Konferensi Komunitas Open Source

Jika kita berada dalam lingkaran yang tepat, suasana akan lebih menyenangkan. Berada di sekitar orang-orang dengan minat, passion, dan hobi yang sama. Bahkan berada dalam lingkaran yang tepat ini merupakan salah satu cara untuk menembus 10000 jam dalam menjadi profesional.

Belum lama ini baru saja selesai diadakan konferensi KDE, Debian (masih?) dan juga Wikipedia. Masing-masing punya namanya sendiri: KDE Akademy, Debian debconf, Wikipedia Wikimania. Sesekali rasanya ingin juga hadir di acara tahunan mereka ini dan merasakan serunya atmosfer kolaborasi.

Salah satu kesulitan yang saya sendiri alami dan dari pernyataan rekan, kesulitan kontribusi ke Open Source adalah kurangnya waktu luang. Ini masalah klasik sih, di seluruh belahan dunia juga mengalaminya.

Hmm… tapi saya perhatikan memang komunitas Open Source di Asia-Pasifik tak seaktif komunitas Open Source di Amerika dan Eropa. Berikut analisis sederhana saya.

Eropa adalah negara sosialis. Ya jadi barangkali negara sudah mampu menyediakan fasilitas hidup minimum yang cukup layak hingga orang-orang yang mendedikasikan waktu dan hidupnya untuk open source masih bisa hidup.

Kalau di Amerika (Serikat) bisa jadi sedikit berbeda. Open source di Amerika Serikat saya lihat bukan sekadar kontribusi tapi eksistensi dan adopsi. Eksistensi artinya untuk menunjukkan kemampuan. Adopsi artinya hasil yang lebih penting dari open source adalah adopsi oleh orang banyak bukan lagi berarti bertujuan pendek mencari untung dari hasil menjual open source ini saja.

Di tataran nasional, saya sempat menghadiri Konferensi Blankon, blankonf2012 tapi itupun hanya 1/2 hari. Padahal kalau menginap rasanya bisa lebih seru!

Sebagai penutup tulisan, karena saya tak bisa hadir langsung, saya mau siap-siap menunggu dokumentasi acara KDE Akademy, debconf13, dan Wikimania!

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *