Tag Archives: ubuntu-id

Layar Merah dengan Redshift

Akhir pekan lalu saya berkesempatan mengikuti MelbDjango camp. Saat malam semakin larut, saya melihat teman-teman yang lain. Mengapa layar komputer mereka berwarna menguning lalu semakin lama semakin merah?

“What’s wrong with your monitor?”, tanya saya. Kebanyakan mereka menggunakan MacBook. Lalu saya diberi tahu soal aplikasi f.lux. Saya belum sempat melihat detail penelitian f.lux, pendek cerita saya cari aplikasi serupa untuk GNU/Linux. Karena saya ingin segera mencoba, apakah benar memang lebih nyaman bagi mata?

Hingga akhirnya saya temukan aplikasi redshift. Saya install, dan saya coba. Hmm… memang mata jadi lebih sejuk.

Dan berikut respon teman saya saat saya bilang bahwa saya baru mengetahui soal redshift.

@za it’s pretty jarring when you start up redshift at this time of day :stuck_out_tongue:

You need to ease into it to ease into that bring red mode

Rilis Video DebConf14

Komunitas Debian baru saja usai dengan debconf14. Tim video sudah merilis video konferensi ini. Wow, bananastastic!.

Saya jadi teringat, bagaimana saya berusaha membuat rekaman video kopdar Python Indonesia dengan segala keterbatasan sumber daya yang ada. Salut lah untuk tim video debconf14.

Di Indonesia sebenarnya saya lihat banyak pengguna Debian. Teman-teman di UI/ITB, misalnya. Namun belakangan dengan munculnya Ubuntu, saya kira generasi muda di Indonesia rasanya jadi lebih banyak yang menggunakan Ubuntu. Err tapi setahu saya sekarang teman-teman Blankon menggunakan Debian sebagai sistem base.

Selamat menonton! Bagi yang sudah menonton, tulisan resensi video akan berguna.

Donasi untuk Komunitas Python Indonesia

Akhirnya, setelah sekian lama, kini komunitas Python Indonesia menerima donasi!

Ide ini sudah lama dilontarkan namun baru bisa dieksekusi baru-baru ini. Wow, ternyata jalan dari ide untuk dieksekusi begitu panjang.

Donasi ini pun masih menggunakan rekening a/n pribadi. Belum atas nama organisasi. Yang saya tahu, jika ingin membuka rekening atas nama organisasi maka organisasi harus berbadan hukum. Dan … jalan menuju organisasi berbadan hukum juga masih panjang.

Satu organisasi komunitas di Indonesia yang sudah berbadan hukum yang saya tahu adalah Wikimedia Indonesia. Saya sendiri menjadi menjadi anggota Wikimedia Indonesia. Tapi sayangnya energi saya sudah habis untuk bisa aktif dalam Wikimedia Indonesia. Ingin sekali datang, minimal datang ke RUA, tapi sudah tak ada waktu lagi 😐

Sebenarnya, selama ini “donasi” sudah ada. Mulai dari perusahaan yang menyediakan tempat (dan makanan!) untuk kopdar. Lalu para pembicara-pembicara yang bersedia berbagi ilmu. Dan tentu termasuk mereka yang datang dan meluangkan waktu. Dalam kopdar Agustus 2014 nanti, teman-teman malah berencana mengadakan codesprint proyek members.

Semoga langkah donasi ini bisa menjadi satu dari seribu langkah untuk kontribusi komunitas F/OSS di Indonesia.

Blog Pemrograman

Pagi ini saya membaca tulisan yang menurut saya sangat bagus. Tulisan A. Jesse Jiryu Davis, Write an Excellent Programming Blog. Saya sempat bertemu dengan Jesse dalam PyCon APAC 2014, walau saya tak sempat bercakap-cakap langsung dengannya.

Saya kutip bebas bagian-bagian yang saya suka:

I want you to write. Not just code. Also words.

Thinking by writing.

Dari pengalaman saya menjadi maintainer planpin selama ini, sungguh sulit mendapatkan penulis yang bisa konsisten menulis. OK, tidak mulai dari kualitas, tapi kuantitas dulu saja. Kualitas bisa dibangun dengan kuantitas yang terus menerus ditingkatkan.

Memang, sifat tulisan ini bukanlah sesuatu yang dibayar. Bukan seperti menulis di kolom koran. Tapi bukankah menulis itu jadi satu bagian penting dalam komunitas open source? Bagaimana ide/gagasan disebarkan, bagaimana diskusi dilakukan, dan bagaimana koordinasi dilakukan.

Saya pun sadar, saya masih harus belajar menulis (dan juga membaca!) kode dengan lebih baik.

Planet dari Para Peserta GSoC Python

Hari ini saya mengunjungi halaman awal planet python. Di kiri atas ternyata ada tautan ke Planet Python Summer of Code. Saya buka, wah bagus sekali isinya. Inilah yang saya cari.

Jadi planet ini berisi cerita para mahasiswa yang mengikuti GSoC, lebih spesifiknya dengan bahasa pemrograman Python. Beberapa waktu lalu, saya posting mengenai Python di GSoC 2014.

Dengan membaca blog ini, kita jadi tahu cerita bagaimana para peserta dalam mengikuti GSoC. Selama ini saya ingin mencari tahu, lebih detail, tentang kontribusi Python dalam GSoC. Planet ini minimal sudah membuka jalan.