Sulitnya Membuat (dan Hadir) Kegiatan Luring (Offline)

Selamat datang era Internet. Selamat datang era bekerja bisa dilakukan dari mana saja, kapan saja. Lantas, benarkah Internet membuat komunitas lebih sering berjumpa? Ternyata tidak.

Entah bagaimana ceritanya, tahun ini saya jadi mengorganisi kopi darat komunitas Python Indonesia. Tidak, saya belum seorang python rockstar. Saya hanya berinisiatif mengorganisir kopi darat.

Jika mengintip Hideki Yamane, komunitas Debian di Jepang, sudah mengadakan 100 pertemuan di Tokyo. Pernahkah komunitas Debian Indonesia kopdar? Bagaimana dengan Ubuntu Indonesia? Kalau Ubuntu beberapa kali saya pernah mendengar pesta rilis. Saya pun pernah hadir (kira-kira) lima tahun silam saat di Bandung.

Apa komunitas lebih sering aktif di dunia daring (online)? Lewat IRC misalnya? Saya baru kembali ke IRC python-id setelah iromli mengatakan pentingnya interaksi real time.

Datang di acara luring (offline) memang sulit. Saya pun untuk hadir di blankonf 2012 perlu waktu hingga 3 jam hingga sampai lokasi. Macet parah. Pun saya hanya bisa hadir di blankonf selama 4 jam dari 2 hari acara yang dijadwalkan.

Zaki

Saya masih termasuk yang percaya pentingnya interaksi langsung. Dunia tidak datar seperti yang Thomas Friedmann katakan. Yang datar hanyalah informasi.

Apa dunia kerja di Indonesia terlalu keras sehingga sulit sekali bagi kita untuk meluangkan waktu aktif dalam komunitas (termasuk aktif di masyarakat sekitar)? Kalau ini benar, saya jadi ingat grafiti di salah satu pojok ibukota: Kerja terus-menerus seperti kerbau dungu.