komposisi yang aman.

3. Kolam Oksidasi

Kolam oksidasi atau oxidation pond merupakan proses pengolahan air limbah yang membutuhkan lagun untuk penyimpanan air. Lagun ini biasanya membutuhkan tanah yang luas dan tidak terlalu dalam sebagai tempat memasukkan air ke dalam kolam tersebut. Proses penyimpanan ini juga membutuhkan waktu yang cukup lama agar terjadi pemurnian secara biologis sesuai dengan derajat pengolahan yang ditentukan.

Tertiary Wastewater Treatment

Tingkatan terakhir yang Anda lakukan adalah tertiary wastewater treatment. Pada tingkatan ini sistem pengolahan air limbah bertujuan untuk menghilangkan kandungan fosfat dan nitrat yang ada di dalam air. Umumnya, pengolahan ini bersifat khusus yang perlu disesuaikan dengan zat yang tertinggal pada air limbah. Pengolahan pada tingkatan ini meliputi berbagai rangkaian proses kimia dan fisika.

Seperti pengolahan menggunakan metode saringan pasir, penyerapan dengan karbon aktif, saringan multimedia, precoal filter, microstaining, vacum filter, pengurangan besi dan mangan, serta osmosis bolak-balik. Namun, pengolahan tertiarty jarang diaplikasikan dalam pengolahan air limbah. Hal ini dikarenakan proses pengolahan membutuhkan biaya yang cenderung tinggi dan tidak ekonomis.

Pada dasarnya, pengolahan air limbah ini tidak selalu melibatkan ketiga tingkatan dari proses tersebut. Hal ini dikarenakan proses pengolahan air bisa berbeda sesuai dengan karakteristik yang ada di dalamnya. Namun, cara-cara ini perlu diketahui agar Anda bisa mendapatkan ide yang lebih banyak dalam melakukan proses pengolahan air limbah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *