moinmo.in

Tentang moinmo.in

Moinmoin. Siapa yang tahu? Siapa yang tidak?

Moinmoin adalah satu dari sekian banyak engine wiki yang tersedia. Saya memiliki wiki pribadi. Wiki pribadi ini saya gunakan sebagai ‘kertas coret-coret-an’ untuk menulis apa saja. Enaknya menggunakan format wiki adalah kita bisa menyuntingnya kapan saja, sebisanya. Dan semuanya akan tercatat. Jadi tak perlu dipusingkan dengan save as versi sekian.

Dahulu saya menggunakan mediawiki sebagai engine wiki pribadi saya. Mediawiki ini digunakan oleh Wikipedia, salah satu ensiklopedia bebas terbesar yang ada. Saya memiliki ketertarikan untuk turut berkontribusi ke Wikipedia sehingga saat itu saya putuskan untuk menggunakan mediawiki. Namun sayang, kontribusi saya ke Wikipedia masih sedikit dan cenderung ON|OFF dengan durasi OFF lebih lama.

Wiki pribadi saya menggunakan mediawiki untuk sementara saya stop dulu. Lalu saya eksperimen menggunakan git untuk melacak perubahan to do list saya.

Sekarang saya akan mencoba menggunakan moinmoin.

Saya baru selesai dengan proses instalasi. Saya belum eksplorasi lebih dalam. Lalu muncul pertanyaan. Setelah saya amati, ternyata banyak proyek F/OSS yang menggunakan moinmoin sebagai engine wiki. Pertanyaannya mengapa? Apakah karena perang agama bahasa pemrograman PHP vs Python?

Berikut beberapa di antaranya:

  1. Wiki Debian
  2. Wiki Python

Err… cuma dua ya ternyata 😉

Taking A Bold Step

I am taking a bold step here. Disclaimer: this post will be considered exaggerate.

I choose to install Debian Testing. Yeay, I almost got it wrong. Debian Sid is for Debian Unstable.

Then I installed Apache web server. It’s 2.4.x version. This version is slightly differs from the 2.2.x version. Then I read the apache log.

[Fri Nov 15 12:10:20.515822 2013] [authz_core:error] [pid 13649:tid 2961128256] [client abc.def.ghi.jkl :16557] AH01630: client denied by server configuration: /home/abc

I am still figuring out how to solve this error.

Memotong Berkas MP3 Menggunakan cutmp3

Podcast. Belakangan ini, saya jadi suka mendengarkan podcast. Podcast mampu mengisi waktu luang saat saya sedang menggunakan transportasi publik. Enaknya podcast adalah, kita bisa memilih kapan untuk mendengarkan. Play, stop, pause. Dan tentu tak perlu menuntut pandangan mata.

Saat ini saya sedang menyiapkan podcast kopdar komunitas Python Indonesia bulan Oktober. Abstrak dan materi sudah dirilis.

Kalau Anda apakah termasuk yang suka mendengarkan podcast? Ini sekaligus saya eksperimen soal podcast.

Oh iya, kembali ke judul. Tulisan ini lebih bersifat ‘bagaimana’ ya berarti. Baiklah.

Pertama install cutmp3
# apt-get install cutmp3

Lalu baca manual 😛
$ man cutmp3

Inilah triknya.
$ cutmp3 -i input.mp3 -O output.mp3 -a mm:ss.xx -b mm:ss.xx

Penjelasan opsi:

  • -i: input file
  • -O: output file
  • -a: waktu awal dalam menit:detik.milidetik
  • -b: waktu akhir dalam menit:detik.milidetik

Ingat, tidak ada satuan jam, jadi tambahkan 60 jika waktu file yang ingin dipotong lebih dari 1 jam.