Fokus

Di tengah zaman banjir informasi saat ini, barangkali kemampuan yang sangat diperlukan adalah fokus.

Kalau dulu saat kuliah, akses Internet dirasa sangat susah. Akses Internet hanya bisa dilakukan dari lab, menggunakan komputer kampus. Waktu untuk akses Internet hanya di saat tidak ada kuliah. Atau terkadang suka memilih berdiam di lab komputer daripada datang ke kelas untuk kuliah. Yang ini jangan sering-sering ditiru.

Lalu beranjak masuk ke tingkat akhir, akses Internet menjadi lebih leluasa. Dapat akses ke lab berikut akses Internet. Bisa membawa komputer sendiri untuk dibawa ke lab. Saat itu laptop belum sepopuler sekarang. Apalagi tablet, belum kenal.

Kedua hal ini sudah cukup menyenangkan walau kecepatan akses Internet masih lambat….

Dan kini saat akses Internet bisa lebih leluasa, di mana saja dan kapan saja, dengan ponsel cerdas. Kecepatan akses Internet pun bisa jauh lebih cepat dibanding zaman kuliah dulu. Dunia terasa lebih indah saat akses Internet sekejap mata.

Namun ternyata, hal tersebut belum cukup. Sekarang yang dibutuhkan adalah kemampuan fokus. Fokus untuk melakukan satu hal secara konsisten. Tanpa terdistraksi. Terus menerus, tanpa terputus-putus. Minimal selama 2 jam. Coba saja lakukan, saya yakin hal ini akan lebih sulit karena kehadiran notifikasi instan baik dari media sosial, maupun ponsel. Ini semua akan membuat distraksi.

Seperti tidur, kita bisa tidur 2 jam + 2 jam + 2 jam = 6 jam. Namun hal ini akan berbeda dengan saat kita tertidur 6 jam sekaligus dengan pulas. Coba saja.

Jadi, sekarang saatnya mengasah kemampuan fokus dan meredam distraksi.

Debian dan Perl

Debian dan Perl. Saya berkesimpulan kedua makhluk ini adalah sahabat dekat.

Berikut beberapa data pendukung hipotesis saya:

  • Buku Debian Handbook. Perl seolah mendapatkan tempat tersendiri dalam buku ini.
  • Sesi Perl dalam DebConf2012. Lebih lanjut tulisan Raphael Hertzog mengenai Gregor Hermann, anggota Perl.
  • Salah seorang punggawa Indonesia, begitu mahir dalam Perl. Saya tak perlu sebutkan namanya.

Apakah sekarang saatnya kembali membuka buku dan mempelajari Perl? Kebetulan tempo hari saya mendapatkan buku Modern Perl yang menarik untuk dibaca. Apalagi tersedia format epub.

Namun, mereka yang muda-muda sepertinya lebih banyak bermain dengan Python. Lantas?

Uji Penetrasi & Pertahanan Ilmu Hitam; Blankonf4

Sabtu, hari pertama di bulan Desember 2012, saya menyempatkan untuk hadir sejenak di konferensi Blankon yang keempat. Saya tiba pukul 11.40 dan terpaksa pulang pukul 16.30

Karena tiba sudah siang, saya tak sempat mengikuti acara sesi pagi. Tak saya bayangkan waktu untuk menempuh perjalanan ke CICO Resort, Bogor, menghabiskan waktu lebih dari 2 jam. Padahal lokasi saya sebenarnya tidak terlalu jauh. Apalagi kalau ditarik garis lurus. Fyuh.

Jadilah saya tidak sempat ikut di sesi MDAMT. Padahal ingin tahu juga sesi ini dan mengenal MDAMT lebih dekat. Apakah ada yang sudah menulis soal sesi MDAMT?

Dari beberapa sesi yang tersedia, sesi yang saya pilih adalah Uji Penetrasi dengan BlankOn yang dibawakan oleh Wira. Ternyata sesi Wira belum selesai sebelum makan siang. Jadilah saya bisa mengikuti sesi Wira. Saya pilih duduk di paling belakang saja, sambil mengamati suasana kelas.

Wira merupakan seorang mahasiswa informatika ITS. Masih muda dengan masa depan cerah. Maksud saya, jika Wira terus konsisten, ia bisa jadi salah seorang yang bersinar. Ini pun bukan sesi BlankOn yang pertama baginya. Ia sudah hadir di konferensi Blankon yang diadakan di Surabaya.

Wira - Uji Penetrasi; Blankonf4
Wira – Uji Penetrasi; Blankonf4

Wira mengajak kelas untuk mengeksplorasi dunia uji penetrasi dengan memperkenalkan pada nmap, metasploit, dan bagaimana mencari celah lalu mengeksploitasinya. Saya tak membawa laptop, jadi saya berusaha membantu salah satu peserta saja sambil terus menyimak Wira.

Lalu, masuk ke sesi berikutnya. Adalah Budi Wijaya, dengan materinya, “Pertahanan Ilmu Hitam”. Sebelumnya saya sudah kenal dengan Budi Wijaya melalui saling berkomentar di blog. Oh, sebelumnya lagi, berkenalan di milis, ia ikut mencermin video debconf12 di salah satu server di Surabaya.

Budiwijaya - Pertahanan Ilmu Hitam; Blankonf4
Budi Wijaya – Pertahanan Ilmu Hitam; Blankonf4

Budi Wijaya berbagi ilmu tentang bagaimana menangani serangan D/DoS (Distributed/Denial of Service). Budi Wijaya merupakan seorang network engineer yang saya kira sudah cukup senior. Budi menerangkan bagaimana teknik blackhole routing apabila terjadi serangan D/DoS.

Di sela-sela acara, kami sempat berfoto bersama. Terima kasih kepada Ikhlasul Amal yang telah menyempatkan datang dan menjeprat-jepret untuk mengabadikan acara ini.

Senang rasanya bisa memiliki teman baru dengan minat yang sama.

Sayang saya tak bisa ikut menginap dan menghabiskan waktu lebih lama di CICO Resort ini. Dari menghadiri acara ini, saya jadi teringat kenangan perjalanan menghadiri OWASP Summit 2011 hampir 2 tahun yang lalu.

Berinteraksi dan bertukar ide bersama…

Pilih Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris?

Pilih bahasa Indonesia atau bahasa Inggris?

Pagi ini, saya ingin membuat catatan pribadi usai menonton salah satu video PyCon 2012, yaitu Advanced Security yang dibawakan oleh Paul McMillan. Saya menulis catatan pribadi saya dalam bentuk wiki. Masih berantakan, karena memang sifat catatan pribadi wiki saya adalah kotret-kotret-an. Saya menulis catatan pribadi ini dalam bahasa Inggris.

Namun, tulisan di blog saya, mayoritas berbahasa Indonesia. Hanya sesekali saya menulis dalam bahasa Inggris.

Ada rasa yang sulit tersampaikan saat menulis bukan dalam bahasa Ibu. Barangkali inilah alasannya, tulisan saya yang sifatnya lebih emosional, saya tuliskan dalam bahasa Indonesia. Atau memang saya belum terlalu lancar dan apik dalam menulis bahasa Inggris.

Di sisi lain, saya juga ingin merasakan menjadi penduduk dunia. Saya juga ingin berbagi cerita dan pengalaman ke penduduk dunia. Saya ingin menembus batas geografis. Secara de facto, bahasa Inggris menjadi bahasa yang paling banyak dimengerti.

Sesekali saya ingin juga berbagi dalam bahasa Inggris.

Lihat saja, ternyata dari ide saya menulis catatan PyCon, sudah ada yang membuatnya. Ada Brian yang menulis di blognya. Lalu, ada lagi layanan kolaborasi catatan di hackpad soal PyCon2012.

Menarik kan, bagaimana cara kita berinteraksi sekarang. Kembali ke judul, jadi pilih bahasa Indonesia atau bahasa Inggris?

Menulis, Menulis dan Menulis

Siapa yang bilang menulis itu mudah? Saya.

Eh tapi tidak juga. Kalau menulis blog itu masih relatif mudah, tapi kalau menulis artikel itu sedikit sulit. Maksud tulisan saya kali ini adalah ingin mendorong orang untuk menulis, apalagi budaya orang Indonesia sangat kuat budaya lisannya.

Seperti yang sudah pernah saya tulisan di tulisan saya cracker itu cuma script kiddies. Hacker sesungguhnya adalah mereka yang berbagi ilmu (termasuk kode programnya) dengan motivasi membuat segala sesuatu lebih baik.

Pagi ini saya membaca ezine, kumpulan artikel soal hacking, yang dikeluarkan oleh komunitas echo. Komunitas yang saya nilai cukup konsisten selama ini. Sambil sarapan roti saya habiskan semua artikel ezine dalam waktu kurang dari 20 menit.

Jadi, sudahkah kita memulai menulis dan berbagi ilmu?

Kecanggihan Browser Zaman Sekarang

Browser zaman sekarang sudah begitu canggihnya. Orang bilang zaman 2.0. Kalau dulu web harus di-refresh untuk memuat perubahan baru, sekarang tidak harus. Bahkan sekarang chat pun bisa dilakukan hanya dengan web browser, tak perlu install program lagi.

Pertanyaannya, kapan mobile web browser akan secanggih desktop web browser saat ini? Jadi ide ini terlontar saat saya ingin chat di tablet dan baru sadar bahwa chat belum bisa dilakukan di mobile web browser sekarang.

3 tahun lagi?

PDF Majalah InfoLINUX

Tahun 2012 sudah memasuki akhir bulannya. Pada kali ini saya ingin berbagi bahan bacaan yang saya miliki, yaitu PDF Majalah InfoLINUX.

Silakan akses di URL berikut: http://za.cindai.web.id/infolinux/ http://pinang.cindai.web.id/~za/infolinux/.

Bagi yang punya tablet, tinggal menjentikkan tangan. Bagi yang tidak punya tablet, ya gunakan mouse. Keduanya hanya medium, yang lebih penting adalah kemauan belajar.

Kalau belum punya tablet, barangkali bisa coba menulis artikel dan kirim ke InfoLINUX. Siapa tahu honor menulisnya bisa ditabung untuk beli tablet.

Oh ya, di tahun 2011, tulisan saya mengenai OpenVAS dimuat di majalah InfoLINUX. Persisnya di edisi 07/2011.

Selamat membaca! Sekarang saatnya menunggu PDF Majalah InfoLINUX tahun 2012. Oh ya, saya jadi terpikir. Apakah Majalah InfoLINUX akan mengeluarkan format epub?