Python 101 oleh Jessica McKellar

PyCon 2013 telah berlalu. Siapa yang bisa datang ke sana? Video rekaman acara ini sudah bisa ditelusuri di pyvideo.org.

Kali ini saya ingin menampilkan video pengenalan Python untuk para programmer pemula oleh Jessica McKellar. Video ini cukup panjang durasinya, yaitu hampir 4 jam. Jadi diperlukan waktu kosong dan kemampuan konsentrasi yang cukup.

Selamat menonton! Usai menonton, jangan lupa coba tulis resensi ­čśë

http://www.youtube.com/watch?v=Gp60Qp3GUBU

Catatan Kopi Darat Python Indonesia – Februari 2013

Di akhir bulan Februari 2013 lalu, komunitas Python Indonesia mengadakan kopi darat. Pertama-tama tentunya terima kasih kepada mereka yang sudah menyempatkan datang!

Kopi Darat Python Indonesia - Februari 2013

Lalu terima kasih juga kepada mereka yang mau berbagi ilmunya: Fauzan Erich Emmerling, Sakti Dwi Cahyono, dan Fanani M. Ihsan. Tak terlewat, terima kasih untuk detikcom atas dukungan tempat dan konsumsinya.

Acara dimulai tepat waktu, pukul 9.30.

Awalnya Fauzan dijadwalkan menjadi pembicara pertama tapi karena Fauzan tidur larut malam, sibuk coding, hingga lupa waktu. Jadilah Sakti maju ke sesi pertama.

Materi Sakti mengenai network programming menggunakan modul socket. Sesi Sakti menjadi sesi yang paling lama karena memang materinya banyak dan cukup mendetail. Bahkan ada kuisnya. Hihihi…

Di akhir sesi, Sakti sempat mengoreksi jawabannya soal nomor port yang sama. Berikut komentar yang ia tinggalkan di youtube: “passive dan active´╗┐ socket memiliki port´╗┐ yang sama, namun berbeda file descriptor”.

Acara ini direkam, namun dengan segala keterbatasan yang ada, kualitas video-nya tidak terlalu bagus. Pembicara yang gelap, dan tampilan yang portrait. Rekaman video bisa ditelusuri di kanal youtube saya.



Oh ya, detail abstrak dan profil pembicara dapat dilihat pada pengumuman informasi kopdar.

Lalu sebelum sesi Sakti selesai, Fauzan datang. Fauzan memperkenalkan EmeraldBox Framework. Fauzan mengajak untuk menggunakan framework ini dan berkontribusi.


Framework ini telah digunakan dalam lomba Sanitation Hackathon dan memenangkan lomba ini. Saya kurang tahu juara berapa. Aplikasi yang dibuat adalah aplikasi pencari toilet. Aplikasi ini akan mencari toilet terdekat dan menampilkan informasi toilet tersebut. Informasi toilet ini berupa review dari para pengguna.

Lalu tiba giliran saya. Saya bercerita soal sqlmap, tool yang dapat digunakan untuk menguji (& mengeksploitasi) SQL injection. Saya beri judul sqlmap 101, terinspirasi dari mata kuliah Fisika Dasar, FI 101, jadi sesi saya hanya memberikan pengetahuan dasar soal apa itu sqlmap, apa saja yang bisa dilakukan oleh sqlmap, cara dasar penggunaan. Di bagian akhir saya ceritakan bagaimana saya bisa berkontribusi ke sqlmap.

Lalu sesi terakhir adalah Fanani yang bercerita soal Fabric. Selain materi presentasi, Fanani juga memberikan potongan kode yang dapat diakses via repositori git miliknya. Kode ini berisi fabric script untuk Django.

Usai acara, kami berdiskusi bebas. Salah satunya, saya ingin tahu apa harapan dari mereka yang datang. Dari mereka yang hadir, banyak yang baru datang pertama kali. Harapan mereka adalah semoga acara ini bisa diadakan lagi.

VIM 101: Mencari dan Mengganti

VIM; search and replace

Pagi ini saya dihadapkan dengan situasi perlu menambahkan path pada file konfigurasi. Saya sedang menyiapkan situs agregasi blog dengan engine planet. Berikut situasinya:

#template_files = examples/basic/index.html.tmpl
examples/atom.xml.tmpl
examples/rss20.xml.tmpl
examples/rss10.xml.tmpl
examples/opml.xml.tmpl
examples/foafroll.xml.tmpl

Lokasi file *.tmpl ini berada pada direktori /home/za/planet/examples Nah bisa saja saya menambahkan satu-per-satu. Tapi untuk apa ada VIM? Eh tapi bagaimana caranya melakukan penggantian string dengan tanda ‘/’? Bukankah selama ini sintaks yang digunakan adalah:

:s/cari/ganti

Ternyata triknya adalah mengganti separator ‘/’ dengan ‘#’ Lalu agar satu baris pada pola yang dicari ini terganti semua, tambahkan lagi separator, lalu sertakan ‘g’.

Berikut perintah VIM-nya:

:s#examples#/home/za/planet/examples#g

Voila!

#template_files = /home/za/planet/examples/basic/index.html.tmpl /home/za/planet/examples/atom.xml.tmpl
/home/za/planet/examples/rss20.xml.tmpl
/home/za/planet/examples/rss10.xml.tmpl
/home/za/planet/examples/opml.xml.tmpl
/home/za/planet/examples/foafroll.xml.tmpl

Rilis Debian Handbook Bahasa Indonesia: Bab 1

Debian GNU/Linux

Pada hari ini, 1 Maret 2013, saya putuskan untuk merilis terjemahan bahasa Indonesia dari Debian Handbook. Jika meminjam terminologi dan proses kerja Debian, rilis hari ini adalah rilis testing, Bab 1, Debian Handbook bahasa Indonesia.

Buku terjemahan Debian Handbook berbahasa Indonesia ini tersedia dalam format PDF dan epub.

Debian GNU/Linux (untuk selanjutnya disebut Debian saja karena alasan kepraktisan) telah mengukir sejarah yang cukup lama di Indonesia. Debian dibawa masuk ke Indonesia oleh orang-orang dari generasi 80-an. Beberapa diantara mereka ini ada yang menjadi tokoh yang cukup berpengaruh.

Memang pamor Debian tak sepopuler Ubuntu, distro turunan Debian. Bisa jadi pengguna Debian di Indonesia lebih sedikit dibanding pengguna Ubuntu. Tapi kondisi ini tidak mengubah keputusan saya untuk tetap melanjutkan meneruskan menerjemahkan buku ini karena saya beranggapan bahwa orang-orang tetap perlu tahu bagaimana wajah Debian sesungguhnya. Walau tidak dikenal secara langsung, bisa jadi Debian dikenal di Indonesia melalui distribusi turunannya yaitu: BlankOn dan Kuliax.

Menerjemahkan buku Debian Handbook ini membuka mata saya, bahwa banyak pengalaman dalam dunia F/OSS (Free/Open Source Software) yang bisa dieksplorasi. Tentang nilai, tentang prinsip, tentang kontribusi, tentang kolaborasi, dan juga tentang sumber daya yang selalu terbatas.

Memang kondisi di Indonesia tidak akan pernah sama dengan kondisi di luar sana. Untuk apa kontribusi ke F/OSS? Apa untungnya bagi perusahaan? Bisa jadi kondisi di luar sana memang lebih kondusif untuk perkembangan F/OSS tapi saya pikir ini tidak bisa jadi alasan untuk memulai berkontribusi.

Biar bagaimanapun ternyata, masalah yang sama tetap ada. Sumber daya yang selalu terbatas, begitu ujar Stefano Zacchiroli, sang pemimpin proyek Debian (DPL: Debian Project Leader) saat ini. Bagi kalangan awam nama Stefano Zacchiroli ini terdengar asing, karena kebanyakan orang mengetahui Debian adalah Ian Murdock, sang penemu Debian. Stefano Zacchiroli berpendapat bahwa kondisi Debian akan selalu dengan sumber daya yang terbatas karena Debian tidak bersifat mencari keuntungan. Kondisi yang hampir sama bagi semua organisasi nirlaba lainnya. Yang lebih penting bagi Debian saat ini adalah bagaimana memanfaatkan sumber daya yang terbatas ini.

Saya memang memprioritaskan untuk menerjemahkan bab 1 lebih dulu, dengan alasan isinya yang tidak teknikal. Bukankah yang teknikal lebih penting? Bagi saya tidak, karena sudah lebih banyak informasi berbahasa Indonesia mengenai bagaimana menginstall, mengkonfigurasi, hingga membuat paket Debian.

Bab 1 ini bercerita tentang apa itu Debian, sejarah, para pemimpin proyek, hingga pemberian codename Debian dari nama-nama tokoh dalam film Toys Story. Ternyata saya baru tahu belakangan bahwa nama-nama tokoh Toy Story ini diambil karena DPL saat itu, Bruce Perens, bekerja di Pixar Studios, yang memproduksi film Toy Story.

Akhir kata tentang menerjemahkan dan kontribusi. Menerjemahkan ternyata bukan sesuatu hal yang mudah juga. Kecuali jika Anda memang penerjemah profesional. Kesulitan yang utama adalah menerjemahkan sesuai dengan konteks Indonesia. Menerjemahkan bukan berarti sesederhana mengubah kalimat berbahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Lalu soal kontribusi. Saya harap, langkah awal penerjemahan bab 1 ini bisa mendorong rekan-rekan yang lain untuk turut berkontribusi juga. Entah dengan melanjutkan menerjemahkan bab selanjutnya, atau sebatas menjadi proofreader dari hasil terjemahan saya ini.

Selamat membaca!

Saya ucapkan terima kasih kepada perusahaan tempat saya bekerja yang dengan segala kondisinya: memungkinkan dan mendukung baik secara langsung atau tak langsung saya untuk bisa menerjemahkan buku ini. Bagi yang ingin turut berkontribusi dalam proyek penerjemahan buku ini bisa kirim surel ke za at students.ee.itb.ac.id za at python.or.id, atau bergabung di komunitas Debian Indonesia dengan melanggan milis, atau tinggalkan saja komentar di blog ini…