Menulis Blog dan Kontribusi ke Komunitas

Apa-apa yang kita dapatkan, seharusnya dapat kita kembalikan kepada komunitas. Masyarakat sekitar.

Dahulu saat kuliah, seorang dosen saya pernah komentar bahwa ia lebih menghargai mahasiswa yang aktif, kerja keras, IP cukup namun aktif di lingkungannya. Menghargai di sini tentu di luar konteks akademik ya. Ekstrimnya, mahasiswa yang memang nilai ujiannya bagus namun tidak aktif di lingkungannya, ya tentu tetap harus diberikan nilai A.

Menulis blog merupakan salah satu cara berkontribusi ke komunitas. Komunitas ini umumnya memiliki sumber daya terbatas. Komunitas takkan mampu memasang iklan di halaman depan KOMPAS untuk mengabari bahwa nanti akan ada acara pesta peluncuran Ubuntu atau Konferensi Blankon 2012, misalnya.

Yang saya lihat cukup konsisten menulis adalah Dedi Heriyadi aka Milisdad. Lihat saja misalnya ia bercerita soal peluncuran pesta Ubuntu di Tegal. Lalu soal AutoCAD di Android.

Tulisan-tulisan seperti ini tetap diperlukan tujuannya agar masyarakat tahu. Ya, memang masih perlu banyak usaha yang dilakukan dan itu tidak mudah. Coba saja untuk konsisten. Misal satu minggu menulis satu artikel. Lihat, berapa lama bisa bertahan.

Banyak cara untuk berkontribusi ke dunia Open Source dan salah satunya adalah dengan menulis blog. Cara lainnya ya tentu dengan ikut melakukan pemrograman. Yuk, mulai melihat source code.

Share

2 thoughts on “Menulis Blog dan Kontribusi ke Komunitas”

    1. Kalau blog pribadi, ya tergantung ke kebijakan pribadi. Kalau untuk ilmiah, silakan kunjungi Wikipedia! Nah di Wikipedia baru tulisan harus dengan referensi.

      Kalau mau menulis karya fiksi di blog, apa iya harus pakai referensi? 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *