Kekuatan VIM

Saya berencana menulis artikel agak panjang mengenai VIM, salah satu penyunting teks yang tersohor sekali kehebatannya. Tapi karena belum juga mulai menulis, saya coba mau mulai menulis saja dengan kebutuhan yang saya temui hari ini.

Necessity is the mother of invention.

Hari ini saya membutuhkan menyunting teks yang kondisinya kurang lebih seperti ini:

Di atas adalah nama-nama halte Transjakarta koridor 6. Ternyata saya baru ingat usai mengetik, bahwa setelah Departemen Pertanian masih ada halte lain yang belum tertulis. Hal ini bisa saja saya modifikasi dengan masuk ke mode insert lalu ketikkan enter pada baris yang ingin ditambahkan. Coba hitung berapa tombol yang perlu saya tekan.

  1. i; untuk masuk mode insert
  2. enter; membuat baris baru
  3. esc; keluar dari mode insert
  4. k; membawa kursor ke atas
  5. i; ketikkan nama halte sebelum Pejaten

Panjang kan. Lalu ternyata ada tombol pintasnya. Yaitu ‘o’ atau ‘O’. Cukup satu tombol lalu mode akan berubah menjadi mode insert.

  • o; akan membuat baris baru di bawah kursor
  • O; akan membuat baris baru di atas kursor

Oh ya, saya dihadapkan pada kondisi harus menyunting ratusan baris seperti ini. Terbayang kan betapa terbantunya hanya dengan menekan ‘o’ atau ‘O’ saja.

Share

6 thoughts on “Kekuatan VIM”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *