Etika Email

Sekarang sudah web 2.0 Email masih digunakan? Iya. Tapi ternyata banyak yang tidak tahu bagaimana etika email. Referensi etika di sini, saya rasa lebih mendekati para geek.

Saya pernah dimarahi di suatu milis karena saya tidak menulis email baru (compose new email) dalam membalas email. Yang saya lakukan adalah mengganti subjek email. Hal ini membuat thread menjadi kacau karena satu subjek bercampur dengan subjek lainnya. Hal ini baru bisa dilihat saat kita membuka email dalam bentuk thread.

Tahu kan ya bentuk email thread? Email client yang mendukung tampilan ini setahu saya adalah mutt (dan thunderbird ternyata juga mendukung).

Nah di halaman ini bisa terlihat, siapa yang membajak thread.

Itu baru soal membajak thread. Soal lainnya adalah top posting. Bagi sebagian orang, top posting dianggap tidak sopan karena menyulitkan pembaca, balasan email ini mengacu ke email mana. Dan cenderung jadi sampah informasi. Lalu satu lagi adalah penggunaan RTF (Rich Text Format). Kan tidak semua pembaca membaca email menggunakan email client yang mendukung RTF.

Hmm… tapi saya rasa etika email di sini hanya umum bagi para geek. Karena di perkantoran, yang saya tahu mereka justru memanfaatkan fitur RTF dalam menulis/membalas email.

Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *