Permasalahan Transportasi Publik di Melbourne

Ternyata, permasalahan dengan transportasi publik itu tidak hanya ada di Jakarta. Bahkan di Melbourne pun, tetap ada masalah dengan transportasi publik. Saya kira Melbourne, kota dengan populasi hanya 4.5 juta jiwa, tak akan ada masalah dengan transportasi publik. Bandingkan dengan populasi kota Jakarta yang bisa mencapai 12 juta jiwa saat siang.

Berikut adalah tautan dari surat kabar lokal the age mengenai masalah transportasi publik di Melbourne. Lebih spesifiknya adalah kereta Metro. Saya jadi teringat saat naik kereta Depok, tegangan turun dan memaksa KRL berhenti. Di Melbourne pun ternyata tegangan listrik untuk kereta masih kurang juga.

Saat awal-awal di Melbourne, saya merasa tidak ada masalah dengan transportasi publik di sini. Ya, karena sebelumnya saat di Jakarta, masalah transportasi publik lebih parah. Transjakarta bisa datang 30 menit berikutnya. Di dalam bis Transjakarta masih harus berakrobat ria untuk sekadar bisa masuk ke dalam bis. Tambah lagi jalur busway yang sering tidak steril. Plus, belakangan saya baca suka ada kejadian bis Transjakarta yang terbakar.

Satu insiden fatal yang pernah terjadi di Melbourne yang saya ketahui adalah saat alarm kebakaran di ruang kontrol kereta Metro terpicu. Semua kereta langsung dihentikan. Bahkan Universitas Monash memundurkan waktu ujian karena insiden ini.

Jadi, sebenarnya masalah itu akan selalu ada. Yang membedakan adalah kompleksitas dan skala masalah. Transportasi publik yang bagus juga bukan jaminan bagi setiap orang untuk tidak memiliki mobil pribadi. Untuk ini akan saya tulis dalam kesempatan yang terpisah.

Menulis di GitBook

Minggu lalu, saya membuka akun di gitbook. Saya ingin bereksperimen menulis menggunakan gitbook. Ide pertama yang muncul adalah menulis bagaimana saya menggunakan penyunting teks vim. Saya pertama kali tahu soal gitbook saat membaca tutorial django yang ditulis oleh komunitas django girls.

Belum banyak yang saya tulis di buku vim saya. Saya pun masih mengeksplorasi fitur gitbook. Satu hal yang sudah saya coba adalah fitur menyunting via web. Jadi menulis tak harus menggunakan penyunting teks. Termasuk saat membuat berkas baru, bisa dilakukan via web.

Nah, sekarang saatnya saya menambahkan tulisan sedikit demi sedikit…