Tag Archives: ubuntu

Layar Merah dengan Redshift

Akhir pekan lalu saya berkesempatan mengikuti MelbDjango camp. Saat malam semakin larut, saya melihat teman-teman yang lain. Mengapa layar komputer mereka berwarna menguning lalu semakin lama semakin merah?

“What’s wrong with your monitor?”, tanya saya. Kebanyakan mereka menggunakan MacBook. Lalu saya diberi tahu soal aplikasi f.lux. Saya belum sempat melihat detail penelitian f.lux, pendek cerita saya cari aplikasi serupa untuk GNU/Linux. Karena saya ingin segera mencoba, apakah benar memang lebih nyaman bagi mata?

Hingga akhirnya saya temukan aplikasi redshift. Saya install, dan saya coba. Hmm… memang mata jadi lebih sejuk.

Dan berikut respon teman saya saat saya bilang bahwa saya baru mengetahui soal redshift.

@za it’s pretty jarring when you start up redshift at this time of day :stuck_out_tongue:

You need to ease into it to ease into that bring red mode

Forticlient untuk Ubuntu/Debian

Blog ini tergabung ke Planet Ubuntu, kumpulan tulisan (yang seharusnya mayoritas?) membahas soal Ubuntu. Tapi seringkali saya mengikutkan tulisan yang tidak terkait langsung dengan Ubuntu. Jadi sekalian saya ingin mengucapkan minta maaf kepada para pembaca planet Ubuntu di sini, jika tulisan saya dianggap tidak relevan.

Sebenarnya, untuk bisa relevan hanya dengan Ubuntu, saya rasa masih sulit untuk di Indonesia. Lebih sulit mencari penulis yang bisa konsisten menulis. Konsisten, terus menerus. Kontinu, berkelanjutan. Nah, jadi sesekali tak mengapalah tulisan tak berkaitan langsung dengan planet. Asalkan jangan terus-terusan saja.

Hihihi…

Kembali ke judul. Kali ini saya ingin berbagi tautan bagaimana caranya agar bisa tersambung ke VPN Fortinet dari sistem operasi Ubuntu/Debian. Di dunia ternyata sudah ada yang mengembangkan aplikasi forticlient untuk Ubuntu/Debian. Terima kasih, dunia Open Source.

Silakan lihat di laman ini untuk lebih detailnya.

CLI vs GUI

Saat ini saya sedang berusaha menyiapkan transparent proxy. Sehari-harinya, saya menggunakan network-manager dalam melakukan konfigurasi perangkat jaringan. Dengan tampilan GUI dan tinggal klak-klik, aktivitas mengkonfigurasi jaringan terlihat lebih mudah.

Tapi…

Saat saya ingin kustomisasi lebih lanjut, dalam hal ini menyiapkan konfigurasi transparent proxy, saya merasa bantuan GUI ini menjadi mengganggu. Entah apakah network-manager ini konflik dengan konfigurasi manual atau bagaimana. Padahal konsep transparent proxy ini sebenarnya kan sederhana saja.

Apa saya butuh GNU/Linux yang hanya menyediakan CLI saja tanpa GUI? Saat ini saya masih menggunakan Kubuntu 11.10 *uhuk-uhuk* Err… atau harusnya saya pilih saat masuk ke mode CLI saja?

Install Oracle 11g R2 XE di Ubuntu 12.04

Berikut adalah catatan pribadi saya dalam melakukan instalasi Oracle 11g R2 Express Edition (XE) di Ubuntu 12.04

Yang perlu saya perhatikan adalah ternyata ‘swapspace!=swapfile’.

Saya mengikuti langkah-langkah yang ditulis dengan sangat rinci oleh dude di forum Oracle. Dude menulis dengan sangat rinci dan terstruktur dengan baik.

Awalnya, saya melompati langkah #4: Managing swap space, dengan alasan saya memiliki RAM 8 GB, dan tidak perlu swap. Akibatnya, saya mengalami kesalahan ORA-00845: MEMORY_TARGET.

Jadilah saya lakukan uninstall, lalu melakukan langkah #4 yang sebelumnya terlewati. Yang tetap saya lewati adalah langkah #6, dan saya tetap menggunakan filesystem ext4.

Akhirnya, instalasi Oracle berhasil.

Video DebConf12

DebConf12 atau Debian Conference ke-12 baru saja berakhir.

Debconf 12 group photo

DebConf merupakan konferensi tahunan Debian. DebConf kali ini diadakan di Managua, Nicaragua. Informasi lebih detail mengenai DebConf12 bisa dilihat pada situsnya.

Terima kasih pada kecanggihan teknologi khususnya kerja keras tim video DebConf12, yang tidak bisa menghadiri DebConf12 dapat “merasakan” bagaimana diskusi-diskusi di DebConf12 melalui rekaman Video DebConf12.

Bagi yang kesulitan dengan bandwidth internasional, dapat mengunduh video debconf12 ini pada server http://suro.ubaya.ac.id/pub/debconf/ atau server http://za.cindai.web.id/video/debconf12/.

Usai menonton, jangan lupa ucapkan terima kasih pada tim video debconf12. Selamat menonton!