Membantu Peneliti Lewat Software Carpentry

A simple sign in a tutorial class: post it. Put post it at your laptop which means you're having trouble and helpers will come to help.

Pada bulan September lalu, saya menyempatkan diri datang ke Python Bootcamp dari http://software-carpentry.org/ di University of Melbourne. Saya ingin tahu secara langsung, apa yang orang-orang software carpentry lakukan. Saya tahu soal software carpentry saat menghadiri PyCon APAC 2014 di Taipei, Taiwan. Jadi pendek kata, saya sendiri belum terlalu mahir dengan apa yang diajarkan di software carpentry ini.

Mayoritas peserta bootcamp ini adalah para peneliti. Entah apakah Master students, PhD students, atau mereka yang bekerja di institusi penelitian. Salah seorang TA (teaching assistant) yang saya tahu bekerja di VLSCI (Victorian Life Sciences Computation Initiative). Damien Irving sebagai instruktur, merupakan seorang PhD candidate di Unimelb.

Saya memiliki ketertarikan bagaimana menganalisis data. Sayangnya saya belum ada waktu untuk latihan menganalisis data. Hehehe…

Pada bootcamp Python ini disimulasikan format data berupa csv. Lalu bagaimana scripting menggunakan Python dilakukan untuk membantu mengolah data. Dengan scripting, data yang berjumlah banyak bisa diotomasi sehingga bisa diproses lebih cepat. Termasuk juga bagaimana memvisualisasikan data sehingga bisa lebih cepat dimengerti.

Apakah di Indonesia ada yang tertarik memulai komunitas software carpentry? Sayangnya saya sudah tidak lagi di dalam dunia kampus.

Helping the researchers at software carpentry bootcamp.

Menarasikan Grafik Menggunakan Wordgraph

Kemarin sore, saya datang ke kopi darat komunitas Python di Melbourne. Entah ini kebetulan atau tidak. Saya melewatkan stasiun Richmond saat berangkat, padahal seharusnya saya turun di stasiun ini. Akibatnya saya harus berputar dulu mengikuti kereta di jalur City Loop.

Saat kembali menuju Stasiun Richmond, saya menjumpai seorang penumpang yang dipandu oleh seekor anjing. Ternyata orang ini buta. Ia berjalan dipandu oleh seekor anjing. Saya lihat anjing ini diberi kalung. Pada kalung ini tertera nama dan nomor telepon. Barangkali nomor yang bisa dihubungi dalam keadaan darurat.

Karena salah turun, saya jadi terlambat datang.

Pada kopi darat kali ini dibawakan materi bagaimana menarasikan grafik. Jadi ide dasarnya adalah aksesibilitas untuk semua. Termasuk mereka yang buta dan ingin mengakses web yang dilengkapi grafik. Itulah tujuan utama aplikasi ini.

Teennessee Leeuwenburg menceritakan proyek wordgraph. Di awal presentasi ia menunjukkan grafik, lalu berikutnya ia memutar suara bagaimana grafik ini dinarasikan.

Proyek yang menarik!