Mengenal Sistem Pendidikan Nasional dan Fungsinya

Dalam rangka mewujudkan bangsa yang beradab dan memiliki SDM unggul, faktor pendidikan merupakan salah satu hal yang menentukan. Oleh karena itu, sistem pendidikan harus menjadi fokus utama pemerintah.

Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, maka dibuatlah sistem pendidikan nasional. Sistem pendidikan ini berlaku dalam lingkup nasional guna mewujudkan cita-cita bangsa.

Sebelum membahas lebih lanjut tentang sistem pendidikan nasional dan penerapannya di Indonesia, kita perlu mengenal sistem pendidikan nasional lebih dulu. Simak informasi lengkapnya dalam artikel ini.

Pengertian Sistem Pendidikan Nasional

Sistem pendidikan nasional dan fungsinya
Sistem pendidikan nasional dan fungsinya

Sistem pendidikan nasional memiliki landasan hukum yang sah dalam pelaksanaannya, yaitu UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dalam undang-undang ini mengatur tentang pelaksanaan sistem pendidikan nasional beserta dengan pengertiannya.

Berdasarkan UU No. 20 tahun 2003 bab I pasal I, sistem pendidikan nasional adalah keseluruhan komponen pendidikan yang saling terkait secara terpadu untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Atau dengan kata lain, sistem pendidikan nasional adalah suatu usaha terencana dalam rangka mewujudkan proses dan suasana pembelajaran agar pelajar menjadi aktif dalam mengembangkan potensi dirinya.

Dalam undang-undang tentang sistem pendidikan nasional ini juga dijelaskan bahwa sudah sepatutnya pendidikan dilaksanakan secara adil, demokratis, serta tidak mendiskriminasi. Selain itu, dalam pelaksanaan sistem pendidikan nasional juga harus menjunjung tinggi nilai budaya, nilai keagamaan, dan nilai HAM, dan kemajemukan bangsa.

Fungsi Sistem Pendidikan Nasional

Secara garis besar fungsi sistem pendidikan nasional diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Mengembangkan Kemampuan

Fungsi pertama dari sistem pendidikan nasional adalah mengembangkan kemampuan yang dimiliki oleh individu. Setiap individu yang lahir, telah memiliki kemampuan bawaan dan agar kemampuan tersebut lebih berkembang maka diperlukan pendidikan.

Seseorang yang kemampuannya telah terasah, maka ketika dihadapkan dengan masalah, maka akan mampu melewati rintangan tersebut berkat kemampuan yang dimilikinya. Selain itu, kemampuan akan membuat seseorang menjadi lebih percaya diri dalam menjalani kehidupan serta tidak takut terhadap perubahan yang sewaktu-waktu terjadi.

2. Membentuk Karakter

Melalui pendidikan, tak hanya kemampuan yang dibentuk melainkan juga karakter seseorang. Dalam pendidikan nasional, selain membentuk SDM yang unggul dalam bidang kognitif juga membentuk SDM yang berbudi pekerti mulia dan memiliki sifat yang positif.

Jika seseorang memiliki karakter yang positif, maka akan lebih siap dalam memanfaatkan peluang dan menghadapi rintangan. Selain itu, dengan pembentukan karakter yang kuat mampu membantu membangun generasi yang berintegritas.

Jenjang Pendidikan Nasional

Berdasarkan UU No. 20 tahun 2003, pasal 14, jenjang pendidikan nasional terdiri dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Berikut ini penjelasan lengkapnya.

1. Pendidikan dasar

Pendidikan dasar merupakan jenjang paling dasar dari sistem pendidikan nasional. Pendidikan dasar mencakup Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI), kemudian juga tingkat selanjutnya yaitu Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

2. Pendidikan menengah

Jenjang selanjutnya yaitu pendidikan menengah. Contoh bentuk dari pendidikan menengah yang ada di Indonesia, antara lain, Madrasah Aliyah (MA),  Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Menengah Atas (SMA).

3. Pendidikan tinggi

Jenjang terakhir dari sistem pendidikan nasional adalah pendidikan tinggi. Pendidikan tinggi diselenggarakan oleh perguruan tinggi dan memiliki beberapa program pendidikan. Diantaranya yaitu, diploma, sarjana, magister, doktor, dan spesialis.

Jenis Program Pendidikan Nasional

Berdasarkan UU No. 20 tahun 2003, pasal 15 dijelaskan bahwa dalam pelaksanaan sistem pendidikan nasional terdapat tiga jenis pendidikan nasional yaitu pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, vokasi, keagamaan, dan khusus. Berikut ini penjelasannya.

1. Pendidikan umum

Pendidikan umum mencakup pendidikan dasar dan menengah yang ditempuh dengan tujuan untuk memperluas ilmu pengetahuan yang dibutuhkan oleh peserta didik untuk meneruskan ke tahap yang lebih tinggi.

2. Pendidikan keagamaan

Pendidikan keagamaan yaitu pendidikan dasar, menengah, maupun tinggi dengan tujuan untuk memperluas ilmu agama.

3. Pendidikan akademik

Pendidikan akademik adalah jenjang pendidikan tinggi yang memiliki program sarjana atau pascasarjana dengan tujuan menguasai disiplin ilmu pengetahuan tertentu.

4. Pendidikan vokasi

Pendidikan vokasi yaitu jenjang pendidikan tinggi yang memiliki tujuan menyiapkan peserta didik agar memperoleh pekerjaan dengan keterampilan tertentu.

5. Pendidikan kejuruan

Pendidikan kejuruan merupakan jenjang pendidikan menengah yang memiliki tujuan menyiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan di bidang tertentu.

6. Pendidikan khusus

Jenis pendidikan yang memiliki peserta didik dengan kecerdasan luar biasa atau mempunyai kelainan.

7. Pendidikan profesi

Terakhir yaitu pendidikan profesi yang memiliki pengertian jenjang pendidikan tinggi setelah program sarjana dengan tujuan menyiapkan peserta didik agar memperoleh profesi dengan syarat keahlian khusus.

Sumber: Kumpulan Soal dan Pembahasan Terbaru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *