Planet dari Para Peserta GSoC Python

Hari ini saya mengunjungi halaman awal planet python. Di kiri atas ternyata ada tautan ke Planet Python Summer of Code. Saya buka, wah bagus sekali isinya. Inilah yang saya cari.

Jadi planet ini berisi cerita para mahasiswa yang mengikuti GSoC, lebih spesifiknya dengan bahasa pemrograman Python. Beberapa waktu lalu, saya posting mengenai Python di GSoC 2014.

Dengan membaca blog ini, kita jadi tahu cerita bagaimana para peserta dalam mengikuti GSoC. Selama ini saya ingin mencari tahu, lebih detail, tentang kontribusi Python dalam GSoC. Planet ini minimal sudah membuka jalan.

Ke Konferensi Python Asia-Pasifik 2014

Di sela-sela waktu kosong yang tersedia, awal tahun lalu saya sempatkan menulis paper sebagai jawaban dari CFP (Call For Proposal) panitia PyCon APAC. Tanpa disangka, paper saya diterima! Dari 81 paper yang masuk, paper saya menjadi 26 paper yang terpilih. Akhirnya, setelah melalui perjalanan (dan juga pengorbanan!) panjang, akhir pekan ini saya akan ke konferensi Python Asia-Pasifik 2014.

Saya akan berbagi bagaimana saya menggunakan Python untuk menguji keamanan aplikasi. Jika tertarik dengan topik ini, bisa mention saya di @zakiakhmad.

Etika Email

Sekarang sudah web 2.0 Email masih digunakan? Iya. Tapi ternyata banyak yang tidak tahu bagaimana etika email. Referensi etika di sini, saya rasa lebih mendekati para geek.

Saya pernah dimarahi di suatu milis karena saya tidak menulis email baru (compose new email) dalam membalas email. Yang saya lakukan adalah mengganti subjek email. Hal ini membuat thread menjadi kacau karena satu subjek bercampur dengan subjek lainnya. Hal ini baru bisa dilihat saat kita membuka email dalam bentuk thread.

Tahu kan ya bentuk email thread? Email client yang mendukung tampilan ini setahu saya adalah mutt (dan thunderbird ternyata juga mendukung).

Nah di halaman ini bisa terlihat, siapa yang membajak thread.

Itu baru soal membajak thread. Soal lainnya adalah top posting. Bagi sebagian orang, top posting dianggap tidak sopan karena menyulitkan pembaca, balasan email ini mengacu ke email mana. Dan cenderung jadi sampah informasi. Lalu satu lagi adalah penggunaan RTF (Rich Text Format). Kan tidak semua pembaca membaca email menggunakan email client yang mendukung RTF.

Hmm… tapi saya rasa etika email di sini hanya umum bagi para geek. Karena di perkantoran, yang saya tahu mereka justru memanfaatkan fitur RTF dalam menulis/membalas email.